Pada tanggal 11-13 Agustus 2023, Karya Kepausan Indonesia Keuskupan Padang menggelar kegiatan Pembekalan Pendamping SEKAMI yang mengusung tema “Bersahabat, Terlibat, dan Menjadi Berkat.” Ini merupakan pembekalan bagi para pendamping dan calon pendamping SEKAMI. Tujuannya agar para pendamping memiliki pengetahuan yang baik mengenai ajaran iman Katolik, sehingga mampu mendidik iman anak. Selain itu kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa keakraban dan kekeluargaan antar pendamping dari wilayah di Kevikepan Sumbarinci, Riau, dan Mentawai.
RD. Markus Nur Widipranoto (Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia) beserta Antonius Turmudi Hartono (Biro Nasional KKI) menjadi pemateri dalam kegiatan ini. Di samping itu ada pemateri lain, yaitu: RP. Alfonsus Widhiwiryawan, SX (Direktur Diosesan KKI Keuskupan Padang), RD. Prian Malau (Moderator Kevikepan Sumbarinci), dan Paulina Retno (Tim KKI Keuskupan Padang).
Kegiatan selama tiga hari ini diadakan di Gereja St. Fransiskus Assisi, Padang. Jumlah peserta yang hadir adalah 143 orang, berasal dari 3 Kevikepan: Kevikepan Sumbarinci (9 paroki), Kevikepan Riau (13 paroki), Kevikepan Mentawai (7 paroki). Beberapa paroki tidak mengirimkan utusan karena waktu kegiatan berbentrokan dengan jadwal sekolah dan pekerjaan.

Sesi hari pertama dibawakan oleh RD. M Nur Widipranoto dengan materi Spiritualitas Animators Misioner. Para peserta diberikan pemahaman mengenai misi para pendamping untuk mewartakan Injil pada anak-anak dan membentuk semangat misioner 2D 2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian).


Hari kedua dibuka dengan senam, kemudian dilanjutkan dengan misa pagi. Misa konseblarasi ini dibawakan oleh RD. Florianus Sarno, RD. Markus Nur Widipranoto, RP. Alfonsus Widhiwiryawan, SX, RD. Prian Malau, RD. Anselmus Efrizal Harris Tampubolon, dan RD. Stanislaus Toto Pujiwahyu Listiyanto.



Sesi pertama di hari kedua dibawakan oleh oleh Antonius Turmudi Hartono dengan materi-materi berikut: Kreativitas dalam Bina Iman SEKAMI, Menyusun Bahan Ajar SEKAMI, dan Praktik Bahan Ajar SEKAMI. Materi-materi disuguhkan dengan kreatif, diselingi dengan nyanyian dan permainan. Tiga poin utama yang didapatkan pada sesi ini adalah: pertama, permainan dapat dipakai untuk mengenalkan Kitab Suci dan tokoh-tokohnya pada anak. Kedua, pendamping harus mengembangkan kreativitas dengan memasukkan pengajaran Kitab Suci dalam lagu maupun permainan. Ketiga, dalam kegiatan dengan anak, jangan memberikan hukuman, melainkan berikan bonus, hadiah dan reward.
Sesi selanjutnya dibawakan oleh RP. Alfonsus Widhiwiryawan, SX, dengan topik Bina Ekaristi. Diberikan pemahaman mengenai makna dan segala sesuatu seputar Ekaristi. Dalam sesi ini RD. Prian Malau ikut memberikan informasi mengenai warna dan alat liturgi.


RP. Alfonsus Widhiwiryawan, SX dan Paulina Retno (Tim KKI Keuskupan Padang) menjelaskan mengenai T-SoM (Teens School of Mission): sekolah misi remaja pada sesi berikutnya. Setelah sesi digelar acara malam keakraban antar paroki. Ada nyanyian, lagu dan gerak, yang ditampilkan secara istimewa oleh para pendamping dari masing-masing paroki.



Di hari terakhir, Minggu, 13 Agustus 2023, RP. Alfonsus Widhiwiryawan, SX menyampaikan materi Filocaliayang berisi doa-doa dalam ajaran Katolik. Kegiatan selanjutnya setelah perayaan Ekaristi adalah sesi dengan materi Symphony. Dalam sesi ini peserta dibagi dalam kelompok untuk berlatih lagu serta gerakan sebagai bekal pendampingan saat kembali ke paroki/stasi masing-masing. Tiap kelompok didampingi oleh tim KKI. Seluruh kegiatan ditutup dengan refleksi yang dibawakan oleh RD. M Nur Widipranoto dan ibadat serta makan siang.
(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Narasumber: Antonia Dwi – Tim KKI Keuskupan Padang
Foto: Komsos Keuskupan Padang
