Perbuatan Baik Menghadirkan Kesempurnaan Hukum

Renungan Harian Missioner
Rabu, 09 Juni 2021
P. S. Efrem

2Kor. 3: 4-11; Mzm. 99:5,6,7,8,9; Mat. 5:17-19

Misi:
Tanggung jawab serta tindakan iman sebagai murid Kristus adalah menaati Perintah Allah, Melaksanakan dan memenuhinya dengan perbuatan yang baik dan benar serta setia pada Ajaran Kristus tentang Hukum Kasih.

Para sahabat misioner yang terkasih dalam Kristus. Perjalanan iman kita hari ini dipandu oleh Sabda Tuhan melalui Surat Rasul Paulus yang kedua kepada Jemaat di Korintus dan Sabda Tuhan melalui Injil Matius. Rasul Paulus menegaskan bahwa semua bentuk pelayanan mereka selalu bersumber dan bergerak dari gerakan Roh Kudus yang membawa kemuliaan Allah. Mereka tidak melayani di luar kemuliaan Allah. Semua pelayanan mereka selalu dengan tujuan agar semakin banyak orang mengenal, mencintai dan memuliakan Allah. Tujuan kemuliaan Allah menjadi dasar pijak pelayanan mereka.

Sementara pada Injil Matius Yesus mau memerintahkan, bukan sekadar mengajak agar para murid-Nya menaati Hukum Taurat, serta Hukum Para Nabi, juga memenuhi semua Perintah dan Hukum Allah melalui tindakan yang benar dan baik demi memuliakan Allah.

Yesus sendiri menegaskan tiga hal yang hendaknya menjadi perhatian para murid dan juga kita para pengikut-Nya. Bagian pertama Yesus mau menekankan bahwa Dia sendiri menaati semua Hukum dalam Perjanjian Lama. Yang Kedua kehadiran-Nya dalam sejarah Keselamatan umat manusia untuk memenuhi Hukum Perjanjian Lama yang belum sempurna. Pribadi-Nya adalah kesempurnaan Hukum Perjanjian Lama. Dan yang ketiga, semua ajaran-Nya merupakan sintesa dan konklusi utama dari semua Hukum yang disebut-Nya sebagai Hukum Kasih.

Sesama saudara misoner yang terkasih. Di tengah dunia yang pandai berjanji dengan berbagai bentuk ketentuan dan peraturan, yang tidak segan-segan berbicara tentang pelayanan tanpa pamrih, kita justru ditantang untuk membangun suatu tindakan korektif atau seruan profetis dalam berkarya dan melayani dengan semangat menghantar banyak orang untuk mencintai, mengenal dan memuliakan Allah. Melayani dengan berpijak pada kemuliaan Allah agar semakin banyak orang tiba pada kemuliaan Allah.

Pelayanan kita bukan berselogankan pelayanan tanpa pamrih melainkan pelayanan kasih, kebaikan, kejujuran, keadilan, kedamaian untuk membangun suatu persekutuan iman.

Dan agar tiba pada pelayanan yang berkarakter kasih, kebenaran dan kebaikan itu, kita harus berpegang pada perintah Kristus yakni: menaati Perintah Allah dan memenuhinya dalam berbagai pelayanan kasih, kebenaran, kebaikan, kejujuran, keadilan, kedamaian sehingga setiap orang yang kita layani akan mengalami kemuliaan Tuhan. Kita tidak hanya dituntut untuk menaati Hukum dan Perintah Allah, melainkan juga mengaktualisasikan dalam berbagai perbuatan terlebih perbuatan yang memiliki daya hukum Kasih.

Yesus tidak pernah menegaskan agar siapa pun para pengikut-Nya hanya memberi koreksi dan kritik pada setiap produk hukum, melainkan mencermati bahwa Hukum dan Perintah hendaknya membawa pelepasan, keselamatan dan kehidupan bagi setiap orang. Yesus tidak mengurangi se-iota pun dari Hukum taurat dan para Nabi, Dia justru membawa penyempurnaan dan menggali akar serta sumber utama hukum yakni Kasih.

Para sahabat misioner yang terkasih. Kesetiaan dan ketaatan pada hukum yang mengalir dari Kasih, serta tanpa ragu mengamalkan dalam setiap tata laku hidup bermasyarakat dan menggereja merupakan langkah rohani dan tindakan iman yang benar untuk membawa kita pada tujuan luhur dan hakikat hukum yang sesungguhnya yakni kebahagiaan dan sukacita bagi setiap orang.

Mari kita belajar taat dan bertindak dalam hukum kasih untuk menyempurnakan hukum dan peraturan demi berpihak pada martabat manusia sebagai Gambar dan citra Allah. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keindahan Perkawinan: Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pegiat dan pengguna media sosial: Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memberi kami hati, seperti Hati Putera dari Bapak Yoseph, untuk mengambil bagian secara tulus dalam membangun Paguyuban Umat Beriman dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s