Menyembah Allah – Bukan Menyembah Diri Sendiri

Renungan Harian Misioner
Selasa, 28 Januari 2020
P. S. Thomas Aquino
2Sam. 6:12b-15,17-19; Mzm. 24:7,8,9,10; Mrk. 3:31-35

Dalam Sejarah Gereja, St. Thomas Aquino menjadi teolog utama, yang membantu seluruh Paguyuban Umat Beriman, mengontemplasikan Allah, menyambut bisikan Roh, melepaskan diri dari keangkuhan pendapat pribadi untuk menjadi pewarta Sang Kebenaran. Pewarta Agung ini mempunyai banyak sekali murid, yang memiliki kerendahan hati yang tinggi justru karena lebih mau menyambut Guru Agung dari Nasaret untuk kemudian mewartakan kepada siapapun, termasuk kepada diri sendiri. Dengan cara kerja dan cara hidup demikian, Thomas melaksanakan pesan St. Dominikus, untuk membagikan refleksi iman, yang telah diperdalamnya dengan kontemplasinya atas persaudaraannya dengan Guru Yesus dari Nasaret.

Di dalam bacaan pertama kita dapat melihat beban terunggul dari pewartaan Daud, Pujangga Utama Perjanjian Lama, adalah “bukan mewartakan dirinya atau pendapatnya sendiri melainkan Tradisi Iman Paguyuban Umat Beriman,” yang termuat dalam Tabut Perjanjian. Seluruh Israel diajaknya untuk memusatkan bakti hidup pada Tempat Sabda Allah, dan bukan pada keyakinan-keyakinan maupun nafsu dan emosinya sendiri untuk menunjukkan kekuasaannya atas lawan politisnya, yang malah sudah kalah berada di tangannya. Di sanalah dia menemukan harta paling berharga; bukan kemenangan perang, kejayaan berdebat, kehebatan perintah maupun kekuasaan organisatoris; melainkan kemenangan imannya akan Sang Mahabenar. Seluruh Mazmur menunjukkan, betapa ia adalah orang menyembah Allah dan bukan menyembah dirinya sendiri. Ia mengajak orang berdoa guna memuliakan Allah; bukan memuji kejayaan Daud sendiri. Juga sekarang, kita dipanggil untuk itu.

Pada bacaan Injil, Penginjil Perdana ini memperlihatkan apa yang digarisbawahi oleh Yesus merupakan kehormatan orang beriman, seperti Maria Bunda-Nya. Yang merupakan predikat Perempuan yang bernama Maria itu, bukanlah tempelan persaudaraan dengan Guru yang terkenal, melainkan “kesetiaannya berbakti kepada Kehendak Allah Bapa”. Itulah sebabnya, kesediaan orang-orang bertekun mendengarkan tutur-kata Yesus selama mewartakan keagungan belas kasih dan cinta Bapa, menyebabkan mereka itu pantas disebut saudari-saudara Sang Putera, yang memang menjelma menjadi manusia untuk mendarah-dagingkan Kehendak Bapa memulihkan Hubungan Allah dengan manusia.

Devosi kepada Maria, yang dijunjung tinggi oleh St. Thomas, berkaitan erat dengan bakti terdalamnya kepada Allah yang kehendak-Nya dijunjung tinggi, maupun terpadukan dalam persahabatannya dengan Sang Kebenaran serta teresapkan dengan kesiapannya disirami oleh Roh Kudus demi Sang Kebenaran Ilahi, intisari teologinya. Itulah pula sebabnya, mengapa Teologi Thomas bermutu begitu tertinggi, dan sampai sekarang menjadi intisari teologi Kristiani.

Pada hari ini, pantaslah kita bersama Santo Thomas Aquino, secara khidmat mendaraskan, “Aku Percaya akan Allah…”

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mempromosikan perdamaian dunia: Semoga umat Kristiani, para penganut agama-agama lain, dan semua orang yang berkehendak baik mau mempromosikan perdamaian dan keadilan di dunia ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membangun solidaritas: Semoga demi solidaritas nyata terhadap mereka yang miskin dan berkekurangan, keluarga-keluarga Katolik mau menentukan porsi makan secukupnya supaya tidak ada makanan yang terbuang sia-sia. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan seluruh umat di Keuskupan kami kepada Roh Kasih-Mu, agar semakin mengimani Allah Bapa, yang Maha Adil dengan mewujudkan keadilan sosial. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan komentar