“Yesus dan Bapa”

Renungan Harian Misioner
Rabu Prapaskah IV, 3 April 2019
Peringatan S. Richard dr Chichester & S. Sixtus I
Yes. 49:8-15; Mzm. 145:8- 9,13cd-14,17-18; Yoh. 5:17-30

Yesus diimani oleh Yohanes sebagai Pribadi, yang menyatu dengan Allah Bapa. Artinya: Yesus ada bersama Bapa. Latar belakangnya adalah iman anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, bahwa sejak Penciptaan Allah senantiasa bekerja bagi dan mendampingi para Bapa Bangsa dan Israel. Penyelenggaraan Allah itu memungkinkan Israel mampu “menggarap alam dan dunia” (Kejadian); mengatasi bencana (Nuh); membangun Keluarga Besar dengan segala kemakmurannya (Yakub dan keluarga); bahkan membentuk bangsa besar (Musa, Daud dan Sulaiman); serta menciptakan tata berbangsa dan bernegara, yang beradab (Nabi-Nabi).

Tuturan Yesus itu (5:17 dst) sudah mem-“bangunkan” orang Yahudi. Lebih lagi ketika Yesus (ay 18-20) menempatkan Diri-Nya di samping Allah Bapa. Sebab tak ada manusia, yang dapat mengaku “bekerja seperti Allah”: Bapa mengasihi Yesus dan menunjukkan segala yang dikerjakan bersama Bapa. Yang masih lebih lagi adalah bahwa “Yesus seperti Allah mempunyai kuasa atas kehidupan”. Selanjutnya diminta-Nya supaya Ia dihormati seperti Bapa. Yesus menekankan pula, bahwa seperti Bapa, Ia mempunyai hidup kekal. Bagi orang Yahudi yang ada di sekitar-Nya waktu itu, Yesus jelas melihat Diri-Nya seperti Allah Bapa sendiri: bukan “kelak”, melainkan “sudah saat itu”.

Cara pandang Yesus mengenai Allah dan mengenai Diri-Nya sendiri itu, tidak dapat diterima. Namun bagi Yohanes dan para murid lain, ungkapan-ungkapan Yesus tersebut adalah perwahyuan mengenai Sang Guru, yang maha berharga. Yohanes menyambut perwahyuan ini sebagai Sabda Allah, yang membarui (Perjanjian Baru) Masa Depan hidup manusia. Kalau Sang Putera menyatu-hidup dengan Allah Bapa, maka bagi manusia dijanjikan hidup abadi. Dengan demikian, hidup manusia dalam Adam pendosa, yang telah dihukum untuk berakhir dengan kematian, sekarang ini diberi visi baru: akan bermuara pada keabadian. Sebab Yesus, Sang Putera, ada dalam hidup bersama Bapa, bahkan berkarya dengan Bapa, tanpa diakhiri dengan maut.

Perwahyuan mengenai ziarah kehidupan itu dipadukan dengan perwahyuan lain, yakni bahwa “perbuatan baik, yang dilakukan oleh manusia, akan dipandang Allah sebagai bekal untuk hidup abadi” (ayat 29). Dalam pada itu, Yesus menyatakan semua itu karena “diutus Bapa” untuk mengomunikasikannya, sebagai wujud pengutusan Yesus dari Bapa. Dengan demikian, dari satu sisi, perwahyuan mengenai eratnya Tuhan Yesus dengan Bapa itu sangat berharga; dari sisi lain diwahyukan pula, betapa Bapa-lah yang mengutus Tuhan Yesus kepada kita semua. Nas penting ini memaparkan kepada kita menyatunya Tuhan Yesus dengan Allah Bapa; sekaligus juga menegaskan betapa Allah Bapa dan Tuhan Yesus adalah dua Pribadi, yang berkarya bersama bagi keselamatan seluruh manusia. Di Yoh. 20:22 kelak akan menjelaskan, bahwa Roh Kuduslah yang memungkinkan para Rasul memperoleh Terang Ilahi ini.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan komentar