Pesan Paus: Pandang dunia dengan mata Tuhan, jadilah saksi kebaikan-Nya
Paus Fransiskus pada tanggal 5 Oktober menerima audiensi sekitar 70 saudari yang berpartisipasi dalam Sidang Umum kongregasi Religius Yesus dan Maria (RJM) ke-37.
Paus Fransiskus pada hari Sabtu mendorong Suster-Suster Religius Yesus dan Maria (RJM) untuk membedakan, mengevaluasi, dan memilih tanggapan mereka terhadap tanda-tanda waktu yang diinginkan Tuhan dari mereka hari ini, dengan cara bersaksi dengan penuh sukacita akan rahmat-Nya melalui persaudaraan dan solidaritas.
St. Claudine Thévenet, yang mengalami kengerian Revolusi Prancis, mendirikan kongregasi ini pada tahun 1818, di Lyon.
Paus mengatakan bahwa selama 200 tahun terakhir, kehadiran mereka di 28 negara saat ini adalah tanda keberhasilan mereka. Selalu berada di jalan, seperti Kunjungan Bunda Maria, mereka memerhatikan kebutuhan orang lain, mengomunikasikan kebaikan dan kasih Tuhan kepada semua orang.
Mengomentari tema Sidang Umum mereka, “Perjalanan dalam Harapan sebagai Satu Keluarga Kerasulan”, Paus menawarkan kepada mereka tiga jalan untuk diikuti.
Kemurahan dan kebaikan Tuhan
Jalan pertama adalah menjadi saksi kebaikan Tuhan yang penuh belas kasih”. Dua dari saudara-saudara Claudine, yang dieksekusi secara brutal selama Revolusi Prancis, telah mendesaknya untuk mengampuni seperti mereka mengampuni. Sebagai pengakuan atas kebaikan Tuhan, “seorang Tuhan yang berbelaskasih yang mengampuni”, dia menanggapi saudara-saudaranya dan mendirikan kongregasi ini.
“Tuhan memandangi kita dan kita mengalami rahmat-Nya,” Paus mendorong para suster untuk meninjau dan mengingat hidup, panggilan dan misi mereka dalam terang pandangan Allah ini, agar dapat terus disentuh oleh-Nya, yang hadir dalam kesengsaraan zaman kita.
“Hanya dengan tatapan inilah semua hal menjadi baru. Hanya dengan membiarkan diri kita dilihat oleh Tuhan, seperti Perawan Maria, kita dapat melihat kenyataan dengan mata Tuhan dan menjadi saksi-Nya, karena pandangan Tuhan berubah, mengubah kita, dan mendidik, mendidik pandangan kita.”
Persaudaraan dan solidaritas
Dengan menjalani kehidupan persaudaraan dalam solidaritas dalam komunitas mereka, mereka saling mendorong dalam mengikuti Yesus dengan penuh sukacita dan membina panggilan-panggilan baru. Paus menekankan perlunya memperdalam kehidupan komunitas dengan meningkatkan hubungan-hubungan evangelikal sehingga persaudaraan itu menjadi persaudaraan yang semakin apostolik, bersaudari dalam misi, mampu menjangkiti anak-anak muda lainnya dalam mengikuti bentuk pengudusan ini. Untuk ini, seseorang harus terbuka untuk bertemu dengan kaum muda.
Paus mendorong mereka untuk terus membangun jaringan persekutuan dan solidaritas dengan mencintai dan melayani tanpa syarat. Dengan menjalani sukacita mengikuti Kristus dalam kehidupan persaudaraan dalam komunitas, mereka akan membuka diri untuk solidaritas dengan saudara-saudara mereka.
Kearifan dan keberanian untuk pergi melampaui
Menekankan bahwa Gereja adalah misioner, Paus mendesak para biarawati untuk tidak pernah bosan bersaksi tentang kebaikan Tuhan melalui karya kerasulan. Skenario baru hari ini menyerukan kepada para religius Yesus dan Maria untuk menemukan cara-cara baru dan kreatif untuk menginjili dan menjadi misionaris dalam membuat Yesus dan Maria dikenal.
Untuk ini, mereka membutuhkan penegasan untuk mengetahui bagaimana bergerak maju dan untuk mengetahui apakah kerasulan, pekerjaan, kehadiran dan pelayanan mereka menanggapi apa yang diminta Roh Kudus dari St. Claudine dan Kongregasi sepanjang sejarah mereka. Paus Fransiskus menyimpulkan, mendorong para Suster Religius Yesus dan Maria untuk membedakan, mengevaluasi, dan memilih agar dapat menanggapi dengan lebih baik apa yang Allah inginkan dari mereka dewasa ini.
05 Oktober 2019
Oleh: Robin Gomes
Sumber: Vatican News
