Malam kedua kegiatan T-SoM, para remaja T-SoM Angkatan ke-3 mendapatkan kunjungan dari para senior mereka, remaja-remaja T-SoM Angkatan I dan II. Kakak-kakak T-SoM meng-sharing-kan kesan dan pesan mereka mengenai program T-SoM yang pernah mereka ikuti. T-SoM angkatan pertama masih sempat bermisi ke tanah Sumba, sementara T-SoM Angkatan II terpaksa lebih banyak melakukan kegiatan melalui zoom, dikarenakan masa pandemi COVID-19. Beberapa dari mereka mengatakan sangat terkesan dengan persahabatan di antara remaja T-SoM dan juga kekeluargaan yang ditawarkan oleh umat tempat mereka bermisi.


Hari terakhir Pernas II T-SoM Angkatan ke-3 dimulai dengan misa pagi yang dipimpin oleh RP. Hiasintus Ikun, CMF, Dirdios Palangkaraya, ditemani RD. Junarto Timbang, Didios K.A. Makassar. Tema “Muntilan Prayer” ini juga diwarnai dengan pengenalan sejarah misi kepada para remaja. Sebelum para remaja diajak ke lokasi, RD. Fransiskus Yunarvian Dwi Putranto selaku Dirdios K.A. Semarang sekaligus Direktur Museum Misi, Muntilan memberikan penjelasan mengenai jejak langkah misi di sekitar Muntilan. Para remaja diajak ke beberapa lokasi sejarah, yaitu: Museum Misi, Perkuburan Para Misionaris, Romo Prennthaler Boro, yang berada di kompleks yang sama dengan Taman Doa Bunda Maria Pelindung Keluarga, dan tujuan terakhir adalah Gua Maria Sendang Sono.



Para remaja yang jumlahnya hampir lima puluh orang, berangkat naik mobil mini bus bersama para pendamping dan Dirdios. Meskipun dengan transportasi seadanya, mereka tampak riang dengan kegiatan outing ini. Di museum dan perkuburan, anak-anak diberi penjelasan mengenai sejarah misi dan gerak para misionaris. Sementara di gua Maria Sendang Sono, anak-anak menghabiskan waktu lebih lama. Setiap kelompok dipimpin seorang Dirdios dan para pendamping. Para remaja diminta membuat refleksi mengenai kegiatan hari itu. Refleksi mereka kemudian dibacakan di dalam kelompok. Meskipun masih muda, bahkan ada yang baru akan masuk ke bangku SMP, refleksi para remaja cukup dalam, begitupun struktur penulisan dan penyampaiannya. Refleksi ini selain untuk membawa para remaja memiliki kesadaran akan pengalaman hidup mereka dan mendekatkan mereka pada Sabda Allah, sekaligus juga dapat melatih keterampilan mereka dalam menulis dan menyusun karya tulis.



Pada malam terakhir “Muntilan Prayer” kegiatan para remaja T-SoM ditutup dengan evaluasi dalam masing-masing kelompok, berdasakan keuskupan masing-masing. Pada saat bersamaan, di lokasi berbeda, Seminari Menengah St. Petrus Magelang, diadakan misa yang dihadiri panitia Jamnas SEKAMI 2023. Misa dipimpin langsung oleh RD. M Nur Widipranoto, Dirnas KKI; bersama RD. Fransiskus Yunarvian Dwi Putranto, Dirdios K.S. Semarang, Dirdios K.A. Semarang sebagai ketua OC Jamnas; serta RD. Junarto Timbang, Dirdios K.A. Makassar sebagai ketua SC Jamnas. Misa ini dikhususkan untuk mendoakan kelancaran kegiatan Jamnas.

Rombongan dari berbagai keuskupan tampak sudah mulai berdatangan dengan bis-bis besar. Sementara di GOR dan berbagai sudut seminari tampak kesibukan panitia yang masih mempersiapkan alat-alat dan dekor untuk kegiatan Jamnas.
(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)
