Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XXV, 27 September 2023
P. S. Vinsensius a Paulo
Ezr. 9:5-9; MT Tb. 13:2,3-4a,4bcd,5,8; Luk. 9:1-6; atau dr RUybs
Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih: Shalom!
Selamat datang ke dalam hari ke-27 BKSN Tahun 2023. Sepanjang 26 hari kita telah membaca, merenungkan dan berusaha untuk mewujudkan tema BKSN Tahun 2023, “ALLAH: Sumber Kasih & Keselamatan” (Yunus 4:2).
Pada hari ke-27 BKSN Tahun 2023 ini, kita mengetahui dari Firman Tuhan, bahwa wujud Kasih dan Keselamatan Allah itu ternyata bisa muncul dalam rupa tindakan yang positif seperti pengampunan dan belas kasih, tetapi juga dalam tindakan yang negatif seperti hukuman dan sikaan (Tob. 13:2). Dan sekalipun wujudnya kadang nampak dalam tindakan yang negatif, namun di balik itu semua ada ungkapan kasih Allah, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan! Sebab Allah kita adalah Bapa bagi semua orang, dan kasih-Nya yang kebapaan itu, menghendaki supaya semua anak-anak-Nya selamat, bukan celaka atau binasa. Perumpamaan tentang seratus ekor domba membuka mata kita tentang kasih Allah yang menyelamatkan ini (Matius 18:12-14). Karena maksud penyelamatan itulah, ketika umat-Nya sadar bahwa mereka telah berdosa, dan kemudian bertobat dan kembali kepada-Nya, pengampunan dan pemulihan hidup segera diberikan-Nya kepada mereka (Ezra 9:5-9; Bdk. Tob. 13:6).
Di dalam Bacaan Injil, tindakan Allah sebagai wujud Kasih dan Keselamatan-Nya itu muncul dalam rupa (a) pemberian kuasa untuk mengusir setan kepada para murid Yesus, (b) pemberian kuasa penyembuhan untuk mengatasi berbagai sakit-penyakit yang menimpa umat manusia, (c) pewartaan tentang Kerajaan Allah sebagai tugas-perutusan para murid. Aneka kuasa berikut tugas-perutusan ini harus dilakukan para murid, dengan “hanya mengandalkan kuasa dan belas-kasih Allah.” Karena itulah murid-murid dilarang untuk membawa apa-apa (Lukas 9: 2-6).
Dan seperti halnya dengan para murid Yesus itu, demikianlah juga saudara dan saya. Tugas-perutusan para murid yang dilengkapi dengan aneka kuasa itu, sekarang ini diwariskan kepada Gereja di mana saudara dan saya adalah anggotanya. Karena itu, tindakan-tindakan penyelamatan Allah dalam wujud kasih, pengampunan, penyembuhan tersebut pada waktu tertentu harus muncul sebagai wujud kasih, pengampunan, penyembuhan dari kita terhadap sesama, sebagaimana yang kita doakan dalam doa Bapa Kami itu, “Ampunilah kami, seperti kamipun mengampuni orang yang bersalah kepada kami” (Matius 6:12). Demikianlah adanya bahwa Allah adalah Sumber kasih dan keselamatan, dan perwujudan kasih dan keselamatan itu mengikutsertakan banyak nabi, imam dan raja, para hakim dan para rasul, dan bahkan semua pengikut dan murid Yesus termasuk saudara dan saya. Karena itu: mari kita menjadi pelaku kasih dan keselamatan Allah itu, supaya pada gilirannya kita pun dapat menjadi penyalur kasih dan keselamatan Allah kepada sesama kita, sebagaimana yang dilakukan oleh orang kudus kita hari ini: Santo Vincentius a Paulo, yang setelah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1600, memberikan seluruh hidupnya untuk melaksanakan karya-karya belas kasih dengan perhatian khusus kepada para penderita dan orang-orang dalam penjara. Vincentius bahkan mendirikan kongregasi para imam dan suster untuk dengan karya pelayanan khusus pada bidang karitatif ini bersama Pierre de Berulle dan Louise de Marillac. Santo Vincentius a Paulo doakanlah kami. Amin!
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Mereka yang terpinggirkan – Kita berdoa bagi saudara-saudara kita yang terpinggirkan, dan berada dalam situasi yang tidak manusiawi, semoga mereka tidak diabaikan oleh lembaga-lembaga masyarakat dan tidak dipandang lebih rendah dan kurang diperlukan.
Ujud Gereja Indonesia: Inspirasi pengampunan – Kita berdoa, semoga kita rajin membaca dan menggali inspirasi dari Kitab Suci tentang pertobatan, sehingga kita disadarkan, bahwa manusia siapa pun mempunyai hak untuk diampuni, jika mau menyesali kesalahannya, dan mohon pengampunan dari Tuhan yang Maha Rahim.
Amin
