Penampilan memukau tarian yang simbol keberagaman suku yang ada di Indonesia ini dibawakan oleh 175 penari dari berbagai suku yang ada di penjuru Nusantara. Namun dalam penampilan pertama, diwakilkan oleh 3 etnis terbesar di bumi khatulistiwa, yaitu Dayak, Tionghoa, dan Melayu.

” Inilah wajah Indonesia,” ungkap Romo Marson Pungis PR. Imam dari Keuskupan Manado ini mengatakan bahwa kebhinekaaan sangat penting, karna meskipun kita adalah negara yang memiliki banyak budaya dan suku, tetapi kita adalah satu bangsa. “Dengan kebhinekaan kita membawa nama bangsa kita,” ungkapnya.

Ungkapan senada datang dari kesaksian Tiffani, Valeria dan Yuris, penari kolosal tiga etnis Tionghoa, Dayak dan Melayu. “Walaupun capek dan lelah latihan, Kami merasa senang. Tarian ini mempersatukan kami dari berbagai suku dan saling mengenal satu sama lain” ungkap mereka. Vito peserta asal Keuskupan Agung Kupang juga memberi kesan manis,”Sangat senang bertemu teman dari berbagai daerah dan sudah mulai saling mengenal antar keluarga” ungkapnya.
Selain penampilan elok para penari kolosal, pembukaan JAMNAS SEKAMI juga dimeriahkan oleh Drumband SMA St. Paulus dan tarian Barongsai. Pembukaan JAMNAS terbilang sukses dan lancar berkat dukungan dan restu dari Tuhan.
By: Sinta & Cessnia
