Menjadi Betel atau Rumah ALLAH

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XIV, 11 Juli 2023
P. S. Benediktus

Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38; atau dr RUybs

Dari Betel ke Pniel & dari Pniel ke Israel

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom!

Melalui tokoh-tokoh Alkitabiah yang Tuhan hadirkan kepada kita melalui  Firman-Nya, baik tokoh dengan karakter yang baik dan positif maupun tokoh dengan karakter yang negatif dan jahat, Tuhan menitipkan pesan-pesan kepada kita supaya kita belajar dari tokoh-tokoh itu: belajar melakukan kebaikan yang dikehendaki Tuhan dan belajar menolak kejahatan yang dibenci oleh Tuhan!

Rumah Allah atau Betel

Betel dan Pniel merupakan dua titik penting dalam Ziarah Yakub setelah dia mendapatkan BERKAT ANAK SULUNG yang seharusnya menjadi hak kakaknya: Esau. Karena itu Yakub harus menghindari Esau, alias melarikan diri dari saudaranya itu. Namun, di dalam pelarian itu, di manapun dia berada, Tuhan Allah Abraham nenek-moyangnya berjalan bersama dia dan menjaga serta melindungi Yakub. Dua peristiwa penting dalam pelarian Yakub ini adalah perjumpaannya dengan Allah baik di Betel maupun di Pniel.

Setiap keluarga atau rumah tangga orang percaya adalah Betel atau Bait-Nya Allah!

Betel merupakan tempat di mana Yakub bermalam dengan berbantalkan sebuah batu, dan dari batu itulah Yakub menerima pewahyuan dari Allah yang menjadikan dia sebagai tempat kediaman-Nya (Mat. 28:10-15). Karena Yakub taat-setia kepada Allah, maka dirinya dijadikan Betel, Rumah Allah! Dan sebagaimana Yakub, demikian juga setiap orang yang percaya kepada Allah: tempat-tempat di mana orang-orang percaya meletakkan kepalanya, yang dalam hal ini adalah rumah tangga atau keluarga mereka, tempat itu diubah oleh Tuhan menjadi “Betel” atau menjadi Bait-Nya alias Gereja-Nya Tuhan!

Berkat Allah untuk Betel atau tempat kediaman-Nya!

Orang-orang percaya berikut keluarga mereka, karena mereka telah menjadi “Betel,” alias “Rumah kediaman Allah,” maka kepada mereka Allah menyediakan BERKAT dalam rupa keturunan berikut perlindungan, penyembuhan dari sakit-penyakit, bahkan kebangkitan dari antara orang mati (Kejadian 28:15; Matius 9:18-26).

Dari Pniel menjadi Israel

Pniel adalah tempat di mana Yakub bergulat dengan Tuhan Allah, dan mendapatkan berkat di akhir pergulatan itu. Dan Allah mengaruniakan nama baru kepada Yakub, yakni Israel, (Kejadian 32:25-28). Berkat untuk Yakub di Pniel adalah identitas baru, “ISRAEL” yang akan menjadi penanda jati-diri kaum keturunan Abraham, yang sekaligus adalah Umat milik-Nya Allah!

Berkat untuk Umat Allah di zaman Yesus, tersedia bukan hanya bagi orang-perorangan melainkan bagi seluruh bangsa. Dalam Injil hari ini, berkat Allah itu muncul dalam rupa penyembuhan untuk seorang yang bisu yang kerasukan setan, juga pewartaan Injil yang diikuti dengan penyembuhan dari sakit-penyakit dan kelemahan (Matius 9:32-36).

Berkat didapatkan oleh mereka yang “terhubung dengan” Tuhan Allah!

Berkat kesembuhan yang dialami oleh wanita yang telah 12 tahun lamanya sakit, juga kebangkitan dan hidup bagi anak kepala rumah ibadat itu, diberikan karena mereka “membuka hati dan memberi diri” untuk masuk dalam perjumpaan dengan Yesus, melalui kontak fisik: wanita yang sakit menjamah jubah Yesus, Yesus memegang tangan anak kepala rumah ibadat yang sudah almarhum itu, dan kuasa penyembuhan serta kehidupan dari Tuhan mengalir memberi hidup dan kesembuhan kepada mereka (Matius 9:18-26). Jadi, kontak pribadi dengan Dia yang memberi hidup dan yang berkuasa memulihkan kehidupan, adalah jaminan bagi seseorang untuk mendapatkan Berkat & Pertolongan Tuhan!

Saudara-saudariku semuanya, mari terus hidup dalam hubungan yang tak terputuskan dengan Tuhan Yesus Kristus, supaya BERKAT dan KASIH-KARUNIA Allah juga tetap tercurah kepada kita tanpa putus. Amin! (PMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Kehidupan Ekaristi– Kita berdoa semoga umat Katolik menempatkan perayaan Ekaristi sebagai jantung kehidupan, yang mengubah hubungan antar sesama secara mendalam, dan terbuka pada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.

Ujud Gereja Indonesia: Kesadaran berpolitik – Kita berdoa, semoga banyak orang muda Katolik terpanggil untuk terjun dalam dunia politik dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan, agar mereka bisa turut ikut membuat kebijakan demi pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan sosial.

Amin

Tinggalkan komentar