Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Biasa XVII, 1 Agustus 2023
P. S. Alfonsus Maria de Liguori
Kel. 33:7-11; 34:5b-9,28; Mzm. 103: 6-7,8-9,10-11,12-13; Mat. 13:36-43; atau dr RUybs
Para Murid Kristus,- kita-kita ini-, dapat belajar banyak dari St. Alfonsus Maria de Liguori, yang diperingati hari ini. Ia memiliki kecerdasan, yang di abadnya (17) amat dihargai,- sebagaimana sekarang,- yaitu kemampuan membantu agar semua orang mendapat keadilan sebagai manusia yang dihargai seperti lainnya.
Refleksi kita: seberapa jauh kita memperlakukan sesama kita dengan penilaian yang penuh cinta serta hormat? Marilah berdoa: “Roh Kudus, bimbinglah kami agar selalu mengarahkan bakti diakonia kami pada Kemuliaan Bapa. Syukur!”
Bacaan Pertama: Kel. 33 dan 34, mengingatkan kita, betapa pentingnya menghadapkan hati kepada Allah, setiap kali bertindak atas nama diri dan dalam “jalan bersama” di tengah komunitas, Gereja dan masyarakat serta alam semesta. St. Alfonsus menyadari, betapa besar kasih Allah kepada manusia dengan memberikan Anak-Nya sendiri yang memeluk harkat manusia ke dalam Diri-Nya, ketika menjelma. Dengan demikian, Ia menebus dosa, dari manusia yang karena kesombongannya telah menolak melakukan Perintah Allah. Tuhan Yesus melaksanakannya dengan seutuhnya mengarahkan hidup kepada Allah. St. Alfonsus mempersembahkan hasratnya meningkatkan kesetaraan manusia, dengan hidup sepenuhnya bagi Allah. Akhirnya, kesetaraan yang adil bagi semua manusia hanya ilahi, kalau ada dalam Tangan Allah. Pada masa sekarang, tidak jarang pengejaran keadilan hanyalah sampai berebut hak yuridis, yang perwujudannya menjadi perkelahian politis atau ekonomis. Bersama umat Perjanjian Lama, marilah kita mohon kejernihan upaya sosial kita, agar selalu mempersembahkan bakti kita, bersama Sang Penebus, ya Sang Redemptor, bagi siapa pun.
Bacaan Injil: Mat. 23:36-43 memperlihatkan bahwa pelayanan untuk penebusan bagi semua orang yang mewartakan Penebusan dosa bagi segala ciptaan dan umat manusia, menjadi “anak-anak Allah”. Sementara itu kadang kala kita mengira, bahwa segalanya akan jalan karena kecerdasan atau kebijaksanaan kita, melampaui teman lain. Buahnya adalah bahwa “yang terwartakan bukanlah Penebusan Allah”, tetapi sekadar penghancuran banyak konflik demi keunggulan kita sendiri. Padahal “panen final yang sejati” rupanya dari Karya Allah sendiri. Dari sanalah keadilan, kesejahteraan, kesetaraan antar kita hanya buah dari Karya Allah. Dalam upaya pengabdian kita hanya utuh, apabila Roh Allah melingkupi segala (Kej. 1:2).
Refleksi kita: maukah kita menyatukan diri dengan Sang Putra untuk menyambut Kasih Allah, yang menyinari Cinta-Nya demi pemenuhan Kemuliaan Bapa? Atas dasar itu, kita berdoa: “Kemuliaan kepada Bapa, yang menjadi ‘Pater’ kita, Sang Putra yang menjadi ‘Redemptor’ kita, Roh Allah yang menjadi ‘Energi Suci’ bagi kita semua bagi Penebusan (‘Redemptio’). Semua penuh-penuh.”
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Hari Orang Muda Sedunia – Kita berdoa semoga perayaan hari Orang Muda Sedunia di Lisbon dapat membantu orang muda untuk menghidupi dan menjadi saksi Injil dalam kehidupan mereka.
Ujud Gereja Indonesia: Cita-cita kemerdekaan – Kita berdoa, semoga pemerintah, anggota DPR, para elit politik, dan kaum cendikiawan bersama-sama serius memperjuangkan cita-cita kemerdekaan dan keutuhan bangsa, dan tidak saling bertengkar serta saling mencari kesalahan, yang membingungkan masyarakat dan memecah belah kesatuan serta kerukunan.
Amin

Selamat malam Rm Mardi.
Terima kasih Romo renungannya yang berbobot dan menyentuh hati sanubari.
Semoga Rm Mardi sudah sehat…dan sudah kondur dari rumah sakit.
SukaSuka