TUHAN Tidak Pernah Lelah Menyertai Kita 

Hari Ke-2
Senin Biasa XXVI, 02 Oktober 2023
Peringatan: Para Malaikat Pelindung

Bacaan: Kel. 23:20-23a
Injil: Mat. 18:1-5.10

“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.”
(Keluaran 23:20)

Tuhan berbicara kepada umat Israel melalui Musa. Ia akan mengirim seorang malaikat berjalan di depan mereka, untuk menjaga mereka dalam perjalanan menuju tanah yang dijanjikan. Tuhan juga berpesan agar mereka mendengarkan suara malaikat tersebut dan patuh kepada perintah-perintahnya sepanjang perjalanan. Adapun latar belakang pesan Tuhan ini ialah karena bangsa Israel meragukan ke-Mahakuasaan Allah dan mencoba menyimpang dengan menyembah ilah-ilah atau dewa-dewa di padang gurun.

Saat bangsa Israel berjalan keluar dari Mesir menuju tanah terjanji, Tuhan tidak hanya berjanji akan melindungi umat-Nya itu, tetapi Ia mengutus malaikat-Nya yang menuntun mereka. Betapa besar perhatian dan kasih Tuhan. Ia ingin mereka aman dan selamat di perjalanan. Malaikat itu adalah representasi dari tuntunan yang diberikan oleh Tuhan sendiri.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, khususnya dalam masa-masa sulit – padang gurun – perjalanan misi, kita kerap menjumpai tantangan dan kesulitan, yang membuat kita juga berkeluh-kesah dan merasa ditinggalkan Tuhan. Seperti yang dulu dirasakan umat Israel. “Mengapa begini Tuhan? Apa rencana-Mu? Mengapa aku berjalan sendirian?”Merasa kesepian dalam jalan misi, dapat mematikan api dan semangat di hati. 

Tapi Tuhan tak pernah membiarkan kita benar-benar berjalan sendirian. Dalam surat apostolik Evangelii Gaudium, Bapa Paus Fransiskus mengingatkan bahwa kita tak boleh kehilangan harapan (EG, 86) terutama ketika kitamerasa bingung, putus asa, takut akan misteri ketidakadilan yang mengelilingi dan berusaha menguasai diri kita (Pesan Hari Minggu Misi Sedunia ke-97). Ingat kisah umat Israel di padang gurun? Meskipun mereka meragukan kuasa-Nya, Tuhan tidak meninggalkan mereka. Ia selalu peduli akan keselamatan mereka dan mengirimkan malaikat yang menuntun arah dan sekaligus melindungi mereka. Begitupun dengan kita, utusan-utusan Tuhan yang bekerja untuk misi-Nya. Kita tak perlu khawatir. Di jalan misi akan selalu ada malaikat Tuhan yang menyertai perjalanan kita. Kita tak akan pernah benar-benar berjalan sendirian. 

Tuhan berpesan, “Perhatikanlah dia (malaikat), dengarkanlah perkataannya. Janganlah menentangnya, karena ia tidak akan mengampuni pelanggaranmu, sebab nama-Ku ada dalam dirinya. Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan semua yang Kufirmankan, Aku akan menjadi musuh bagi musuhmu dan lawan bagi lawanmu” (Kel. 23:21-22). Malaikat yang dikirimkan Tuhan itu bukan sekadar teman seperjalanan. Kita perlu mengasah kesadaran dan kepekaan hati untuk bisa mendengarkan perkataannya. Sebagaimana kita diminta taat kepada Tuhan, kita pun harus taat kepada malaikat tersebut. Ketaatan itu akan menjadi perisai bagi kita, karena: Tuhan akan menjadi musuh bagi musuh kita dan lawan bagi lawan kita.

Mari buka mata hati. Asah terus kesadaran dan kepekaan nurani, agar kita dimampukan untuk melihat dan merasakan kehadiran malaikat pelindung kita. Dengarkan suaranya, teguhlah dalam iman bahwa ia akan menuntun kita ke arah yang benar, dalam jalan misi yang dipercayakan Tuhan kepada kita masing-masing. 

Misi kita hari ini: mengimani penyertaan dan belas kasih Tuhan dalam setiap panggilan dan karya misi yang dilakukan.

(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner Konferensi Waligereja Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalUntuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia. 

