Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XII, 30 Juni 2023
Pr. Martir Pertama di Roma
Kej. 17:1,9-10,15-22; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Mat. 8:1-4
Misi: Membangun niat untuk untuk berjumpa dengan Tuhan yang mampu mengubah segalanya menjadi baru.
Sesama sahabat misioner yang terkasih. Sabda Tuhan membawa kita mengalami Janji Allah yang menjadikan segalanya mungkin bagi kita.
Pada bacaan pertama, Kitab Kejadian berkisah tentang Janji Allah kepada Abraham dan istrinya, Sara. Abraham akan memperoleh seorang anak laki-laki dari Sara. Dan Janji Allah pasti terpenuhi dan terbatalkan. Sementara dalam bacaan Injil Suci menurut Matius si kusta berseru pada Yesus untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit kusta yang dideritanya.
Abraham meragukan Janji Allah, namun Janji Allah tetap terlaksana, karena Janji Allah lebih dahsyat daripada kebimbangan dan keraguan Abranam. Sementara si Kusta sungguh yakin akan kemampuan Yesus untuk mentahirkan dirinya. Si kusta begitu yakin akan kemampuan Yesus, namun ia ragu, apakah Yesus mau atau tidak untuk mentahirkan dirinya.
Sesama sahabat misioner yang terkasih. Gerakan dan dinamika iman si kusta mulai terlihat dari tindakan iman berklimaks yakni datang pada Yesus, memohon KESEDIAAN dan BELAS KASIHAN YESUS, yang berujung pada pentahiran dirinya dari penyakit kusta.
Yesus sungguh memenuhi keinginan, kerinduan serta kebutuhan si kusta. Yesus meyakinkan serta meneguhkan si kusta dengan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir!” Dan benar si kusta menjadi tahir seketika. Namun Yesus memberikan syarat yang harus dipenuhi, sebagai tindakan kontributif si kusta yakni: dia mesti memperlihatkan diri pada imam untuk memperoleh pengakuan publik, seraya mempersembahkan persembahan sebagai ungkapan syukur dan pujian kepada Tuhan.
Si kusta menjadi cerminan bagi perkembangan kedewasan iman kita. Dalam situasi terkepung berbagai kesulitan, terutama yang membuat kita terpisah dan tersisi dari sesama, kita hendaknya berusaha dengan tulus untuk berjumpa dengan Yesus, membawa semua beban hidup ke hadapan-Nya, memohon kesediaan dan belas kasihan-Nya agar DIA mau membersihkan kita dari berbagai penderitaan yang melilit hidup kita.
Tidak jarang pikiran, perasaan, tutur-lisan serta tata laku kita dikotori, dicemari dan dikeruti oleh dosa-dosa kita. Yesus Sang Penebus tidak pernah akan menolak setiap kita yang datang kepada-Nya seraya berseru memohon belas kasihanNya. Ia akan mengulurkan tangan-Nya, menjamah kita dan mentahirkan kita dari segala noda dosa. Yesus pasti akan meyakinkan kita bahwa DIA mau membersihkan kita dari dosa-dosa kita, juga melepaskan kita dari berbagai persoalan hidup.
Yesus meyakinkan kita bahwa DIA pasti melepaskan kita dari segala kesulitan dan penderitaan kita, namun kita tidak hanya memohon dan meminta melainkan sepantasnya kita percaya sungguh akan kemampuan dan kasih Yesus untuk membawa kita keluar dari kesulitan kita. Yesus pun menghendaki agar iman kita tidak sebatas memohon dan percaya pada Yesus, melainkan mesti bertumbuh hingga sikap bersyukur. Iman kita harus berangkat dari gerak hati yang bersih, berserah, berseru, dan bersyukur.
Sesama sahabat misioner yang terkasih. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menyatukan diri dengan Janji Allah, memastikan diri bahwa Janji Allah adalah kepastian tunggal yang tak pernah terbatalkan.
Tuhan dalam belas kasihan dan kesediaan-Nya, pasti merubah segala derita kita menjadi sukacita dan syukur, mengubah keraguan kita menjadi kepastian. Jangan membiarkan iman kita berhenti pada berserah dan berseru, melainkan terus bergerak menuju sikap hati yang percaya, bersorak dan bersyukur. Sikap hati yang bersih, berserah, berseru, bersorak dan bersyukur adalah ungkapan kepastian iman yang menyingkirkan keraguan kita akan kepastian Janji Allah serta kesetiaan-Nya pada Janji-Nya. Amin.
(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Penghapusan praktik penyiksaan – Kita berdoa semoga komunitas internasional berkomitmen dengan cara-cara konkret untuk memastikan penghapusan praktik penyiksaan dan menjamin adanya dukungan bagi para korban dan keluarganya.
Ujud Gereja Indonesia: Hati Yesus – Kita berdoa, semoga kita dianugerahi rahmat untuk menghormati dan mencintai Hati Yesus, dan percaya, bahwa dalam Hati-Nya yang Maha Kudus kita boleh menemukan kekuatan dan penghiburan, lebih-lebih ketika kita dicekam oleh beban hidup dan krisis yang tak tertanggungkan.
Amin
