Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XVII, 2 Agustus 2023
P. S. Eusebius Vercelli, S. Petrus Yulianus Eymard
Kel. 34:29-35; Mzm. 99:5,6,7,9; Mat. 13:44-46
Bacaan Injil hari ini mengisahkan dua perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga. Dua perumpamaan ini mengajarkan tentang nilai dan keutamaan Kerajaan Allah. Dalam perumpamaan pertama, Yesus menggambarkan seorang pria yang menemukan harta terpendam di ladang. Harta ini begitu berharga sehingga dia dengan sukacita menjual segala miliknya untuk membeli ladang itu. Dalam perumpamaan kedua, Yesus mengisahkan tentang seorang pedagang mutiara yang mencari mutiara yang indah dan saat menemukannya, dia menjual segala harta bendanya untuk memperoleh mutiara tersebut.
Dari dua perumpaan ini, setidaknya kita bisa merenungkan empat hal yang menyemangati dan menginspirasi kita sebagai Murid Kristus. Pertama, tentang nilai Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah sesuatu yang sangat berharga dan mulia. Seringkali perhatian kita habis dicurahkan pada hal-hal duniawi, mengejar ketenaran diri, dan berusaha untuk menjadi sekaya mungkin. Melalui bacaan hari ini kita diingatkan untuk tetap fokus pada nilai-nilai Kerajaan Allah, yaitu kesederhanaan, cinta kasih, menghargai orang lain, dan lain sebagainya.
Kedua, tentang kesediaan untuk mengorbankan segala sesuatu demi Kerajaan Allah. Dalam kedua perumpamaan hari ini, dua orang tersebut menjual semua yang mereka miliki untuk mendapatkan harta terpendam atau mutiara yang berharga. Hal Ini menunjukkan bahwa mengikuti Allah memerlukan komitmen penuh dan pengorbanan yang tak ada habisnya. Kadang dalam pelayanan kita di Gereja, kita mudah menyerah. Kita berenti di tempat saat ada halangan merintangi dan tak jarang kita putar balik. Yesus mengajak kita untuk tetap berani melangkah mencari yang utama dan paling bernilai, yakni Kerajaan Allah.
Ketiga, kebahagiaan diperoleh setelah mengorbankan semua hal untuk Kerajaan Allah. Kedua orang dalam perumpamaan ini dengan sukacita menjual segala milik mereka untuk memperoleh harta terpendam dan mutiara berharga tersebut. Hal Ini menunjukkan bahwa ketika kita menemukan Kerajaan Allah dan hidup dalam kehendak-Nya, kita akan menemukan kebahagiaan sejati yang tidak dapat ditemukan dalam hal-hal lain di dunia ini.
Hal keempat dan terakhir adalah semua hal di atas butuh usaha yang kuat dari pihak kita. Kita tidak bisa hanya berdiam diri dan membiarkan Roh Kudus bekerja. Kita pun dituntut untuk berusaha. Allah telah memberikan kita karunia untuk mampu berusaha menemukan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Misi yang dapat kita buat dalam hidup kita ialah selalu total dalam pelayanan, tidak mudah menyerah, dan mengandalkan Yesus dalam setiap momen hidup kita dengan bertekun dalam doa, rajin membaca dan merenungkan Sabda Allah.
Mari kita berusaha untuk menemukan harta terpendam dan mutiara yang indah dalam hidup ini. Amin.
(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Hari Orang Muda Sedunia – Kita berdoa semoga perayaan hari Orang Muda Sedunia di Lisbon dapat membantu orang muda untuk menghidupi dan menjadi saksi Injil dalam kehidupan mereka.
Ujud Gereja Indonesia: Cita-cita kemerdekaan – Kita berdoa, semoga pemerintah, anggota DPR, para elit politik, dan kaum cendikiawan bersama-sama serius memperjuangkan cita-cita kemerdekaan dan keutuhan bangsa, dan tidak saling bertengkar serta saling mencari kesalahan, yang membingungkan masyarakat dan memecah belah kesatuan serta kerukunan.
Amin
