Kita ‘Ranting’ Sang Pokok Anggur

Renungan Harian Misioner
Minggu, 02 Mei 2021
HARI MINGGU PASKAH V

Kis. 9:26-31; Mzm. 22:26b-27,28,30,31-32; 1Yoh. 3:18-24; Yoh. 15:1-8

Minggu kemarin berbicara tentang gembala dan kawanannya. Minggu ini dipakai metafor pokok anggur dan ranting-rantingnya. Kita beralih dari dunia peternakan ke dunia perkebunan. Konteks hidup konkret sehari-hari dipertahankan. Dalam injil Yohanes yang sering ‘berteologi tinggi’ pun, nuansa konkret dan keseharian pewartaan Yesus tetap dipertahankan. Lewat sebuah metafor, Yesus berupaya memperkenalkan Diri-Nya, mewahyukan Bapa-Nya dan menegaskan jati-diri Umat-Nya.

Pertama, Yesus memperkenalkan Bapa-Nya sebagai seorang Petani. Tidak lazim, Allah diperkenalkan sebagai pengusaha atau petani anggur. Dengan itu ditegaskan bahwa Bapa adalah satu-satunya Pemilik pokok anggur dan ranting-rantingnya. Maka Ia pasti memotong ranting-ranting yang tidak berbuah. Ia akan mengadili dan menghukum para pengikut Anak-Nya yang lari dan meninggalkan jemaat (ay. 6). Bapa juga membersihkan ranting yang berbuah, supaya semakin banyak buahnya (ay. 2). Bapa menginginkan kita untuk menjadi pengikut Anak-Nya yang unggul, berkualitas super dan memaksimalkan semua potensi diri. Sebab, jika kita para pengikut Anak-Nya “berbuah banyak” (ay. 2 dan 8), maka kita ikut dalam tugas sang Anak itu untuk memuliakan Bapa.

Kedua, Yesus memperkenalkan diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar. Seperti biasa, Yesus memakai formula khas adegan pewahyuan TUHAN dalam PL, “Aku adalah… ”. Umat Israel dalam PL sering dibandingkan dengan kebun atau pokok anggur yang tidak berbuah (bdk. Hos. 10:1; Yer. 6:9; Yeh. 15, dll). Yesus menegaskan bahwa Dialah pokok-anggur “yang benar”. Artinya: Dia dan para murid-Nya adalah umat Israel yang benar dan sejati, Gereja yang menghasilkan buah. Yesus juga menegaskan bahwa Ia “tinggal di dalam” kita para murid-Nya. Pokok anggur menjamin kehidupan ranting-rantingnya. Yesus menjadi sumber hidup kita para pengikut-Nya. Ia memberi hidup, memberi makanan dan masa depan bagi semua pengikut yang bersatu dengan Dia. Karena Yesus yang memberikan kita kehidupan ilahi, maka kita dapat hidup subur dan menghasilkan banyak buah.

Ketiga, Yesus memperkenalkan jati-diri kita sebagai pengikut-Nya. Kita hendaknya menjadi ranting-ranting yang bersatu pada-Nya sebagai Pokok Anggur (“tinggal di dalam Aku”). Yesus menegaskan jati-diri kita yang terdalam sebagai pengikut-Nya. Setidak-tidaknya ada tiga ciri utama ranting. Pertama, ranting tidak dapat memutuskan sendiri untuk hidup, ia hanya bergantung pada pokoknya. Hidup dan jati-diri kita pun tidak berada di tangan kita, tetapi seluruhnya bergantung pada Yesus, sang Pokok Anggur. Kedua, ranting identik dengan pokoknya. Artinya, pokok anggur pasti menghasilkan ranting anggur juga, bukan ranting jeruk atau mangga. Zaman itu kan belum dikenal teknik cangkokan. Jadi, relasi dengan Yesus menjamin kesejatian jati-diri kita. Tanpa relasi mendalam dengan Dia, kita hanya menjadi benalu atau ranting-ranting “asing”. Ketiga, meskipun bergantung total pada pokoknya, namun hanya rantinglah yang mengeluarkan buah anggur, bukan pokoknya. Artinya, Yesus ‘membutuhkan’ kita untuk mengeluarkan dan memperlihatkan buah-buah-Nya di dunia ini. Ia membutuhkan tangan dan kaki kita untuk meneruskan kasih dan hidup ilahi dari Dia bagi dunia.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggungjawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s