Firman & Doa Tak Terpisahkan

Renungan Harian Misioner
Selasa 23 Februari 2021
St.Polikarpus dari Smyrna

Yes 55:10-11; Mzm.34:4-5.6-7.16-17.18-19; Mat.6:7-15

Allah Bapa menurunkan hujan dan salju dari langit yang tak akan pernah kembali ke langit melainkan untuk mengairi bumi dan menyuburkan tanaman, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada yang lapar. Bagaikan seorang utusan yang dikirim Tuhan untuk melaksanakan rancangan-Nya bagi manusia, menerima roti untuk hidup jasmani.

Namun ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari firman yang keluar dari mulut Allah [Mat.4:4]. Maka Allah tidak hanya mengutus hujan dan salju, melainkan diutusnya juga firman-Nya ke bumi yang ditaburkan untuk menyuburkan hati manusia agar menghasilkan buah lebat. Firman Allah menjadi roti yang menghidupkan jiwa manusia. Kenyangkanlah dirimu dengan firman-Nya. Jangan pernah menjauhi firman-Nya, kekuatan yang ada pada firman-Nya menjadi penuntun bagi langkah hidup manusia. Bukalah hatimu pada firman Allah serta melaksanakannya agar kau beroleh keselamatan hidup kekal.

Pada masa Prapaskah, Gereja menyiapkan materi Pendalaman Iman bagi lingkungan/Komunitas Basis Gereja terkecil dengan maksud untuk meningkatkan dan memperdalam pemahaman serta penghayatan umat terhadap firman Allah, marilah kita membaca, merenungkan dan menghayati firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci. Ikutilah pertemuan-pertemuan di lingkungan, meski di tengah pandemi, Pendalaman Iman tetap dapat dilaksanakan secara online. Berkumpul untuk bersama-sama memahami firman-Nya dan berdoa. Janji-Nya, di mana dua-tiga orang berkumpul Yesus hadir.

Injil hari ini, Yesus mengajarkan sebuah doa yang indah dan sangat sempurna. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, doa berarti mengangkat hati dan budi menuju Allah, memohon hal-hal baik kepada-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Ketika seseorang berdoa, ia masuk dalam hubungan yang hidup dengan Allah. [KGK 2558-2565]. Kierkegaard, seorang Filsuf berkata: “Berdoa bukan berarti mendengarkan apa yang engkau ucapkan sendiri; berdoa berarti mengheningkan diri dan menunggu sampai engkau mendengar Allah berbicara kepadamu.”

Doa BAPA KAMI yang diajarkan Yesus diawali dengan panggilan anak kepada Bapa, Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga. Kita menyapa Bapa dan memuliakan-Nya serta menyerahkan diri secara total kepada Bapa, bergantung penuh kepada kehendak-Nya. Barulah kita memohon perihal kebutuhan duniawi: Berilah kami rezeki, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Memohon berkat yang secukupnya agar kita tetap bergantung kepada-Nya, kebutuhan sehari cukuplah untuk sehari. Kita belajar untuk mau mengampuni kesalahan orang lain. Namun kenyataan yang terjadi di bumi ini balas dendam, kebencian dan permusuhan bahkan berakhir dengan pembunuhan. Seandainya kita mau hidup menurut rezeki yang diberikan Tuhan dan mau saling mengampuni setiap kekhilafan, maka damai sejahtera dan persaudaraan sejati memenuhi muka bumi ini.

Masa Prapaskah ditengah pandemi Covid-19, hendaknya kita lebih peduli pada orang yang lemah, miskin, kecil, tersingkir, disabilitas (LMKTD) khususnya mereka yang menderita Covid-19, juga yang mengalami dampak dari pandemi ini. Meski kita tidak dapat mengunjungi secara fisik mereka yang sakit, yang berduka tetapi kita masih dapat menyapa, menghibur melalui berbagai fasilitas media online. Dan tentunya mendoakan mereka, memohonkan belas kasih Allah, memberikan yang terbaik bagi mereka seturut kehendak-Nya.

Firman dan doa merupakan sebuah kesatuan yang tidak terpisahkan. Saat Tuhan berfirman, kita diberi kesempatan untuk mendengarkan Firman Tuhan dan melaksanakannya. Dan di saat kita berdoa, Tuhan mendengarkan dan menjawab doa kita.

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perempuan korban kekerasan: Kita berdoa bagi kaum perempuan korban kekerasan, agar mendapat perlindungan dan penderitaan mereka benar-benar dirasakan dan diperhatikan oleh masyarakat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kasih sayang keluarga: Semoga keluarga-keluarga Katolik makin berani belajar menghayati spiritualitas tinggal di rumah yang menuntut anggota-anggota keluarga untuk saling memahami kelemahan dan saling menguatkan dalam menghadapi setiap masalah. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah meneguhkan hati kami dalam berbakti pada sesama, seperti Santo Yoseph, sepanjang Kau perkenankan ikut membesarkan Sang Putera, dalam Keluarga Kudus Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s