Paus berdoa untuk perdamaian menjelang peringatan ke-80 pecahnya Perang Dunia II
Paus Fransiskus berdoa agar peringatan 80 tahun pecahnya Perang Dunia II, yang jatuh pada tanggal 1 September, dapat menjadi kesempatan untuk merenungkan kengerian perang.
Minggu, 1 September, menandai 80 tahun sejak pecahnya Perang Dunia Kedua.
Pada hari itu di tahun 1939, Jerman menginvasi Polandia, memimpin Inggris dan Prancis untuk menyatakan perang terhadap negara Nazi Adolf Hitler, dua hari kemudian.
Paus Fransiskus mengenang hari tragis itu pada hari Rabu, bersamaan dengan peringatan yang akan diadakan di Warsawa, Wielun, dan kota-kota Polandia lainnya.
Perdamaian di atas kebencian
“Kita semua harus berdoa untuk perdamaian, sehingga konsekuensi tragis dari kebencian – yang hanya membawa kehancuran, penderitaan, dan kematian – tidak akan pernah terulang kembali.”
Paus juga mengundang semua orang untuk berdoa kepada Tuhan, sehingga “perdamaian dapat berkuasa di hati semua dan di dalam keluarga, masyarakat, dan di antara orang-orang.”
Kata-kata Paus Fransiskus ini diucapkan dalam sambutannya kepada para peziarah Polandia yang hadir di Audiensi Umum.
Acara-Acara untuk menandai peringatan ke 80
Sejumlah kepala negara akan menghadiri peringatan di Warsawa, termasuk beberapa negara anggota UE dan NATO. Presiden AS Donald Trump juga akan hadir.
Presiden Jerman dan Polandia akan menandai pecahnya Perang Dunia II di Wielun, kota Polandia pertama yang dibom oleh Nazi Jerman.
Kemudian pada hari 1 September, para pemimpin dunia akan berkumpul di Piłsudski Square, di Warsawa, untuk menandai peringatan ke-80 di Makam Para Tentara yang tidak dikenali.
28 Agustus 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News
