ALLAH Sumber Kasih dan Keselamatan

Renungan Harian Misioner
Minggu Biasa XXII, 3 September 2022
Hari Minggu Kitab Suci Nasional

Yer. 20:7-9; Mzm. 63:2,3-4,5-6,8-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27

Sahabat misioner terkasih,

Hari ini, Minggu 3 September, kita memasuki Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2023. Kita tahu bahwa setiap bulan September Gereja mengajak seluruh umatnya untuk memberikan perhatian istimewa kepada Kitab Suci. Perhatian ini bisa kita wujudkan dengan aneka kegiatan baik pendalaman, permenungan, pembelajaran maupun perayaan Sabda Allah. Kegiatan-kegiatan tersebut kita lakukan entah secara pribadi ataupun bersama-sama dalam komunitas teritorial (lingkungan, rukun rohani, stasi, paroki) maupun kategorial (kelompok doa, anak-anak, remaja atau OMK, dsb.). 

Bulan Kitab Suci Nasional 2023 mengajak kita untuk merenungkan lebih dalam akan Allah Sang Pencipta sebagai sumber kasih dan keselamatan. Perenungan kita akan pribadi Allah ini diinspirasikan dan dituntun oleh Nabi Yunus dan Yoel. Bersama dua nabi inilah kita dibimbing untuk merenungkan, merasakan dan mengalami lebih kuat Allah Sumber Kasih dan Keselamatan. 

Nabi Yunus mewartakan Allah Sang Pencipta sebagai sumber kebenaran yang penuh rahmat dan kerahiman. Allah meminta pertobatan manusia. Ia berkenan menganugerahkan pengampunan dan melepaskan hukuman bagi para pendosa. Sementara itu, Nabi Yoel mewartakan Allah yang selalu hadir di antara umat-Nya. Yoel mewartakan-Nya di tengah umat Israel yang sedang mengalami keputusasaan, kesukaran, keluhan dan ratapan karena hilangnya harapan. Allah yang selalu hadir itu adalah Allah yang pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Ia berbelaskasihan kepada umat-Nya.

Bacaan penuntun Bulan Kitab Suci Nasional tersebut memang berbeda dengan bacaan-bacaan Kitab Suci untuk misa hari ini, Minggu Biasa XXII, yang diambil dari Kitab Yeremia, Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, dan Injil Matius. Meskipun demikian kelima bacaan Kitab Suci itu mewartakan pesan yang sama, “Allah Sumber Kasih dan Keselamatan.”

Allah sumber kasih dan keselamatan hadir dan terpenuhi secara utuh dalam diri Putra-Nya, Yesus Kristus yang, “harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga,” seperti dinyatakan Injil Matius (16:21). Dalam diri Yesus Kristus itulah Allah menganugerahkan pengampunan dan melepaskan hukuman para pendosa. Melalui misteri sengsara, wafat di salib dan kebangkitan-Nya, Ia menebus dosa manusia. Yesus Kristus adalah pemenuhan harapan keselamatan setiap makhluk.

Seperti diwartakan Nabi Yunus bahwa Allah yang penuh rahmat dan kerahiman meminta pertobatan manusia, Yesus Putra Allah menyampaikannya kepada para murid-Nya, “Jika seorang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya ia akan kehilangan nyawanya. Tetapi siapa yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Keselamatan adalah karya Allah sekaligus tanggapan manusia. Allah yang berbelas kasih, mengampuni dan menebus manusia pendosa akan mental tidak berdaya kalau manusia tidak mau menerima dan menyambut-Nya.

Uluran kasih Allah berbuah keselamatan apabila manusia yang dicurahi rahmat, kasih dan kerahiman-Nya mau menanggapi-Nya. Oleh karena itu, Rasul Paulus menasihati kita melalui suratnya kepada jemaat di Roma, “Saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihati kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.” Keselamatan Allah efektif dan berdaya guna pada orang yang mau menyambutnya, menanggapinya dengan memberikan dirinya kepada Allah. Persembahan diri ini diwujudkan dalam perihidup sehari-hari mulai dengan membedakan mana yang baik dan yang jahat, mana yang dikehendaki Allah dan mana yang tidak berkenan bagi Allah. Selanjutnya sesudah bisa membedakan, kemudian disusul dengan hasrat memilih dan mewujudnyatakannya dalam tata budi, rasa hati, tutur kata dan tindakan hidup setiap harinya.

Seandainya kita manusia ini tetap keukeuh berkeras hati dan bebal, seperti diwartakan Nabi Yoel Allah begitu panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Allah akan terus kreatif dan berjuang keras merengkuh manusia yang bebal ini. Nabi Yeremia memberikan kesaksian hidupnya, “Engkau telah membujuk aku, ya Tuhan, dan aku telah membiarkan diriku Kaubujuk. Engkau terlalu kuat bagiku dan Engkau menundukkan aku.”  Betapa besar cinta Allah kepada kita sehingga Ia tidak mau kehilangan kita, maka api cinta Allah begitu dahsyat dan berkobar-kobar sampai kita tidak mampu memadamkannya. Apakah kita mau menanggapi kasih Allah tersebut? Apakah kita mau terbuka dan membiarkan diri dicintai Allah? Apakah kita mau menjadi alat-Nya dengan mewartakan kasih-Nya kepada orang-orang yang kita jumpai? Allah adalah sumber kasih dan keselamatan. Wartakanlah!!!***NW

(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalMereka yang terpinggirkan – Kita berdoa bagi saudara-saudara kita yang terpinggirkan, dan berada dalam situasi yang tidak manusiawi, semoga mereka tidak diabaikan oleh lembaga-lembaga masyarakat dan tidak dipandang lebih rendah dan kurang diperlukan. 

Ujud Gereja IndonesiaInspirasi pengampunan – Kita berdoa, semoga kita rajin membaca dan menggali inspirasi dari Kitab Suci tentang pertobatan, sehingga kita disadarkan, bahwa manusia siapa pun mempunyai hak untuk diampuni, jika mau menyesali kesalahannya, dan mohon pengampunan dari Tuhan yang Maha Rahim. 

Amin

Satu respons untuk “ALLAH Sumber Kasih dan Keselamatan

  1. Terimakasih Tuhan atas nasehat Nya.
    Telah membantu mencerahkan hati Budi dan pikiran serta langkah hidup ku
    Syukur bagiMu ya Tuhan.

    Suka

Tinggalkan komentar