Hari Ke-17
Selasa Biasa XXVIII, 17 Oktober 2023
Peringatan : S. Ignasius dari Antiokhia, Uskup dan Martir
Bacaan: Rm. 1:16-25
Injil: Luk. 11:37-41
“Sebab, aku tidak malu terhadap Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”
(Roma 1:16)
Pada Pertemuan Nasional T-SoM II angkatan ketiga, para remaja SEKAMI (Serikat Misi Kepausan Anak/Remaja Misioner) yang berasal dari empat belas keuskupan diajak untuk berfokus pada Kitab Suci. Ketika ditanya, apakah mereka rutin membaca Kitab Suci dan mengapa senang atau sulit membaca Kitab Suci, sebagian besar mengaku jarang membaca Kitab Suci. Alasannya beragam, antara lain karena: huruf-huruf di Kitab Suci kecil-kecil, tidak punya waktu karena lebih sering menghabiskan waktu bermain gadget, dan sering kali tidak memahami isi Kitab Suci. Pertanyaan lain yang juga ditanyakan adalah bagaimana sikapmu ketika mendengarkan bacaan Kitab Suci dan khotbah di Gereja? Ada yang menjawab: tergantung isi dan cara berkhotbah Pastor, jika panjang dan tidak menarik, biasanya merasa bosan dan mengantuk.
Pernas T-SoM II angkatan ke-3 yang mengusung tema “Hatiku Berkobar-Kobar Mendengarkan Sabda Tuhan” ini mencoba mengajak para remaja T-SoM memahami arti penting dari Kitab Suci bagi kehidupan mereka. Kitab Suci bukan hanya sebagai bahan bacaan di perayaan Ekaristi, tapi sekaligus dapat dijadikan buku doa dan renungan. Salah satu imam fasilitator mengingatkan para remaja bahwa Kitab Suci adalah dasar iman dan tumpuan hidup Gereja. Selain dapat dipergunakan secara pribadi, sebagai bahan doa, refleksi dan pewartaan, Kitab Suci juga dapat dipergunakan secara bersama-sama, dalam pertemuan kelompok, seperti: retreat dan sharing. Terkait dengan komentar jujur para remaja mengenai khotbah di Gereja, imam fasilitator mengatakan masukan itu akan mereka (para imam) perhatikan, agar isi khotbah dapat dibuat lebih jelas dan ringkas.
Paus Fransiskus dalam pesan untuk Hari Minggu Misi Sedunia ke-97 mengingatkan peran Kitab Suci bagi para misionaris, dan pentingnya untuk memahami isi Kitab Suci secara mendalam. Jika kita sebagai pewarta Kabar Gembira tidak mengenal Kitab Suci, yang berisi peristiwa-peristiwa misi Yesus dan Gereja-Nya, lalu apa yang akan kita wartakan kepada orang lain? Jangan-jangan yang kita wartakan hanyalah ide dan proyek kita sendiri saja.Merujuk pada kisah dua murid dalam perjalanan ke Emaus, Bapa Suci mengatakan bahwa Yesus adalah Sabda yang Hidup. Saat kedua murid mendengarkan-Nya menjelaskan Kitab Suci, hati mereka terbakar berkobar-kobar. Sabda membakar dan menerangi hati mereka. Seperti itu pulalah yang akan terjadi ketika kita membaca Kitab Suci. Mustahil bagi kita untuk memahami Kitab Suci secara mendalam jika bukan Tuhan yang menerangi dan mengubah hati kita.
Kitab Suci tidak bisa kita perlakukan seperti sembarang buku lainnya. Memilih-milih bagian yang kita anggap menarik dan sukai saja, atau yang sesuai dengan selera kita. Kitab Suci harus dibaca secara menyeluruh, karena merupakan sumber sejarah Gereja dan misi Yesus. Perjanjian Lama bukanlah kumpulan cerita zaman kuno belaka, namun merupakan akar kehidupan Kristiani. Tanpa Perjanjian Lama kita takkan mampu memahami Perjanjian Baru secara utuh. Mengikuti teladan dua murid dalam perjalanan ke Emaus, mari kita biarkan Tuhan menemani dan menjelaskan arti Kitab Suci pada kita, agar kita mampu mewartakan misteri keselamatan-Nya dengan kuasa dan hikmat yang berasal dari Roh-Nya sendiri.
