Bangun Relasi Personal dengan YESUS!

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XX, 24 Agustus 2023
Pesta S. Bartolomeus

Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51

“… Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun pada Anak Manusia.” (Yohanes 1:51)

Bacaan Injil hari ini mengisahkan pertemuan antara Natanael atau juga dikenal sebagai Bartolomeus dengan Yesus. Dalam perjalanan ke Galilea, Yesus bertemu dengan seorang bernama Filipus dan memanggil dia untuk menjadi murid-Nya. Filipus pun mengikuti Yesus dan menjadi murid-Nya. Filipus yang kini sudah yakin mengikuti Yesus menyampaikan kabar “sukacita panggilan” itu kepada Bartolomeus, dan mengajaknya berjumpa secara langsung dengan Yesus. 

Perjumpaan pertama Bartolomeus dengan Yesus mengubah seluruh hidup Bartolomeus. Sebelumnya, Bartolomeus bahkan sangsi dengan kabar yang disampaikan Filipus, dengan berkata “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Namun kata-kata Yesus yang menyapa Bartolomeus dengan namanya bahkan sebelum dia memperkenalkan diri, membuat Bartolomeus terpana, takjub, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel”. Perjumpaan sungguh mengubah sudut pandang Bartolomeus. Melihat reaksi Bartolomeus, Yesus menyampaikan bahwa akan ada hal lebih besar lagi yang akan dialaminya sebagai murid Kristus. Kristus membangkitkan harapan-harapan dan impian-impian Bartolomeus kepada sesuatu yang lebih jauh dan lebih hebat lagi dari semua yang sudah dia nikmati saat itu

Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari kisah perjumpaan ini. Satu hal kecil yang dapat kita bawa dalam kehidupan sehari-hari adalah tentang relasi yang bersifat personal dengan Yesus melalui doa-doa, kegiatan di lingkungan, dan melalui pemberian diri dalam karya misi. Setelah mendekatkan diri dan bertemu secara pribadi dengan Yesus, kita seperti Natanael dijanjikan akan mengalami hal-hal yang lebih besar dalam hidup kita. Apa yang kita buat? Mempersiapkan diri! Bartolomeus dalam kisah Injil hari ini sedang duduk di bawa pohon Ara. Dalam kebiasaan orang Yahudi, orang yang duduk di bawah pohon ara biasanya adalah orang yang baik dan saleh karena selalu membaca kitab Taurat di bawah pohon Ara. Hal yang bisa kita buat adalah membaca Alkitab setiap hari dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Hal lain yang dapat kita buat sesuai dengan bacaan Injil hari ini adalah menjadi corong kasih Kristus. Setelah menjadi murid Kristus, Filipus tidak hanya berdiam diri dan menyimpan peristiwa menggembirakan itu sendiri. Filipus menyampaikannya kepada temannya, Bartolomeus dan mengajak Bartolomeus untuk berjumpa secara langsung, face to face dengan Yesus. Bagaimana dengan kita? Apakah sebagai murid Kristus kita sudah berusaha untuk menyampaikan kabar sukacita kepada sesama, kepada tetangga dan kepada siapa saja yang kita temui? Atau kita hanya menyimpan kabar sukacita Kristus di dalam hati dan berhenti di dalam diri kita saja? 

Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya dan menjadi pewarta-Nya yang tangguh dan dapat diandalkan. Misi yang dapat kita buat hari ini adalah membaca Alkitab dan berdoa dengan tulus kepada Yesus sehingga perjumpaan dengan Tuhan dalam doa memberikan semangat bagi kita untuk menjalani hidup harian kita. 

(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalHari Orang Muda Sedunia – Kita berdoa semoga perayaan hari Orang Muda Sedunia di Lisbon dapat membantu orang muda untuk menghidupi dan menjadi saksi Injil dalam kehidupan mereka. 

Ujud Gereja IndonesiaCita-cita kemerdekaan – Kita berdoa, semoga pemerintah, anggota DPR, para elit politik, dan kaum cendikiawan bersama-sama serius memperjuangkan cita-cita kemerdekaan dan keutuhan bangsa, dan tidak saling bertengkar serta saling mencari kesalahan, yang membingungkan masyarakat dan memecah belah kesatuan serta kerukunan. 

Amin

Tinggalkan komentar