Janji Dipenuhi

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Biasa XXV, 25 September 2023
P. S. Nikolas dr Flue

Ezr. 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 8:16-18

Hal yang amat menguatkan hati para murid Kristus adalah bahwa ada kaitan erat antara Perjanjian Lama dengan Perjanjian Baru. kaitan itu bukanlah sekadar kepercayaan harian, melainkan disatukah dengan iman kepada Allah, yang menciptakan langit dan bumi. Jadi kepercayaan orang Israel, bukanlah sekadar ‘kebetulan’ atau ‘keyakinan yang di permukaan kulit’, melainkan bertumpu pada iman, sebagaimana dipercaya mengenai kepercayaan atas aneka ceritera dalam Alkitab. Dari sisi lain, pelbagai kebahagiaan yang dialami oleh anak cucu Abraham-Ishak-Yakub juga merupakan pemenuhan Perjanjian. Kalau kemudian, dalam Perjanjian Baru, disebutkan “terpenuhinya nubuat para Nabi dari Perjanjian Baru”, maka isinya adalah iman pada Janji Allah yang terpenuhi. 

Refleksi kita: Sejauh mana kita beriman?

Bacaan I: Ezra 1:1-6, sebagai bagian dari Perjanjian Lama, kutipan yang diajak direnungkan pada hari ini, bukanlah sekadar tafsir ekonomi, politik atau  budaya belaka, melainkan dihidangkan sebagai bagian pemenuhan janji Allah. Artinya, Allah dapat melibatkan seluruh umat manusia, untuk mewujudkan apa yang sudah lama dijanjikan pada masa lampau.  Dengan sikap itu, para pembaca Alkitab diajak untuk menemukan Kehendak Allah, dalam pelbagai peristiwa historis umat Israel. Sebaliknya, peristiwa-peristiwa itu perlu diakui sebagai perwujudan dari janji yang diberikan sebagai Kehendak Allah, di mana lampau. 

Refleksi kita: sejauh mana kita menyambut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai ungkapan Wahyu?

Bacaan Injil: Lukas 8:16-18, cara kita memahami Alkitab sebagai pemenuhan janji dari Allah, itu dapat membantu kita mendapat “terang” atas pelbagai macam peristiwa, yang terjadi dalam hidup pribadi, dalam keluarga maupun dalam umat dan masyarakat kita. Yoh. 8:12 ikut dirujuk di sini, sebagai tanda dan sarana, bagaimana orang diajak untuk menangkap Kehendak Allah, dalam kesatuan dengan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup pribadi maupun bersama. Sebab, langkah-langkah yang kita imani dalam kehidupan dan aneka peristiwa masyarakat adalah bagian dari kepercayaan kita akan Allah yang hadir dalam dunia; pun kalau secara indrawi sering kali bagi kita tidak senantiasa terang benderang. Memang Tuhan Yesus Kristus adalah TERANG yang dikaruniakan Allah kepada kita. Segala peristiwa di dunia diterangi karena-Nya. Kita boleh ingat, bagaimana Pesta Malam Paskah dimeriahkan oleh Upacara Lilin Paskah. Sebab Tuhan Yesus, yang bangkit dari Wafat adalah Cahaya, yang menyebabkan segala peristiwa dapat kita pahami dengan Cahaya Ilahi. Kalau demikian, maka segala peristiwa dalam alam, di dunia, internasional dan nasional maupun dalam keluarga kita dapat kita hayati dalam cakrawala perwahyuan itu. 

Refleksi kita: sejauh manakah kita menyambut Sang Kristus, sebagai Cahaya Dunia sepanjang waktu sehingga menolong kita untuk “jalan bersama” dalam Yesus, “Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup kita semua”?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalMereka yang terpinggirkan – Kita berdoa bagi saudara-saudara kita yang terpinggirkan, dan berada dalam situasi yang tidak manusiawi, semoga mereka tidak diabaikan oleh lembaga-lembaga masyarakat dan tidak dipandang lebih rendah dan kurang diperlukan. 

Ujud Gereja IndonesiaInspirasi pengampunan – Kita berdoa, semoga kita rajin membaca dan menggali inspirasi dari Kitab Suci tentang pertobatan, sehingga kita disadarkan, bahwa manusia siapa pun mempunyai hak untuk diampuni, jika mau menyesali kesalahannya, dan mohon pengampunan dari Tuhan yang Maha Rahim. 

Amin

Tinggalkan komentar