Misi kita hari ini: menjadikan Kitab Suci sebagai sumber untuk memahami sejarah Gereja dan karya misi Yesus.
(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia.
Ujud Gereja Indonesia: Pemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Amin
ROSARIO MISIONER
PERISTIWA SEDIH
- Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut
“Ya, Bapa, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Mat. 26:39)
Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon berkatilah upaya kami di benua Asia dalam menjalankan Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan. Kami menyadari penuh akan tugas, peran dan tanggung jawab kami sebagai bagian dari Gereja Katolik untuk mencegah dan melawan tindak kejahatan seksual pada anak dan dewasa rentan. Berkatilah segala upaya, proses pendampingan dan pemulihan bagi para korban. Sembuhkanlah luka dan trauma para korban. Semoga semua pihak mau bekerja sama dan menyadari pentingnya protokol ini bagi penghormatan terhadap martabat manusia dan proses pemurnian Gereja, sekaligus menjadi jalan pertobatan, pembaruan spiritual dan panggilan. Semoga Gereja dapat menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus didera
“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya.” (Mrk. 15:19-20a)
Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon berkatilah benua Australia dan Oceania dengan rahmat pengharapan, kasih dan iman. Saat ini krisis hunian menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal dan sulit menemukan bantuan, terutama kaum perempuan dan anak-anak. Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Juruselamat kami, berjanji bahwa kami tidak akan dibiarkan menjadi yatim-piatu. Berikanlah pertolongan-Mu bagi mereka yang saat ini terlantar. Biarlah cahaya pengharapan-Mu tetap memancar mengalahkan keputusasaan. Ketuklah hati, agar semakin banyak orang peduli akan nasib sesamanya dan mau mengulurkan tangan untuk menolong. Semoga pihak berwenang dapat segera memberikan solusi dan layanan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi semua orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus dimahkotai duri
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya katanya, “Salam, hai raja orang Yahudi!” (Mrk. 15:17-18)
Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mendoakan persatuan di benua Eropa. Semoga setiap orang di benua ini saling mendukung dan berjalan bersama sebagai satu keluarga manusia. Benua Eropa telah menjadi rumah yang Engkau berkati untuk disinggahi orang-orang dari berbagai suku, bangsa dan budaya berbeda. Terkadang hidup bersama dalam perbedaan tidaklah selalu mudah. Untuk itu anugerahkanlah kerendahan hati dan cinta yang besar sehingga semua orang mampu mengutamakan toleransi, penghormatan atas harkat, martabat dan hak asasi manusia. Lindungilah mereka dari kejahatan rasisme, termasuk penggunaan argumen rasis, anti-Semit, xenofobia, dalam ranah publik maupun wacana politik yang dapat mengakibatkan iklim negatif dan sentimen antar etnis. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Golgota
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.”(Yoh. 19:16b)
Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon hikmat-Mu untuk orang-orang di benua Amerika, agar mampu menghargai nilai kehidupan yang Kau anugerahkan kepada manusia. Kejahatan yang menghilangkan nyawa manusia, seperti penembakan massal dan pembunuhan dengan senjata api terus meningkat akhir-akhir ini di benua ini. Lindungi dan luputkanlah semua orang dari bahaya. Hibur dan kuatkanlah keluarga para korban yang meninggal agar mampu mengatasi trauma dan duka yang mereka alami. Tuntunlah hati para pengambil keputusan dalam menciptakan aturan dan sanksi tegas demi mengontrol penggunaan senjata api. Semoga seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu mengupayakan keamanan umum melalui semangat persaudaraan, cinta kasih dan dialog. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus wafat di salib
“Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Luk. 23:46)
Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang pada-Mu untuk mendoakan benua Afrika. Kehidupan beragama di beberapa daerah masih terancam. Konflik politik yang berubah menjadi konflik agama menyebabkan banyak orang mengalami penganiayaan karena mempertahankan iman mereka pada-Mu. Lindungilah komunitas-komunitas Kristiani dari ancaman penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok teroris. Semoga belas kasih dan penyertaan-Mu turun atas benua ini, menghapus teror, ketakutan dan penindasan yang dialami oleh umat-Mu, agar mereka dapat kembali menaikkan pujian dan memuliakan nama-Mu sebagai Allah yang Mahakuasa. Sebagaimana kami percaya bahwa di mana dosa bertambah, di sana anugerah menjadi berlimpah-limpah. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Terimakasih
SukaSuka