Roti Hidup: Jaminan Sinodalitas dan Karya Misi Gereja

Renungan Harian Misioner
Kamis, 12 Mei 2022
P. S. Nereus dan Akhilleus, S. Pankrasius

Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20

Para Sahabat Pembaca RenHar KKI yang terhormat: Shalom!

Kata “Sinode” dan “Sinodalitas” menjadi kata yang sering kita gunakan pada saat ini. Sejak akhir tahun 2021 hingga sepanjang tahun 2022 ini, kita semua sebagai “Gereja yang satu, kudus,katolik, dan apostolik” diberi kesempatan untuk melihat kembali “perjalanan bersama” kita, supaya dapat menarik berbagai hal yang ada di dalamnya untuk kita sampaikan kepada Para Uskup yang akan menggelar Sidang Sinode itu pada tahun 2023.

Ya, kata “Sinode” dari kata bahasa Yunani “Sin” + “Hodos” memang berarti “berjalan bersama.” Dan “Sinodalitas” atau “hal berjalan bersama” tidak hanya mengikutsertakan Gereja dengan Para Klerus, Para Biarawan/ Biarawati dan rekan-rekan Awam sebagai anggotanya, tetapi juga Tuhan Allah kita, yang datang dengan nama “Imanuel” itu, yang dalam Bacaan Injil hari-hari ini memperkenalkan diri-Nya sebagai “Roti Hidup yang turun dari surga” (Yohanes 6 : 53-58), ikut bersinode atau berjalan bersama kita. Dan bahkan bukan hanya kita saja, tetapi juga seluruh umat manusia dan alam ciptaan Tuhan, masuk dalam “scope” atau “jangkauan” Sinodalitas kita!

Dimulai dari Allah & dilanjutkan dalam karya Misi Gereja

Merujuk kepada gelar Imanuel itu (Matius 1:23), menjadi jelas bahwa “hal berjalan bersama” atau “Sinodalitas” itu dimulai dari dan oleh Allah. Dan itulah yang disampaikan secara sangat detail ringkasan atau summary-nya oleh Rasul Santo Paulus dalam Bacaan Pertama hari ini (Kisah 13:13-25).

Bahkan keputusan-Nya untuk menjadikan Israel sebagai Umat Pilihan Allah, dan selanjutnya untuk menjadikan orang-orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya sebagai Gereja-Nya (Matius 16:16-19), juga dibuat di dalam semangat sinodalitas itu. Begitu juga ketika Dia memerintahkan Gereja-Nya untuk memberitakan Injil (Matius 28:16-20), mereka harus melaksanakan perintah itu dalam semangat sinodal (bdk. Lukas 10:1).

Roti Hidup: Jaminan untuk Sinodalitas Gereja dengan Allah

Kata-kata Tuhan mengenai diri-Nya sebagai Roti Hidup dalam Injil Yohanes hari ini, memberi penegasan tentang poin penting ini. Bahwa Roti Hidup yang diberikan Yesus, yang tidak lain adalah diri-Nya sendiri, adalah jaminan untuk Sinodalitas bagi para murid-Nya dengan diri-Nya dan dengan Allah, Bapa-Nya: “Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” …”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia (Yohanes 6:50-56) .

Roti Hidup: Jaminan untuk Karya Misi Gereja

Selain sebagai jaminan bagi Sinodalitas antara orang-orang yang percaya dengan diri-Nya dan Bapa-Nya, Roti Hidup yang diberikan Yesus yang sesungguhnya adalah diri-Nya sendiri, atau daging-Nya dan darah-Nya itu, juga merupakan jaminan bagi karya misi yang Dia percayakan untuk dilakukan oleh para murid-Nya dan orang-orang yang kemudian percaya kepada-Nya. Karena inilah yang Dia katakan tentang Roti Hidup itu, “Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barang siapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barang siapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya”, (Yohanes 6:57-58). Dan kata-Nya lagi, Aku berkata kepadamu sesungguhnya barang siapa yang menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku; dan barangsiapa yang menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku (13:19-20.).

Demikian, tanpa persekutuan yang erat mesra dengan Yesus Kristus, Sang Imanuel yang adalah Roti Hidup yang turun dari surga, maka Sinodalitas dan Karya Misi kita di dalam Gereja akan menjadi Sinodalitas dan Karya Misi yang hampa, karena lepas dari sumber hidupnya, yaitu Kristus, Sang Roti Hidup itu sendiri. Sebab hal ini juga yang telah Dia tegaskan kepada kita, Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yohanes 15:5-8).

Karena itu, marilah kita berdoa, “Tuhan berikanlah kami roti itu senantiasa”, (Yohanes 6:34). Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Bagi Iman kaum muda

Kita berdoa untuk kaum muda yang dipanggil menjalani hidup dengan sepenuh-penuhnya; semoga dalam diri Maria mereka dapat belajar untuk mendengarkan, melakukan diskresi secara mendalam, mempunyai keberanian yang lahir dari iman, dan memberikan diri dalam pelayanan.

Ujud Gereja Indonesia: Menghayati doa rosario

Kita berdoa, semoga bersama Maria kita makin dapat merasakan kesederhanaan dan kedalaman doa rosario, dan mau rajin mendoakannya demi sesama yang memohon doa-doa kita.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s