Jangan Biarkan Diri Kita Kehilangan Harapan! 

Hari Ke-12
Kamis Biasa XXVII, 12 Oktober 2023
Peringatan: S. Wilfridus

Bacaan: Mal. 3:13-4:2a
Injil: Luk. 11:5-13

“Karena itu, Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
(Lukas 11:9)

Setelah Yesus mengajar para murid berdoa, kali ini Yesus menekankan unsur penting dalam berdoa dan beriman: keberanian dan keteguhan untuk meminta. Dalam hidup kita, tak jarang kita menemui jalan buntu dan bingung harus melakukan apa. Berbagai cara kita lakukan agar bisa keluar dari kesulitan yang kita alami. Kita mungkin bahkan pergi kepada saudara, teman dan kenalan untuk mendapatkan pertolongan. Namun ketika segala upaya tersebut tidak membuahkan hasil, kita memilih untuk menyerah saja. Tak ingin berbuat apa-apa lagi. Dalam bacaan Injil hari ini Yesus mengajak kita tetap teguh dan kokoh dalam beriman melalui doa. Saat segalanya terlihat buntu dan gelap, yang perlu kita lakukan adalah tetap bersimpuh dalam keheningan, memohon pertolongan Tuhan.

Perumpamaan tentang sahabat yang datang tengah malam untuk minta tolong mengajarkan kita akan pentingnya ketekunan dalam berdoa. Sahabat itu tidak berhenti meminta roti meskipun awalnya ia ditolak. Ketekunan yang seperti tak tahu malu dalam meminta itu pun akhirnya berhasil. Kita diminta untuk seperti itu juga, terus berdoa dan tidak menyerah. Yesus menjanjikan bahwa jika kita meminta, kita akan diberi; jika kita mencari, kita akan mendapatkan; dan jika kita mengetuk maka pintu akan dibukakan.

Tentu saja perkataan Yesus ini jangan kemudian dipelintir atau disalahpahami bahwa kita hanya perlu duduk meminta tanpa berbuat apa-apa. Memintamencari dan mengetuk merupakan tiga aksi atau tindakan yang memerlukan gerakan aktif dari manusia. Ini berarti harus ada partisipasi dari pihak manusia, yang kemudian direspons dengan anugerah Ilahi. Yesus berkata bahwa Bapa akan memberikan Roh Kudus kepada kita yang datang meminta kepada-Nya. Dengan kehadiran Roh Kudus yang adalah Penolong dan Penasihat kita, segala kesulitan dan persoalan kita akan terjawab. 

Banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh kita, para misionaris dalam mengemban tugas perutusan. Bapa Paus Fransiskus berpesan agar para misionaris tak boleh kehilangan harapan. Saat ini, seperti saat itu juga, Tuhan Yang Bangkit tetap dekat dengan para murid misionaris-Nya dan berjalan di samping mereka, terutama ketika mereka merasa bingung, putus asa, takut akan misteri ketidakadilan yang mengelilingi dan berusaha menguasai mereka. Maka, jangan biarkan diri kita kehilangan harapan! Tuhan lebih besar dari semua masalah kita, terutama masalah-masalah yang muncul dalam misi kita untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia. Karena pada akhirnya misi ini adalah milik-Nya dan kita tidak lebih dari rekan sekerja-Nya yang rendah hati, “hamba-hamba yang tidak berguna” (Pesan Hari Minggu Misi Sedunia ke-97).

Bapa Paus juga mengatakan bahwa Tuhan tahu dan melihat pengorbanan dan kemurahan hati yang kita lakukan demi misi. Untuk itu mari kita tetap teguh dalam iman dan doa, terutama ketika kita harus menanggung beban dan kesulitan dalam bentuk apapun di jalan misi. Kita harus ingat kata-kata Yesus kepada para murid-Nya sebelum sengsara-Nya, Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia!” (Yoh. 16:33).

Misi kita hari ini: selalu percaya dan berharap pada belas kasih Tuhan. 

(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner Konferensi Waligereja Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalUntuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia. 

Ujud Gereja IndonesiaPemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. 

