Misi: Murnikan Hati, Mengasah Budi

Hari ke-16, Renungan Bulan Misi
Jumat, 16 Oktober 2020
Peringatan : St. Hedwig; St. Margarita Maria Alacoque

Bacaan : Ef. 1:11-14
Injil : Luk. 12:1-7

“Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak diketahui.” (Luk. 12:1b-2)

Dalam salah satu homilinya, Bapa Paus Fransiskus mengatakan bahwa perilaku Kristiani adalah Sabda Bahagia. Namun beliau menambahkan, beberapa orang yakin diri mereka adalah orang Katolik yang baik, tetapi tidak berperilaku sebagai orang Kristiani yang baik seperti yang ditunjukkan oleh Sabda Bahagia (Vatican News, Pope at the Mass: the Beatitudes are the true way of life of the Christians).

Menurut Paus, kita dapat belajar tentang perilaku Kristiani dengan terlebih dahulu mengetahui perilaku manusia yang bukan merupakan perilaku Kristiani. Dalam hal ini, beliau menunjuk pada tiga perilaku: menuduh, keduniawian dan keegoisan.

Menuduh orang lain
Perilaku menuduh merupakan milik mereka yang selalu berusaha dan hidup dengan menuduh, mendiskualifikasikan orang lain, bertindak sebagai pejuang-pejuang keadilan yang kosong. Tetapi mereka sendiri tidak menyadari bahwa kesemuanya itu adalah perilaku iblis: dalam Alkitab, iblis disebut sebagai “penuduh hebat,” yang selalu menuduh orang lain. Hal ini juga terjadi pada zaman Yesus di mana dalam beberapa kasus Yesus merupakan Orang yang mencela para penuduh: “Alih-alih melihat bintik di mata orang lain, lihatlah balok di hatimu”; atau: “Mereka yang tidak berdosa boleh melempar batu pertama.” Hidup dengan menuduh orang lain dan mencari kecacatan, bukanlah perilaku “Kristiani,” bukan merupakan kulit anggur yang baru.

Keduniawian
Berbicara tentang keduniawian, Paus Fransiskus menggambarkannya sebagai perilaku umat Katolik yang dapat “melafalkan Pengakuan Iman,” tetapi hidup dengan “kesombongan, kebanggaan dan keterikatan pada uang,” percaya bahwa diri mereka mandiri. “Tuhan telah menawarkan anggur baru tetapi Anda tidak mengganti kantong anggur, Anda tidak mengubah diri Anda.” Keduniawian inilah yang menghancurkan begitu banyak orang yang baik namun masuk ke dalam roh kesombongan, kebanggaan, dari ketenaran… Hanya sedikit orang yang memiliki kerendahan hati yang merupakan bagian dari perilaku Kristiani, seperti yang dimiliki Bunda Maria dan St. Yusuf.

Keegoisan, ketidakpedulian
Perilaku terakhir adalah roh keegoisan, roh ketidakpedulian yang umum di komunitas kita. Seseorang percaya bahwa dirinya adalah seorang Katolik yang baik, tetapi tidak khawatir mengenai masalah orang lain – seperti perang, penyakit dan penderitaan sesama. Ini, adalah kemunafikan yang Yesus cela pada para ahli hukum dan orang Farisi.

Kita perlu merenungkan tiga perilaku di atas, dalam upaya mengaplikasikan perilaku Kristiani yang benar ke dalam kehidupan kita sehari-hari terutama dalam hidup bersama dan berinteraksi dengan saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan. Jika kita mengaku sebagai orang Kristiani, hendaknya kita tidak memakai topeng kemunafikan. Ingat, Allah mengetahui segala sesuatu, tidak ada yang tertutup ataupun tersembunyi dari-Nya.

Tertulis dalam dokumen Persaudaraan Insani: Deklarasi ini dapat menjadi seruan bagi setiap hati nurani yang tulus yang menolak kekerasan dan ekstremisme buta, seruan bagi mereka yang menghargai nilai-nilai toleransi dan persaudaraan yang dimajukan dan didorong oleh agama-agama (art. 41).

Mari kita sambut seruan tersebut. Bersikap dan berperilaku yang baik, menjalin relasi yang bersahabat, memberikan toleransi dan terutama menjauhi tindakan kekerasan, bukan hanya secara fisik namun juga menjauhi tindakan kekerasan secara verbal, mental dan emosional, termasuk menuduh, mendiskriminasi, melakukan perudungan, yang kesemuanya itu dapat berakibat negatif terhadap diri dan hidup orang-orang di sekitar kita. Kita jangan jatuh dalam kesombongan diri dan menjadi pejuang kebenaran yang kosong. Kita harus belajar menghargai keberadaan orang lain, keyakinan lain serta memberikan ruang yang cukup agar perdamaian dapat terwujud dan setiap orang dapat bergerak secara bebas di dalam kehidupan agamanya masing-masing.

Tak lupa kita berdoa memohon Tuhan memberkati hati kita masing-masing agar dapat menjadi tulus dan terlepas sepenuhnya dari jerat roh penuduh, keduniawian, dan keegoisan, sehingga kita terhindar dari ragi kemunafikan orang Farisi.

Misi kita hari ini: mengasah hati nurani kita, agar tidak kehilangan kepekaan, serta mampu membedakan mana yang baik dan berkenan kepada Allah. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s