Mengimani KRISTUS? Hadapi Salibmu!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 12 September 2021
HARI MINGGU BIASA XXIV

Yes. 50:5-9a; Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9; Yak. 2:14-18; Mrk. 8:27-35

Tes tengah-semester bagi “Kelompok Duabelas”! Perjalananan mereka bersama Yesus sudah setengah jalan. Secara permanen mereka sudah cukup lama hidup bersama Dia. Sudah banyak yang mereka dengar dan saksikan: penyembuhan, pengusiran setan, pengajaran yang berwibawa, pemberian makan massal, dll. Tibalah saatnya sang Guru mendapat sedikit feed-back, menurut survey kalian di lapangan: “Siapakah Aku ini?” Apa “pendapat orang” tentang jati-diri Yesus? Para murid-Nya pun melaporkan: Yesus dianggap sebagai salah seorang nabi besar, sekaliber Elia dan Yohanes Pembaptis. Hasil survey pendapat “rakyat jelata” ini amat positif, jika dibanding pendapat para ahli Taurat yang mencap Yesus “kerasukan setan” (3:22). Kalau pemilihan Mesias (Kristus) diadakan saat itu, Yesus pasti menang satu putaran!

Akan tetapi, itu baru “pendapat umum”. Bagaimana dengan persepsi kelompok inti? Apakah “tim sukses”-Nya punya pendapat lain? Yesus ingin menggali pendapat pribadi kedua belasan pengikut-Nya itu, yang selama ini menjadi “lingkaran dalam”-Nya! Seperti biasa, Petrus tampil sebagai jubir kelompok-inti, dengan tegas memproklamir: “Engkaulah Mesias!” Bagi mereka, Yesus bukan saja seorang nabi, tetapi sang Kristus, Dia Yang Diurapi Allah untuk mengawali dan menghadirkan zaman keselamatan! Pengakuan Petrus cs ini sesuai dengan apa yang mereka saksikan selama ini: Yesus memang cocok dengan gambaran raja-gembala ideal ala Daud. Ia selalu siap mengayomi rakyat, menuntun mereka lewat pengajaran, memperjuangkan kesejahteraan lewat pelbagai penyembuhan, pengusiran setan dan pemberian makan.

Bagi Yesus, gelar Mesias untuk diri-Nya memang benar, tetapi tidak cukup. Itu barulah satu-sisi dari kemesiasan-Nya. Ia adalah Mesias/Kristus yang jaya lewat jalan penolakan dan penderitaan! Kombinasi penderitaan dan kemulian inilah yang segera Ia ajarkan kepada para Murid dan orang banyak. Maka, Yesus meninggalkan gelar “Mesias” yang mudah dipahami secara berat sebelah itu. Ia memakai gelar “Anak Manusia” yang lebih seimbang mengkombinasikan segi penderitaan (seperti yang dialami nabi Yehezkiel) dan kemuliaan (seperti yang dinubuatkan dalam Daniel 7).

Justru segi penolakan dan penderitaan itulah yang membuat Petrus cs belum lulus! Sejak pengikut-Nya yang pertama sampai sekarang, salib selalu menjadi batu sandungan dan kebodohan. Petrus hanya melakonkan kecenderungan dasariah kita manusia yang selalu berupaya menolak penderitaan dan kematian. Mengimani Kristus yang mulia, dalam Gereja yang jaya, dalam gedung-gedung megah, selalu menjadi impian dan program. Padahal sejarah selalu membuktikan: agama kita pasti merosot setiap kali bersahabat dengan penguasa, bergelimangan harta dan mengejar kejayaan. Kekristenan akan menjadi rapuh dan kehilangan jati diri setiap kali menolak dan menghindari salib. Kita harus mendunia, tanpa menjadi seperti dunia. Kita harus memikirkan persoalan-persoalan manusia, tanpa berpikir seperti manusia. Mengimani Kristus berarti siap melibatkan diri dalam misi-Nya, yang pasti menghadapi salib dan penolakan. Jika tidak, maka peringatan keras Yesus terhadap Petrus berlaku juga untuk Saya dan Anda hari ini: “Enyahlah iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melain apa yang dipikirkan manusia”.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s