Kuasa dan Otoritas YESUS

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XIII, 05 Juli 2023
P. S. Antonius Maria Zakkaria

Kej. 21:5,8-20; Mzm. 34:7-8,10-11,12-13; Mat. 8:28-34

Dalam bacaan Injil hari ini kita diajak untuk merenungkan kisah Yesus yang mengusir setan-setan yang merasuki dua orang di Gadara. Setelah berhasil mengusir setan dan menolong dua orang yang kerasukan itu, orang-orang di Gadara justru meminta Yesus meninggalkan daerah tersebut. Orang-orang ini sepertinya lebih memilih menyesali hewan peliharaannya daripada bersyukur karena Yesus telah mengusir setan yang merasuki dua orang dari kelompoknya. Reaksi ini menggambarkan penolakan manusia terhadap kuasa dan otoritas Yesus.

Dalam kehidupan kita setiap hari, kadang kita lebih memilih untuk mengusir Yesus daripada menghadapi perubahan hidup ke arah yang lebih baik. Kita juga kadang lebih memilih untuk memperoleh materi/perhatian dari atasan dengan menolak/mengorbankan teman kerja, lebih memilih uang (korupsi) daripada mensukseskan program untuk kebaikan bersama demi banyak orang. Kita terlalu terikat dengan hal-hal materi dan kepentingan pribadi mereka sehingga tidak mampu melihat nilai yang jauh lebih besar dalam kehadiran dan kuasa Yesus. Hal-hal duniawi lebih mendapat prioritas daripada hal surgawi.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk mengakui dan menerima kuasa dan otoritas Yesus dalam seluruh hidup kita. Ketika kita menghadapi kuasa setan atau godaan duniawi atau tantangan spiritual lainnya, kita dapat mempercayakan diri kepada Yesus, karena Dia memiliki kuasa untuk membebaskan kita dan membantu kita menjadi pribadi yang baru. Kita  juga diajak untuk tidak terikat dengan hal-hal materi atau kepentingan pribadi kita sendiri sehingga kita dapat sepenuhnya mengakui dan mengalami kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Mari kita belajar untuk mengasihi dan menghormati kuasa dan otoritas Yesus dalam hidup kita, berani menghadapi ketakutan dan penolakan, serta mempercayakan diri sepenuhnya kepada-Nya, karena hanya dalam Dia kita akan menemukan kebebasan sejati dan damai yang abadi.

(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Kehidupan Ekaristi– Kita berdoa semoga umat Katolik menempatkan perayaan Ekaristi sebagai jantung kehidupan, yang mengubah hubungan antar sesama secara mendalam, dan terbuka pada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.

Ujud Gereja Indonesia: Kesadaran berpolitik – Kita berdoa, semoga banyak orang muda Katolik terpanggil untuk terjun dalam dunia politik dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan, agar mereka bisa turut ikut membuat kebijakan demi pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan sosial.

Amin

Tinggalkan komentar