Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa VIII, 31 Mei 2023
Pesta SP Maria Mengunjungi Elisabet
Zef 3:14-18 atau Rm 12:9-16b; MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6; Luk 1:39-56
Misi: Membentangkan layar pewartaan untuk membangkitkan dan membahanakan kebanggaan serta sukacita iman, serentak menanggalkan mantol kepura-puraan dalam hidup.
Sesama sahabat misioner yang terkasih. Cerita iman kita kali ini mengajak kita masuk pada bilik peremenungan yang mendalam tentang salah satu aspek misi dan pewartaan yakni kunjungan yang menghadirkan kebanggaan serta kegembiraan iman. Pewartaan yang memiliki daya transformatif untuk menanggalkan kepalsuan dan kepura-puraan.
Pada bacaan pertama, Zefanya bernubuat tentang sukacita yang harus dimiliki Putri Sion, Kegembiraan yang semestinya melonjak di dalam hati kaum Israel, serta sorak-sorai yang menjadi kepunyaan Putri Yerusalem. Sukacita ini dikarenakan Tuhan telah membinasakan bala musuh Israel, juga hukuman yang sepatutnya dijatuhkan atas bangsa Israel telah disingkirkan Tuhan. Tuhan telah kembali berada di tengah-tengah bangsa Israel maka Israel tidak perlu takut.
Dalam injil Suci menurut catatan Lukas, Sukacita bangsa Israel terlanjutkan dalam Magnificat Maria dan kebanggaan Elisabet yang mendapat Kunjangan Maria. Maria dan sanaknya Elisabet merupakan representasi kaum sisa kecil Israel yang berpengharapan penuh untuk mengalami sukacita yang dilimpahkan Tuhan.
Sesama sahabat misioner yang terkasih. Kisah Maria mengunjungi Elisabet merupakan suatu kisah iman yang memberi tekanan pada suatu gerakan misi dan pewartaan untuk menyingkapkan rahasia keselamatan yang dikerjakan Allah bagi manusia yang percaya. Rahasia di mana Allah berpihak pada orang lemah yang bersandar pada kasih dan karya Agung Tuhan, mereka yang rendah hati yang mengandalkan perbuatan besar Tuhan, mereka yang hina, kecil, dan tak berdaya yang mendapat pembelaan Tuhan.
Kunjungan Maria adalah suatu gerakan iman yang membangun perjumpaan antara Tuhan dengan orang-orang pilihan-Nya. Karena perjumpaan ini, maka bergemalah sukacita Elisabet dan Yohanes di dalam rahim Elisabet. Lebih dari itu, kunjungan Maria menjadi singkapan Misteri kemuliaan Tuhan di dalam rahim Maria serta pujian atas karya Tuhan bagi Maria sebagai Putri pilihan Allah.
Sesama sahabat misioner yang terkasih. Kasih Maria mengunjungi Elisabet sejatinya menjadi kisah kita bersama yang percaya pada Kristus; yang lebih mengandalkan Kasih Tuhan serta mengakui semua perbuatan besar dan karya agung Tuhan dalam hidup kita. Maka panggilan kemuridan kita adalah panggilan untuk menanamkan sukacita dalam hidup kita, membuka diri pada tindakan Allah, mengakui semua karya Tuhan yang menyelamatkan kita.
Kita akan memiliki hati yang bersukacita, yang penuh dengan pujian jika kita memiliki kepastian iman bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah kita dan berpihak pada. Dia telah meluputkan kita dari berbagai ancaman kebinasaan. Namun tindakan iman yang sesungguhnya bukan sekadar memiliki sukacita dan kebanggaan iman, tidak juga sebatas membawa sukacita bagi sesama melainkan seluruh hidup kita semestinya menjadi Gita Bahana serta magnifikat tiada batas pada Tuhan, hidup kita sepantasnya menjadi suatu kegairahan iman untuk menyadari bahwa Tuhan sungguh berjalan bersama kita, hadir di tengah kita serta melakukan karya keselamatan bagi kita.
Sesama sahabat misioner yang terkasih. Hidup kita adalah buah karya keselamatan Tuhan. Sukacita iman kita adalah gema pujian bagi Tuhan, muatan perwartaan kita adalah Allah yang Kudus telah melakukan perbuatan besar bagi kita. Maka marilah kita dengan tulus memperhatikan sesama yang membutuhkan pertolongan kita sebagaimana Allah telah melimpahkan segala yang baik bagi kita. Amin.
(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Gerakan-gerakan dan Kelompok-kelompok Gerejawi – Kita berdoa semoga gerakan-gerakan dan kelompok-kelompok Gerejawi menemukan kembali misi evangelisasi mereka setiap hari, dan menempatkan karisma mereka pada setiap pelayanan bagi mereka yang membutuhkan di dunia ini.
Ujud Gereja Indonesia: Kebijaksanaan Maria – Kita berdoa, semoga para ibu dan kaum perempuan bersedia meneladan Bunda Maria, sehingga mereka menjadi sabar dan bijaksana, rela berkorban dan percaya bahwa karena pertolongan Tuhan, apa yang tidak mungkin menjadi mungkin terjadi bagi kehidupan anak-anak dan lingkungannya.
Amin
