Wajah Keselamatan Kekal

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa XXXIII, 21 November 2020
SP. Maria Dipersembahkan Kepada Allah

Why. 11:4-12; Mzm. 144:1, 2, 9-10; Luk. 20:27-40

Sahabat misioner terkasih,
Perjumpaan kita dengan Yesus dalam Injil hari ini mengarahkan kita pada dua hal:

  1. Iman akan kehidupan sesudah mati
  2. Kualitas hidup yang dituntut dalam kehidupan kekal

Hal yang pertama, mengantar kita pada iman akan kehidupan sesudah mati atau kehidupan kekal. Syahadat iman kita yang berisi pengakuan iman akan Bapa, Putera, dan Roh Kudus, serta karya-Nya yang menciptakan, menebus, dan menguduskan berpuncak pada pewartaan bahwa orang-orang yang mati akan bangkit pada akhir zaman dan bahwa ada kehidupan abadi (KGK 988). Dalam Injil hari ini, kehidupan abadi itu digambarkan sebagai “dunia yang lain dan dalam kebangkitan dari orang mati.” Iman akan kebangkitan dan kehidupan abadi membuat hidup kita tidak sia-sia dan membuat pengharapan kita menyala-nyala. Hidup kita bermakna dan berharga karena adanya kebangkitan dan kehidupan abadi. Kehidupan abadi adalah inisiatif, prakarsa, dan karya Allah. Kehidupan abadi menyatakan kasih cinta Allah pada kita. Kebangkitan dari kematian mengungkapkan bahwa Allah menerima kita, manusia yang rapuh dan lemah. Kita tidak berkuasa atas kehidupan dan kematian. Pada saatnya nanti, entah kapan, kita akan mengalami kematian. Tetapi, karena cinta Allah pada kita begitu besar, Ia menerima kita dengan membangkitkan dari kematian. Untuk apa? Untuk tinggal bersama Allah. Untuk hidup abadi dalam kekudusan-Nya, “sama dengan para malaikat dan menjadi anak-anak Allah,” seperti dinyatakan dalam Injil tadi. Siapa yang akan tinggal bersama Allah, yang akan sama dengan para malaikat dan menjadi anak-anak Allah? Yaitu, mereka yang mau menyambut karya penebusan Kristus, yang hidup seturut nilai-nilai Injil, yang memiliki kualitas atau keutamaan untuk hidup sesudah mati. Dan ini menjadi permenungan yang kedua berikut ini.

Hal kedua mengingatkan kita akan kualitas atau keutamaan yang dituntut untuk kehidupan sesudah mati. Injil menyingkapkan kualitas-kualitas tersebut sebagai yang “tidak kawin dan dikawinkan”, yang “tidak dapat mati lagi”, yang “seperti malaikat-malaikat”, dan menjadi “anak-anak Allah”.

Dalam kehidupan abadi, tidak ada lagi urusan duniawi, tidak ada lagi keinginan dan nafsu duniawi, tidak ada lagi kesenangan inderawi. Yang ada adalah keterpesonaan pada Allah semata. Seperti layaknya kalau kita terpesona pada seseorang, yang terjadi hanyalah hasrat untuk memuji dan memuliakan pribadi yang dikagumi itu. Demikianlah, saat berhadapan dengan Allah, tidak ada hasrat dan keinginan lain selain hanya memuji, memuliakan dan melayani Allah seperti dilambungkan dalam setiap perayaan Ekaristi, “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa …” Dalam dunia yang lain yaitu kehidupan kekal bersama Allah itu tidak ada lagi yang “kawin dan dikawinkan”. Oleh karena itu, apakah kita sudah selalu mengarahkan hidup kita pada Allah? Apakah hidup kita sudah diisi dan dipenuhi pujian kepada Allah?

Hidup sesudah mati adalah hidup abadi, maka tidak akan mati lagi. Inilah alasan mengapa tidak kawin dan dikawinkan. Dalam dunia yang fana ini, orang kawin-mawin untuk mendapatkan keturunan dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh kematian. Maka, kalau sudah tidak ada kematian lagi, tidak diperlukan lagi perkawinan. Maut sudah tidak berkuasa lagi karena yang ada hanyalah Allah Sang Penguasa hidup dan mati. Yang tidak dapat mati adalah jiwa yang kekal. Oleh sebab itu, apakah kita sudah memelihara jiwa secara benar sesuai kehendak Allah?

Dalam kehidupan bersama Allah, kita akan seperti malaikat-malaikat. Hidup para malaikat adalah melayani Tuhan Allah. Malaikat taat pada Allah. Seluruh hidup mengarah dan hanya tertuju pada Allah. Maka, apakah kita sudah selalu mengarahkan hidup kita pada Allah semata? Atau, apakah masih ada berhala-berhala lain yang sembunyi-sembunyi atau bahkan terang-terangan kita sembah dan kita layani sehingga kita menjauh dari Allah?

Kita akan menjadi anak-anak Allah. Artinya apa? Kita memiliki sifat dan tabiat sebagai anak. Anak-anak Allah berarti memiliki relasi yang intim mendalam dengan Allah, selalu punya waktu untuk dialog, bercakap-cakap dengan Allah, yang mau hidup dituntun oleh Allah, yang mau bersandar dan percaya pada Allah. Apakah hidup kita sudah mencerminkan diri sebagai anak Allah tersebut?

Untuk itu, sahabat misioner, misi kita hari ini adalah memupuk iman dan harapan akan kehidupan abadi serta mengembangkan kualitas-kualitas diri yang dituntut untuk hidup kekal. Kita hidup demi kemuliaan Tuhan dan keluhuran martabat manusia. Amin***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s