Di dalam YESUS Tersedia Kebangkitan dan Hidup

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XVI, 29 Juli 2023
P. S. Marta, Maria dan Lazarus

dr Rybs 1 Yoh. 4:7-16; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11; Yoh. 11:19-27 atau Luk. 10:38-42. (atau Bacaan Pertama dan Mazmur Tanggapan dari hari biasa)

Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Shalom! Pada hari ini, di dalam Gereja yang satu, yang kudus, yang Katolik, dan yang apostolik, kita kita merayakan peringatan wajib Santa Marta, Santa Maria, dan Lazarus. Keluarga dari Betania dengan tiga anggotanya ini adalah orang-orang yang dekat dengan Yesus dikasihi oleh-Nya. Sejalan dengan relasi saling mengasihi di antara Yesus dengan ketiga bersaudara ini, Firman Tuhan juga berbicara tentang cinta kasih. Tema tentang kasih itu dibuka oleh Rasul Yohanes (1Yohanes 4:7-16) dan ditutup oleh Penginjil Yohanes tentang kasih Yesus kepada Lazarus dan kedua saudarinya (Yohanes 11:19-27).

Secara inclusio, tema tentang kasih dalam Bacaan Pertama dan dalam Bacaan Injil menjadi “bingkai” yang memberi dasar, kepada Pemazmur untuk menegaskan alasan mengapa Tuhan Allah harus dipuji setiap waktu (Mzm. 34:2-11).

Alasan mengapa Pemazmur  bertekad untuk memuji Allah setiap waktu, adalah karena kasih Allah itu nyata kepada umat-Nya. Beberapa alasan dari Pemazmur untuk memuji Tuhan setiap waktu, adalah karena kasih Allah yang mendengarkan dan menjawab doa-doanya, dan bahkan Tuhan mengambil tindakan untuk menyelamatkan Pemazmur dari kesesakan.

Pengalaman tentang kasih Allah ini juga ditegaskan oleh Rasul Yohanes, bahwa Tuhan Allahlah yang mengambil langkah pertama untuk mengasihi manusia, dan manusia harus memutuskan membalas atau menghiraukan kasih Tuhan, dengan konsekuensinya. Kalau membalas kasih Tuhan, maka akan ada kelanjutannya, yakni bahwa manusia akan mendapatkan kesempatan untuk “hidup di dalam Allah, dan Tuhan Allah hidup di dalam diri si manusia itu,” dan bahwa manusia itu juga mendapatkan bagian dari Roh Allah. Demikian, ketika manusia membalas kasih Allah terhadapnya, dia mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam relasi istimewa dengan ketiga Pribadi Allah di dalam Tritunggal.

Santa Marta, dan Maria serta Lazarus yang peringatannya kita rayakan hari ini, adalah orang-orang yang mendapatkan kesempatan untuk mengalami kasih Allah di dalam diri Putra-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus. Apapun yang terjadi di dalam kehidupan ketiga bersaudara dari Betania ini, selalu diinformasikan kepada Yesus. Dan sebagai tanggapannya, Yesus sering mengunjungi keluarga itu, untuk memberikan dukungan dan peneguhan. Bahkan kasih istimewa yang ditunjukkan Allah kepada ketiga bersaudara dari Betania ini, adalah dengan membangkitkan Lazarus dari kematiannya. Dan melalui peristiwa kebangkitan Lazarus ini, salah satu aspek lain dari kasih Allah, ialah bahwa kasih Allah itu memberi dan memulihkan kehidupan.

Ketiga bersaudara: Marta, Maria dan Lazarus ini mengalami kasih Allah secara istimewa melalui Yesus Kristus, karena mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang diutus Allah untuk menyelamatkan umat-Nya. Di dalam Yesus ada keselamatan dan hidup, keselamatan dan hidup yang nyata. Semoga kita mempunyai iman seperti ketiga bersaudara dari Betania ini. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Kehidupan Ekaristi– Kita berdoa semoga umat Katolik menempatkan perayaan Ekaristi sebagai jantung kehidupan, yang mengubah hubungan antar sesama secara mendalam, dan terbuka pada perjumpaan dengan Tuhan dan sesama.

Ujud Gereja Indonesia: Kesadaran berpolitik – Kita berdoa, semoga banyak orang muda Katolik terpanggil untuk terjun dalam dunia politik dan menjadi pejabat-pejabat di pemerintahan, agar mereka bisa turut ikut membuat kebijakan demi pembangunan bangsa dan penyelesaian persoalan sosial.

Amin

Tinggalkan komentar