Belajar dari Firaun dan Orang Farisi

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XVI, 24 Juli 2023
P. S. Sharbel Makhlūf

Kel. 14:5-18; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6; Mat. 12:38-42.

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih: Shalom!

Firman Tuhan disampaikan kepada kita dengan berbagai maksud dan tujuan, ada yang dimaksudkan untuk mengajar, yang lain untuk mengingatkan, yang lain lagi untuk memberi peneguhan dan bahkan juga kritik dan teguran atau kecaman!

Meminta tanda: Protret ketegaran hati manusia!

Raja Mesir yang mengizinkan Musa dan orang-orang Israel untuk keluar dari Mesir, kemudian menyesali tindakannya, dan kembali mengejar orang Israel untuk dikembalikan lagi ke Mesir melanjutkan perbudakan mereka. Sekalipun Tuhan Allah sudah mendatangkan berbagai tulah ke atas negeri Mesir, namun nampaknya mereka tidak menyerah. Begitu juga, orang Farisi dan para ahli Taurat, selalu memposisikan diri mereka sebagai lawan Yesus. Mereka mau percaya kepada Yesus, kalau diberikan tanda, dan Yesus menegaskan tentang tanda nabi Yunus! Baik Firaun dan bala tentaranya maupun orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, mereka termasuk orang-orang yang tegar hati. Mereka tidak mampu melihat bahwa Tuhan Allah bekerja dalam sejarah untuk menyelamatkan Israel dan umat manusia! Mereka meminta tanda, dan Yesus menunjukkan tanda-tanda itu, namun mereka tetap tidak percaya!

Tanda yang mengantar kepada pertobatan!

Tanda-tanda yang dikerjakan Tuhan, dimaksudkan untuk membawa orang kepada keyakinan, bahwa Tuhan sungguh ada dan sungguh bekerja di dalam sejarah umat manusia, untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.

Pengalaman pembebasan orang Israel dari perbudakan Mesir, yang berpuncak pada “Paskah” menjadi tanda penyelamatan Allah bagi orang Israel. Pertobatan orang-orang Ninive, juga merupakan tanda bahwa Allah mengasihi umat-Nya dan bahkan membatalkan hukuman yang telah dirancang-Nya bagi umat itu, ketika mereka menyadari dosa dan kesalahan mereka lalu bertobat!

Peringatan untuk orang yang melawan rancangan Allah!

Sekalipun demikian, selalu ada tokoh-tokoh yang membangkang dan melawan Allah. Raja Firaun dan tentara Mesir di zaman Perjanjian Lama adalah contohnya. Begitu juga orang-orang Farisi dan para ahli Taurat pada zaman Yesus. Firaun dan tentara Mesir, karena melawan Allah, maka hidup mereka berakhir di Laut Teberau. Mereka semua disapu bersih oleh murka Allah, tidak ada seorangpun yang tersisa. Nasib Firaun dan tentaranya menjadi peringatan, bahwa siapapun yang melawan kehendak Allah akan mengalami Nasib serupa!

Rekomendasi untuk mereka yang mau mendengar dan melakukan kehendak Allah!

Tanda Nabi Yunus, yang diberikan Yesus kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, sesungguhnya merupakan rekomendasi dari Tuhan kita Yesus Kristus kepada mereka yang meminta tanda dari pada-Nya. Ninive batal untuk ditunggangbalikkan, karena mulai dari Rajanya hingga seluruh penduduk dan bahkan hewan peliharaan, semuanya berpuasa memohon pengampunan dari Tuhan atas dosa dan kesalahan mereka. Perubahan dari cara hidup yang berdosa dan membangkang melawan perintah Tuhan, kepada cara hidup yang sesuai dengan kehendak Allah, itulah satu-satunya tanda yang tersedia bagi orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang meminta tanda itu.

Demikian, dari orang-orang seperti Firaun dan tentaranya, berikut orang-orang Farisi dan para ahli Taurat inipun ada pembelajaran untuk kita: siapapun yang hidup menurut Firman Tuhan dan rancangan-Nya akan hidup, dan siapapun yang melawan Firman Tuhan dan rancangan-Nya akan binasa. Semoga kita dapat belajar baik dari Firaun dan tentaranya serta dari orang-orang Farisi dan para ahli Taurat ini, untuk mengenali apa yang berkenan kepada Tuhan dan lalu melaksanakannya. Amin. (PMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Kehidupan Ekaristi– Kita berdoa semoga umat Katolik menempatkan perayaan Ekaristi sebagai jantung kehidupan, yang mengubah hubungan antar sesama secara mendalam, dan terbuka pada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.

Ujud Gereja Indonesia: Kesadaran berpolitik – Kita berdoa, semoga banyak orang muda Katolik terpanggil untuk terjun dalam dunia politik dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan, agar mereka bisa turut ikut membuat kebijakan demi pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan sosial.

Amin

Tinggalkan komentar