Ujud Gereja IndonesiaPemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. 

Amin

ROSARIO MISIONER
PERISTIWA GEMBIRA

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel

“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:28b.30b-31)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami umat-Mu di benua Asia datang mengucap syukur dan pujian atas anugerah keberagaman, termasuk keberagaman dalam beragama. Kami menyadari pentingnya kerukunan umat beragama sebagai modal untuk membangun negara dan menjaga integritas nasional. Semoga tahun berahmat ini, tahun yang dicanangkan sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama dapat memperkuat toleransi, dialog dan moderasi antar umat beragama di negara dan benua kami. Sebagai saksi-saksi Kristus, mampukanlah kami untuk mewartakan Kabar Gembira akan kasih-Mu yang inklusif kepada semua orang. Karuniakanlah hikmat agar dalam keterbukaan kami pada perbedaan, kami tetap mampu menjaga iman kami pada-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria mengunjungi Elisabet saudaranya

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:42-43)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon curahkanlah kasih dan pengampunan-Mu di benua Australia dan Oceania. Khususnya bagi anak-anak dan remaja yang terjebak dalam sistem peradilan remaja. Semoga mereka memperoleh kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri dan bertumbuh dalam cinta-Mu. Tuntunlah pihak berwenang agar menjalankan tugas mereka dengan bijaksana dan penuh belas kasih, menghindari pemakaian kekerasan dan hukuman dalam menangani anak-anak, remaja, maupun para penyandang disabilitas. Semoga para pemimpin dan seluruh masyarakat menyadari tugas mereka untuk melindungi hak dan kesejahteraan anak dan remaja, dengan terus mengembangkan program intervensi positif demi perbaikan karakter dan masa depan para generasi penerus di benua ini. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dilahirkan di Bethlehem

Maria “melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya bayi itu dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk. 2:7)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk benua Eropa khususnya bagi Bapa Suci Paus Fransiskus. Dalam memimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus tak henti-hentinya mendengungkan belas kasih dan kepeduliannya bagi kaum miskin, dan juga komitmennya bagi kerukunan umat beragama di dunia. Kami mohon, anugerahkanlah kesehatan dan kekuatan bagi Paus Fransiskus, sehingga beliau mampu untuk terus memimpin seluruh umat Katolik di jalan misi yang Engkau percayakan. Semoga karya misi Kepausan di seluruh dunia dapat terus mendukung misi evangelisasi Gereja lokal maupun universal. Dan semoga kami semua Kau mampukan untuk menjadi misionaris-misionaris pembawa harapan dan impian demi pembaruan di seluruh dunia. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dipersembahkan di Bait Allah

Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk. 2:34-35)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, 

kami berdoa demi persaudaraan dan perdamaian di benua Amerika. Semoga dialog dan kerjasama terus diperjuangkan sehingga seluruh warga yang berasal dari bangsa, suku, dan agama berbeda dapat hidup bersama dengan damai. Tumbuhkanlah kepedulian dan rasa saling memiliki agar keharmonisan dalam jalan bersama dapat tercipta. Sadarkanlah setiap pribadi akan peran mereka sebagai agen keadilan dan perubahan yang positif. Semoga dengan tumbuhnya kesadaran dan kecintaan akan perdamaian, perang dan krisis dalam bentuk apapun dapat dihindari. Dan untuk mereka yang saat ini menjadi korban perang, semoga mereka menemukan pertolongan sehingga dapat pulih kembali secara fisik, mental dan finansial. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus ditemukan di Bait Allah

“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk. 2:49-50)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon anugerahkanlah keadilan di benua Afrika, khususnya demi kesetaraan hidup setiap orang. Perjuangan akan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak untuk mendapatkan hak-hak mereka dalam bidang politik, sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan masih terus berlangsung. Perempuan dan anak-anak sering menjadi korban pernikahan dini, perkawinan paksa, kekerasan dan pelecehan seksual serta pemerkosaan. Semoga dalam perjuangan hidup yang berat itu, mereka menemukan belas kasih-Mu yang dapat membebaskan mereka dari penderitaan dan mengangkat harkat hidup mereka. Karena Engkaulah Allah yang Hidup, yang selalu berbelas kasih kepada umat-Mu yang tertindas dan yang setia berharap akan pertolongan-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan komentar