Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XII, 01 Juli 2023
P. S. Teodorikus
Kej. 18:1-15; Mzm. MT Luk. 1:46-47,48-49,50,53, 54-55; Mat. 8:5-17
“Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Tetapi, katakan saja sepatah kata, dan hambaku itu akan sembuh.” (Matius. 8:8)
Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan tentang kepercayaan yang total dalam hal beriman. Seorang Perwira yang memiliki jabatan yang cukup tinggi pada saat itu meminta kepada Yesus untuk menyembuhkan hambanya tanpa Yesus harus datang dan menjamah hambanya. Perwira ini sungguh yakin bahwa Yesus mampu melakukan seperti yang diharapkannya dan bersandar sepenuhnya pada Sabda Yesus.
Melalui bacaan Injil hari ini, kita diajak untuk melihat beberapa hal: pertama, iman yang tulus dan penuh kepada Yesus memiliki kekuatan yang besar. Seperti yang terlihat pada perwira Romawi, iman yang sungguh-sungguh dan tulus dapat membawa kesembuhan dan pengharapan dalam hidup kita. Kedua, Yesus adalah sumber penyembuhan dan kekuatan bagi semua yang datang kepada-Nya dengan iman. Dia tidak hanya peduli pada satu individu, tetapi Dia merangkul semua orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang terbuka dan penuh kasih. Ketiga, kita diajak untuk mempercayai kuasa dan otoritas Yesus dalam menghadapi penderitaan dan penyakit. Seperti yang terlihat dalam kisah ini, Yesus mampu mengatasi segala sesuatu dengan hanya sepatah kata saja. Kita diyakinkan untuk percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan, menghibur, dan memulihkan kita dalam segala situasi yang kita hadapi.
Dalam hidup kita setiap hari, tak jarang kita menemui jalan buntu, berada dalam kesulitan, dan bingung dalam menentukan langkah apa yang harus diambil. Perwira Romawi dalam Injil Matius hari ini memberikan kita jawabannya: miliki iman yang kuat! Bagaimana sederhananya memiliki iman yang kuat ini? Datang kepada Yesus. Saat menghadapi berbagai persoalan dalam hidup, kita diajak untuk datang kepada Yesus, berharap pada-Nya dan mohon pada-Nya. Semua ini dapat kita lakukan dengan bertekun dalam doa, rajin membaca Kitab Suci, dan dengan tulus serta total mengikuti semua kegiatan Gereja. Yesus memperhatikan setiap kita secara pribadi dan akan mengabulkan doa yang disampaikan denga hati yang tulus.
Seperti perwira Romawi, mari kita memohon dengan sungguh-sungguh dan berserah sepenuhnya kepada Yesus, karena Dia adalah sumber kehidupan dan kesembuhan bagi kita semua.
(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Kehidupan Ekaristi– Kita berdoa semoga umat Katolik menempatkan perayaan Ekaristi sebagai jantung kehidupan, yang mengubah hubungan antar sesama secara mendalam, dan terbuka pada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.
Ujud Gereja Indonesia: Kesadaran berpolitik – Kita berdoa, semoga banyak orang muda Katolik terpanggil untuk terjun dalam dunia politik dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan, agar mereka bisa turut ikut membuat kebijakan demi pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan sosial.
Amin
