Tetap Melakukan Kebaikan Meski Ditolak

Renungan Harian Misioner
Selasa, 28 September 2021
S. Wenseslaus & S. Laurensius Ruiz

Za. 8:20-23; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Luk. 9:51-56

Bacaan Injil hari ini menampilkan perbedaan sikap para murid dan sikap Yesus ketika Yesus ditolak oleh orang-orang Samaria. Kedua murid Yesus marah terhadap orang-orang Samaria yang menolak Yesus dengan kasar. Orang Yahudi dan orang Samaria memang telah terpecah selama berabad-abad dan memiliki hubungan yang kurang baik. Para peziarah Yahudi dari Galilea yang melewati wilayah Samaria menuju ke Yerusalem sering diganggu, diperlakukan secara buruk dan bahkan diserang oleh orang-orang Samaria. Maka, orang-orang Yahudi biasanya menghindari wilayah itu dengan menempuh jalan lain. Yesus melakukan sesuatu yang tak terpikirkan atau yang tak mungkin bagi seorang Yahudi. Yesus, sebagai orang Yahudi, tidak hanya memutuskan untuk berjalan melewati wilayah Samaria yang berisiko untuk dirinya, melainkan juga mengharapkan keramahan dari orang-orang di situ. Namun, orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem (Luk. 9:53). Yakobus dan Yohanes murka terhadap orang-orang Samaria. Mereka minta supaya Yesus mengizinkan mereka untuk membinasakan para penduduk kampung yang menolak kedatangan-Nya: “Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?” (Luk. 9:54). Berhadapan dengan penolakan orang-orang Samaria, Yakobus dan Yohanes teringat akan api dari langit yang dipakai Nabi Elia untuk meyakinkan Raja Ahazia yang bertakhta di Samaria pula (2Raj. 1:9-12).

Bagaimana tanggapan Yesus atas permintaan Yakobus dan Yohanes? Yesus menegur mereka: “Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya” (Luk. 9:55). Yesus menegur kedua murid-Nya karena ketidaksabaran mereka dan sikap balas dendam yang hendak mereka tampilkan. Mereka mungkin akan merasa senang dan puas bila orang-orang yang menolak Yesus mengalami kebinasaan. Yesus tidak mau disamakan dengan Nabi Elia yang biasa bertindak keras. Ia tidak mau mempertobatkan manusia dengan menghukum. Ia membiarkan orang yang menolak-Nya tetap menikmati kehidupan. Kasih kepada para musuh yang pernah diajarkan-Nya (Luk. 6:27-29.35) dipraktikan-Nya sendiri pula. Yesus sadar bahwa masa karya-Nya adalah masa pertobatan, bukan masa penghukuman. Hukuman adalah urusan Allah. Penolakan oleh orang-orang Samaria tidak mengubah keputusan Yesus yang tercermin dalam pandangan dan tindakan-Nya. Yesus akan pergi ke kota suci untuk mempertanggungjawabkan seluruh ajaran dan karya-Nya dan sekaligus untuk berhadapan muka dengan penduduk Yerusalem sebagai nabi yang memperingatkan, bahkan mengancam (Luk. 19:41-46; Luk. 21:20-24). Yesus telah “mengarahkan muka-Nya ke Yerusalem” untuk mati di sebuah salib sehingga orang Yahudi, orang Samaria dan orang bukan Yahudi boleh didamaikan dengan Allah dan dipersatukan sebagai satu umat dalam diri-Nya.

Bagaimana respon kita ketika kita ditolak dengan kasar? Apakah kita akan merespon dengan cara yang sama seperti Yakobus dan Yohanes atau kita merespon seperti cara Yesus merespon orang-orang yang menolak-Nya? Kesabaran dan toleransi merupakan sebuah sikap yang sangat dibutuhkan dewasa ini. Tetapi, kita sering sabar terhadap sesuatu yang keliru atau motivasi yang salah. Kita diingatkan dan diajak untuk bersikap seperti Yesus. Kasih kristiani terletak pada usaha terus-menerus untuk mencari kebaikan tertinggi, baik bagi sahabat maupun bagi mereka yang menolak dan memusuhi kita. Ketika Abraham Lincoln dikritik atas kebaikan, rasa harmat dan kesabarannya terhadap para musuhnya selama Perang Sipil Amerika, dia menjawab: “Apakah saya tidak menghancurkan musuh-musuh saya ketika saya menjadikan mereka sahabat-sahabat saya?” Kita tentu merasa berat dan sulit untuk bersikap seperti Yesus sebagaimana yang dihayati oleh Abraham Lincoln. Namun, sebagai murid-murid Yesus, kita mesti berjuang untuk menghidupi hukum kasih yang diajarkan dan diteladankan oleh Yesus sendiri: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu” (Luk. 6:27-28).

Marilah kita mohon agar Tuhan Yesus yang Maharahim, berbelas kasih dan murah hati membebaskan kita dari prasangka dan ketidaksabaran terhadap mereka yang tidak menyenangkan kita. Kita percaya bahwa Yesus akan selalu membuka ruang hati kita untuk mencintai dan untuk melakukan yang baik bagi sesama bahkan bagi mereka yang “menyalibkan” kita, menolak kita atau yang menginginkan kita sakit, menderita atau bernasib malang. Yesus yang mengajarkan kita hukum kasih dan yang memberikan kita teladan kasih akan memampukan kita untuk tetap melakukan kebaikan meski kita ditolak.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s