Manusia yang Dikuduskan dan Dipilih Allah

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XXIII, 12 September 2019
Peringatan Nama SP. Maria yang Tersuci
Kol. 3:12-17; Mzm. 150:1-2,3-4,5-6; Luk. 6:27- 38

Saudari-saudara pilihan Allah yang berbahagia. Shalom!
Hari ini Gereja memanggil umatnya untuk benar-benar menggunakan atribut Allah sehingga layak sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi Allah. Tiga perkataan ini yaitu: orang-orang pilihan Allah, dikuduskan, dan dikasihi semula adalah milik bangsa Yahudi, tetapi kemudian dipakai oleh Santo Paulus kepada umat di Kolose dan sekarang oleh Gereja dikenakan kepada umat Allah di seluruh dunia.

Seperti dijabarkan dalam Bacaan I, Kol. 3:12-17, atribut Allah adalah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, pengampunan (ay. 12-13). Paulus menambahkan satu hal lagi, yaitu ikatan kasih yang mempersatukan dan menyempurnakan (ay. 14). Dengan menggunakan anugerah Allah itu kita dapat berbuat kasih seperti dijelaskan Tuhan Yesus dalam Bacaan Injil hari ini, Luk. 6:27-38.

Sebagai orang-orang yang dikuduskan dan dipilih Allah tentunya saudara dan saya merasakan bahagia yang tak terkira. Dikuduskan berarti kita dipilih dan menjadi istimewa bagi Allah. Mari kita bayangkan seperti ketika kita terjaring diterima bekerja dalam suatu perusahaan. Ini juga adalah salah satu contoh suatu keterpilihan. Tetapi dalam persyaratan bekerja di perusahaan itu, biasanya kita harus melewati masa percobaan sekian bulan. Kita kemudian dituntut untuk dapat membuktikan kinerja kita. Demikian juga dengan keterpilihan oleh Allah sebagai orang-orang yang dikuduskan. Kita harus membuktikan bahwa kita layak berpredikat kudus bagi Allah. Masalahnya sanggupkah kita mengenakan atribut Allah itu? Pertanyaan ini biasa muncul sebagai ungkapan keragu-raguan kita untuk bisa melakukan itu. Tuhan telah memberikan cara yang paling mudah dan menguatkan kita agar bisa menjadi orang-orang yang dikuduskan. Tuhan meminta kita bermazmur memuji Tuhan dan bernyanyi rohani sebagai ungkapan syukur (Kol. 3:16). Semua masalah menjadi tawar sengatnya kalau dihadapi dengan penuh syukur sambil memuji-muji keperkasaan Tuhan. Beban memakai atribut Allah yang mulia itu dapat menjadi ringan dan mudah. Segala puji syukur kepada Allah yang diucapkan melalui perkataan kemudian kita teruskan dalam perbuatan yaitu mengenakan atribut Allah tadi (Kol. 3:17).

Saudari-saudara yang dikasihi Allah,
Jikalau mulut kita sudah memuji-muji Tuhan dengan rasa syukur maka hati kita akan terasa ringan untuk mengampuni orang yang menyakiti kita, bahkan lebih dari itu kita akan dapat mendoakannya (bdk. Luk 6:27- 28). Kita berbuat baik tanpa mengharapkan balasan (bdk. Luk. 6:30). Kita bermurah hati seperti Bapa bermurah hati kepada kita (Luk. 6:36). Atribut Allah sungguh-sungguh dikenakan pada diri kita dan sambil memuji nama-Nya kitapun berbuat kasih pada sesama kita bahkan musuh kita.

Allah tetap mengasihi manusia apapun yang diperbuat manusia. Allah menurunkan hujan bagi orang yang benar maupun yang tidak benar. Ia mengasihi mereka yang menyenangkan hati-Nya maupun yang mendukakan hati-Nya. Kasih Allah dicurahkan bagi orang kudus maupun orang berdosa. Kasih Allah inilah yang harus kita miliki juga, agar kita dapat benar-benar menjadi anak Allah.

Apakah saudara mau disebut anak Allah yang dikuduskan dan dipilih Allah? Pujilah nama-Nya dengan rasa syukur lalu kenakanlah atribut-Nya dan lakukanlah apa yang Dia kehendaki, maka kita akan menjadi orang-orang yang dikuduskan-Nya. Amin.

(Albertus Karel Wunardi – Fasilitator Spiritualitas Kitab Suci Emmaus Journey, Keuskupan Agung Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perlindungan Laut: Semoga para politisi, ilmuwan dan ekonom mampu bekerjasama dalam melindungi dan melestarikan Samudra serta laut-laut dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pewarta Kabar Gembira: Semoga dengan rajin menghayati Kitab Suci, umat Katolik dapat memaknai profesinya masing-masing sebagai kesempatan untuk menjadi pewarta Kabar Gembira bagi sesamanya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami setiap saat mensyukuri pendampingan malaikat, yang menjadi utusan Allah sebagai ungkapan Penyelenggaraan Ilahi agar hikmat Ilahi menguatkan Gereja. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan komentar