Percayakan Hidupmu pada ALLAH

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XIX, 19 Agustus 2023
P. S. Yohanes Eudes

Yos. 24:14-29; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11; Mat. 19:13-15

Dalam bacaan Injil yang kita renungkan hari ini diceritakan bahwa saat ada orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka, para murid Yesus melarang orang-orang itu dan memarahi mereka. Maka Yesus berkata, “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga.” Mengapa Yesus mengatakan bahwa orang-orang yang seperti anak-anak itu yang empunya Kerajaan Surga? Anak-anak dalam tradisi Yahudi tidak memiliki hak hukum. Mereka menerima sesuatu sebagai anugerah. Orang-orang menjadikan dirinya seperti anak-anak akan menerima Kerajaan Allah dan memilikinya (bdk. Mat. 18: 1-4).

Bagaimanan kita, orang yang yang sudah dewasa, menjadikan dirinya seperti anak-anak? St.Theresia dari Kanak-Kanak Yesus memberikan penjelasan sebagai berikut: Pertama, kita mesti percaya kepada Allah bahwa DIA adalah Bapa Yang Maha Baik dan menyerahkan hidupnya kepada-Nya sama seperti seorang anak yang mempercayakan dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada ayahnya/ibunya. Orang macam ini, dalam segala situasi hatinya tetap tenang karena ia percaya bahwa Allah tak pernah meninggalkannya. Kedua, seperti seorang anak kecil, kita tidak perlu takut bila berbuat kesalahan karena percaya Allah adalah Maharahim – Maha Pengampun seperti seorang Bapa yang baik. Santa Theresia mempunyai seorang ayah yang sangat baik dan penyabar, sehingga kalau Theresia kecil membuat kesalahan, ayahnya selalau mengampuni dia. Dari pengalaman pribadinya ini, St. Theresia berpendapat bahwa ‘menjadi kecil seperti anak-anak’ berarti kita tidak perlu takut di hadapan Allah bila kita berbuat kesalahan atau dosa. Cukuplah kita dengan rendah hati datang kepada-Nya untuk memohon ampun. Ketiga, kita diminta bersikap seperti seorang anak yang pada hari ulang tahunnya membagi-bagikan kue ulang tahun kepada teman-temannya. Anak ini pada dirinya sendiri tidak memiliki apa-apa; kue itu diterimanya dari orang tuanya. Namun dengan sukacita ia membagi kue ultahnya itu kepada teman-temannya seolah-olah kue itu miliknya sendiri. Kita sendiri sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Apa yang kita miliki semuanya kita terima dari Allah. Kita mesti membagi dengan gembira apa yang kita miliki (talenta dan harta) kepada orang lain seperti seorang anak kecil yang membagikan kue ultahnya.

Dengan menghidupi ketiga cara hidup tadi, kita akan menjadi pemilik Kerajaan Allah. Maukah Anda? Mari kita hidupi bersama ajaran St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus ini.

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalHari Orang Muda Sedunia – Kita berdoa semoga perayaan hari Orang Muda Sedunia di Lisbon dapat membantu orang muda untuk menghidupi dan menjadi saksi Injil dalam kehidupan mereka. 

Ujud Gereja IndonesiaCita-cita kemerdekaan – Kita berdoa, semoga pemerintah, anggota DPR, para elit politik, dan kaum cendikiawan bersama-sama serius memperjuangkan cita-cita kemerdekaan dan keutuhan bangsa, dan tidak saling bertengkar serta saling mencari kesalahan, yang membingungkan masyarakat dan memecah belah kesatuan serta kerukunan. 

Amin

Tinggalkan komentar