Amin

ROSARIO MISIONER
PERISTIWA TERANG

  1. Yesus dibaptis di sungai Yordan

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat. 3:16-17)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon terang kasih-Mu untuk benua Asia. Ribuan kasus terungkap, peredaran narkoba semakin memprihatikan. Manusia diracuni oleh kenikmatan semu dan menyia-nyiakan rahmat kehidupan yang Engkau hadiahkan. Ya Bapa Maha Rahim, bebaskanlah jiwa-jiwa yang tersesat, yang kehilangan arah dalam perhambaan duniawi. Terangilah hati mereka untuk menemukan jalan kembali kepada-Mu. Semoga edukasi akan bahaya narkoba dan cara-cara menghindari pergaulan buruk terus digiatkan sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat, terutama kaum muda. Jauhkanlah juga para penegak hukum dari godaan egoisme dan ketamakan, sehingga mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan jujur dan tegas dalam menindak pemberantasan narkoba demi terciptanya masyarakat yang sehat jiwa dan raga. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menyatakan diri-Nya pada pesta perkawinan di Kana

“Atas permintaan Maria, bunda-Nya, Yesus mengatasi kekurangan anggur. Hal itu dilakukan Yesus […] sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yoh. 2:11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon berkatilah benua Australia dan Oceania agar mampu mencintai alam yang menjadi sumber makanan dan penghidupan mereka. Ajarilah mereka untuk bersyukur sehingga mau memelihara dan merawat apa yang telah Engkau berikan demi kelangsungan hidup mereka. Jauhkanlah mereka dari egoisme, keinginan untuk menguasai dan godaan ketamakan yang mengarah pada eksploitasi. Berkatilah juga upaya-upaya pelestarian alam di wilayah Oceania, terutama untuk mencegah hilangnya keanekaragaman hayati. Semoga cinta dan rasa hormat terhadap alam, mendorong semua pihak untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga keindahan dan keberlanjutan alam. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu.” (Mat. 4:17.23)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon kehadiran Roh Kudus-Mu di benua Eropa. Tuntunlah hati orang-orang untuk menjawab panggilan-Mu dengan sukacita. Bangkitkanlah kembali Roh panggilan dan semangat apostolik di kalangan para imam, biarawan/biarawati, dan semua anggota Gereja-Mu. Semoga para misionaris, awam, dan kelompok gerejawi dapat bekerjasama dan bersatu hati dalam melahirkan kembali semangat iman di benua ini. Kobarkanlah hati yang dingin dan terangilah jalan, sehingga orang-orang yang tersesat dapat kembali menemukan-Mu. Berikanlah juga hikmat pada pihak berwenang agar dapat menghargai dan merawat warisan- warisan religius yang kini telah banyak berubah menjadi tempat hiburan. Semoga Gereja Katolik di benua Eropa dapat bangkit dan berkembang demi kemuliaan nama-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya

“Yesus berubah rupa di sebuah gunung yang tinggi. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah bersabda kepada tiga rasul Yesus, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia. (Mat. 17:2.5)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon belas kasih-Mu khususnya di Benua Amerika. Kemajuan zaman dan perkembangan teknologi telah berdampak pada tingginya tekanan stres dan tuntutan kehidupan. Akibatnya banyak orang jatuh dalam kecemasan, depresi dan mengalami masalah mental. Melalui tangan dan kehadiran para ahli, sembuhkanlah hati yang terluka dan tegakkanlah kembali semangat yang patah. Singkirkanlah kegelapan dan nyalakanlah terang pengharapan-Mu. Terutama bagi kaum muda, jagalah iman dan hidup mereka, agar tak mudah jatuh dalam godaan zaman apalagi sampai melupakan-Mu. Semoga kemajuan teknologi dan komunikasi dapat dimanfaatkan para influencer untuk berbagi kabar sukacita, dan media menjadi tempat edukasi positif untuk menjaga kesehatan mental serta mempromosikan kehidupan. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menetapkan Ekaristi

Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, “Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi banyak orang.” (Mrk. 14:22-24)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami memohon perdamaian untuk benua Afrika. Konflik dan kekerasan mengakibatkan orang-orang terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka.  Sebagaimana dahulu Engkau melindungi Putra-Mu saat hidup dalam pengungsian, lindungilah juga mereka dalam perjalanan mereka. Cukupkanlah hidup mereka di tanah asing, sehingga mereka mampu bertahan secara fisik, mental dan juga dalam iman, percaya bahwa Engkau takkan pernah meninggalkan mereka. Tumbuhkanlah kasih dan rasa kemanusiaan, sehingga banyak orang mau menjadi Roti yang terpecah dan dibagikan untuk meringankan penderitaan mereka. Semoga akar kejahatan, yaitu: supplai senjata tajam dan bahan peledak, dapat segera dihentikan sehingga benua Afrika dapat kembali menjadi tempat yang aman dan damai. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan komentar