Menjadi Miskin Mengandalkan Allah Semata

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XX, 20 Agustus 2019
Peringatan S. Bernardus
Hak. 6:11-24a; Mzm. 85:9,11- 12,13-14; Mat. 19:23-30

Allah selalu bekerja dengan berbagai cara di setiap bentuk kehidupan kita. Bahkan sering kali Allah memakai orang-orang yang kecil yang tidak dipandang oleh dunia untuk menyatakan Karya Keselamatan-Nya. Allah memakai Maria, anak dari keturunan biasa di Nasaret untuk mengandung Putera Allah dalam rahimnya yang telah disucikan. Bukan dari perempuan hebat yang dipuja dunia, tersohor dan berlimpah harta duniawi. Intinya Allah selalu senang memajukan rencana-rencana-Nya dengan cara yang tidak biasa, dengan cara yang sering tidak terpikirkan oleh manusia. Misalnya dalam kisah Raja Saul yang diturunkan kemudian Allah mengangkat Daud si gembala untuk menjadi raja besar; juga bagaimana Allah melalui Putera-Nya Yesus Kristus memilih dan memanggil dua belas rasul yang sebagian besar adalah orang-orang biasa, tidak kaya, tidak berpendidikan (buta huruf) dan sama sekali tidak terkenal di kalangan orang banyak pada waktu itu.

Demikianlah juga Allah menyatakan keselamatan-Nya bagi umat-Nya dengan memakai Gideon, anak Yoas untuk membebaskan dan menyelamatkan orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Siapakah Gideon ini? Gideon sendiri merasa tidak ada apa-apanya di kalangan suku Israel lainnya, paling kecil di antara suku Manasye, terlebih lagi merasa belum layak karena ia paling muda di antara kaum keluarganya. Sikap Gideon ini kadang ada juga dalam diri kita. Kita kadang ragu untuk dapat melakukan karya besar karena kita bukan siapa-siapa, bahkan kita sendiri meragukan Allah yang selalu dapat bekerja dalam diri kita dan kita sering menguji Allah untuk memperlihatkan sesuatu kepada kita agar kita percaya. Namun pada akhirnya, dalam iman yang teguh kita jika kita berpasrah diri, Allah akan bekerja dalam diri kita seperti Ia bekerja dalam diri Gideon yang kecil dan masih muda, “Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian sampai habis”.

Seringkali juga sikap tidak percaya ini bukan karena kita ragu akan kehendak Allah tetapi karena kita sering melupakan-Nya dan hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Dalam sejarah manusia, raja lalim dan angkuh akan senantiasa hancur dan kerajaannya tidak pernah bertahan. Kadang kita juga menjadi raja-raja kecil dalam kehidupan kita dengan selalu hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri. Kita terus mengejar apa yang dipuja dunia: jabatan, rasa hormat, kedudukan dan kekayaan, yang mana semuanya dapat hancur dan tidak bertahan. Kita jadi lupa untuk terus merasa kecil di hadapan Tuhan bahkan kita kehilangan iman kita dan merasa tidak membutuhkan rahmat-Nya lagi bagi kehidupan kita. Sesungguhnya Allah menawarkan keselamatan kepada setiap orang. Baik yang kaya maupun yang miskin, kita semua dipanggil pada keselamatan-Nya.

Para murid Yesus pun sempat gentar dan berkata satu sama lain, “Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?” Perkataan ini timbul ketika Yesus memberikan sebuah perumpamaan, “Aku berkata kepadamu: sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor untuk masuk melalui lubang jarum daripada seorang kayu masuk ke dalam Kerajaan Surga”. Allah sebenarnya tidak membenci kekayaan, namun Ia ingin terus menarik kita semua ke dalam rahmat-Nya dan itu hanya bisa terjadi kalau kita memiliki sikap berpasrah diri, hanya mengandalkan kekuatan-Nya. Inilah sikap ‘miskin’ di hadapan-Nya yang sekaligus menjadi ‘Kaya’ dalam kasih-Nya.

(RD. Hendrik Palimbo – Pastor Paroki Deri-Toraja, KAMS)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keluarga sebagai sekolah pengembangan kemanusiaan: Semoga dengan hidup doa dan cintanya, keluarga-keluarga semakin mampu menjadi sekolah tempat kemanusiaan yang sejati dihidupi dan dikembangkan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan antarumat beragama: Semoga dalam menjalin kerukunan hidup antarumat beragama, umat Katolik dimampukan untuk melihat kebaikan dan ketulusan dari kelompok umat beragama lain. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami dalam iman dan kesetiaan berbangsa mengobarkan nasionalisme penuh hikmat dan kebijaksanaan di kampung maupun di tempat-tempat aktivitas dalam masyarakat. Kami mohon…

Amin

 

Tinggalkan komentar