Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XVI, 25 Juli 2023
P. S. Yakobus
2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2c-3,4-5,6; Mat. 20:20-28
Rasul biasa diartikan sebagai bagian dari kedua-belas murid Tuhan Yesus, yang istimewa dan disebut namanya dalam Injil. Namun, sesungguhnya, “rasul” mempunyai arti mendasar, yang lebih menunjukkan suatu pilihan, yaitu ORANG YANG DIUTUS MENJADI SAKSI IMAN. Ringkasnya “UTUSAN IMAN”. Dalam arti itu, Yakobus, saudara Yohanes, mempunyai fungsi yang lebih mengandung sifat gerejawi. Dengan demikian, ‘rasul bukanlah sekadar nama belaka’, tetapi ‘sebutan untuk seseorang yang berperan’. Makna awal: Mat. 4:18-21 sebagai petunjuk awal dapat memberi makna awal yang penting, yaitu seseorang yang mendapat panggilan istimewa dan sekaligus juga mempunyai tugas yang penting di kalangan Murid Kristus Perdana, yaitu: pengikut Kristus berperan khas.
Bacaan I: 2Kor. 4:7-15: menunjukkan, bagaimana murid lain dalam Gereja Perdana memandang seseorang, seperti Yakobus itu mempunyai fungsi khas. Fungsi itu, bukanlah pertama-tama peran organisatoris atau kehormatan pribadi, melainkan suatu penugasan dari Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu, nilainya, bukan terletak dalam bobot si pribadi atau si ‘sukses, nantinya’, melainkan dari kepercayaan Sang Pemberi, yaitu Sang Kristus. Jadi ia mempunyai kedudukan Kristo-logis. Dengan demikian pula, ia mempunyai pertanggungjawaban Kristo-sentris: berasal, berwarna dan bertujuan Kristus. Dari sisi lain, kalaulah para rasul akan mengalami duka derita atau beban kerja yang berat, maka itu pun karena mengikuti jejak Tuhan Yesus Kristus, Sang Pemberi pengutusan. Memang bebannya berat, namun pengutusan itu memberi berkah Allah yang penuh rahmat. Sejauh itu, kehormatan-Nya bersifat ilahi benar-benar.
Mazmur 126 memberi warna kepada para Rasul: warna yang serupa dengan semua utusan Tuhan dalam Perjanjian Lama (Hakim, Raja, Nabi). Kehormatan dianugerahkan, beban juga dilimpahkan, Roh juga diresapkan sehingga keilahian dan kemanusiaan menyatu-padu.
Injil Matius 20:20-28 memperlihatkan sifat manusiawi maupun sifat ilahi dalam DIRI RASUL YAKOBUS. Artinya, sangat kelihatan, betapa manusia Yakobus menyatu dengan ibunya, teman-temannya dan sifat lemah dari seorang manusia; namun Tuhan Yesus juga memperlihatkan, bahwa mereka mengambil bagian dalam Keilahian Guru Nasaret, yang mengikutsertakan mereka dalam Pengutusan Yesus. Dengan cara itu, Yakobus ikut serta dalam proses Penjelmaan Sang Kristus, proses penebusan Sang Guru, tetapi sekaligus juga dalam penderitaan Sang Mesias. Dalam seluruh peristiwa itu, Yakobus menjadi sahabat Yesus, yang amat dekat dan karena itu juga menerima Roh Ilahi. Yakobus akan menjalankan pengutusan-Nya dalam kekuatan Roh Kudus, karena JALAN BERSAMA dengan YESUS. Refleksi Kita: sekarang kita mengambil bagian dalam perasulan Tuhan Yesus, sehingga juga diikutsertakan dalam Persekutuan Gereja, sebagai sahabat Yesus dan anak-anak Allah demi Kemuliaan Ilahi berkat Daya Kekuatan Roh Kudus, untuk mewartakan Kabar Gembira.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Kehidupan Ekaristi– Kita berdoa semoga umat Katolik menempatkan perayaan Ekaristi sebagai jantung kehidupan, yang mengubah hubungan antar sesama secara mendalam, dan terbuka pada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.
Ujud Gereja Indonesia: Kesadaran berpolitik – Kita berdoa, semoga banyak orang muda Katolik terpanggil untuk terjun dalam dunia politik dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan, agar mereka bisa turut ikut membuat kebijakan demi pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan sosial.
Amin
