Iman dalam Sakit

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Biasa XIV, 14 Juli 2023
P. S. Kamillus dr Lellis

Kej. 46:1-7,28-30; Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,39-40; Mat. 10:16-23

St. Kamillus, yg diperingati hari ini amat sesuai bagi kita masa kini. Baru saja dinyatakan dengan resmi, bahwa wabah dunia boleh disebut resmi dipandang usai. St. Kamillus diakui Gereja Universal sebagai Pelindung Orang Sakit. Padahal waktu muda, dia nakal dan merepotkan keluarga maupun lingkungannya. Sudah pada awal, kita bisa ‘berjalan bersama St. Kamillus untuk membuka diri kepada Roh Kudus, untuk bertobat’. Marilah kita mensyukuri,bahwa kadang kala Tuhan mengunjungi kita melalui pahlawan-pahlawan penyehatan, seperti dokter, perawat dan pengusaha penyehatan lain. Syukur!

Bacaan I – Kel, 46:1-7.28-30: mengajak umat Allah bersatu dengan anak-anak Israel, yang mengalami konflik intern antara Yusuf dengan saudara-saudaranya sehingga terjadi pembuangan ke Mesir. Namun keluarga itu dipersatukan kembali dengan penuh kasih. Kadang kita dijauhkan satu sama lain dengan jarak atau karena kemarahan atau ambisi. Kepahitan dan dendam itu sering dilengkapi dengan penyiksaan atau penyakit. Namun ternyata Allah memulihkan kasih sayang persaudaraan dengan halus sekali. Roh berkarya denga amat lembut bagi pemulihan kerukunan. Marilah kita membuka diri kepada Roh Kasih, agar supaya mempertemukan kita satu sama lain kembali kalau pernah ada sakit hati, kesalahan, atau bahkan dosa sekalipun. TUHAN, pulihkan kami.

Mazmur Tanggapan: kita diingatkan untuk memadahkan penyembuhan perdamaian, berkat Sang Benar dari-Nya.

Bacaan Injil – Yoh. 16:13a.14:26b: sudah di zaman Gereja Perdana, para murid Kristus berjumpa dengan penyakit fisik maupun sosial, yang sangat sulit dibetulkan. Dulu maupun kini, sejumlah penyembuhan semu dapat ditawarkan, dengan aneka alasan. Diperlukan koreksi, agar pelayanan penyembuhan dan pemulihan derita dan sakit tidak dipalsukan tetapi dilaksanakan dalam kebenaran. Kita, adalah Murid Kristus, Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup. Marilah kita dukung pula segala upaya penyehatan yang tulus demi Kemuliaan Allah. Kita mohon bantuan Santo Kamillus.

 (RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Kehidupan Ekaristi– Kita berdoa semoga umat Katolik menempatkan perayaan Ekaristi sebagai jantung kehidupan, yang mengubah hubungan antar sesama secara mendalam, dan terbuka pada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.

Ujud Gereja Indonesia: Kesadaran berpolitik – Kita berdoa, semoga banyak orang muda Katolik terpanggil untuk terjun dalam dunia politik dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan, agar mereka bisa turut ikut membuat kebijakan demi pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan sosial.

Amin

Satu respons untuk “Iman dalam Sakit

Tinggalkan komentar