KRISTUS adalah Roti yang Dipecah dan Dibagikan 

Hari Ke-19
Kamis Biasa XXVIII, 19 Oktober 2023
Peringatan: S. Yohanes de Brébeuf dan Isaac Jogues, Imam dkk,
S. Paulus dari Salib, Imam

Bacaan: Rm. 3:21-30
Injil: Luk. 11:47-54

“Sebab, kami yakin bahwa manusia dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan-perbuatan menurut hukum Taurat.”
(Roma 3:28)

Yesus mengecam keras ahli-ahli Taurat, bukan karena tidak setuju akan hukum Taurat. Melainkan karena ahli-ahli Taurat hanya pandai bicara, alias omong kosong. Mereka menetapkan beban berat, yang kadang tak tertanggungkan, tapi mereka sendiri tidak mau memikul beban-beban tersebut. Mereka menghafalkan teori secara lengkap hingga titik-komanya, namun tidak mau mengaplikasikannya ke dalam perilaku mereka sehari-hari. Celakanya lagi mereka juga menghalang-halangi orang lain, sehingga orang lain pun tidak dapat sampai kepada praktik yang benar. 

Kecaman Yesus itu sama sekali tidak bermaksud untuk membatalkan hukum Taurat (bdk. Rm. 3:31). Hukum Taurat diberikan Allah kepada umat-Nya di Perjanjian Lama sebagai pengajaran agar manusia dapat menyadari kelemahan dan keberdosaannya (bdkRm. 3:20). Penerapan hukum Taurat bukanlah untuk pembenaran, karena manusia dibenarkan oleh imannya, bukan karena perbuatan-perbuatannya (bdk. Rm. 3:28). 

Bertolak belakang dari ahli-ahli Taurat, ajaran Yesus tidah hanya perkataan belaka. Diri-Nya dan hidup-Nya merupakan wujud dari pengajaran-Nya. Tak tanggung-tanggung, Ia memberikan teladan bagaimana cara mencintai hingga tak bersisa. Ia rela menjadi Roti yang dipecahkan dan dibagi-bagikan untuk kita semua. 

Itulah mengapa Ekaristi menjadi penting bagi kita orang Katolik. Paus Fransiskus dalam pesannya untuk Hari Minggu Misi Sedunia ke-97 mengisahkan kembali peristiwa ketika kedua murid dalam perjalanan ke Emaus duduk di meja perjamuan bersama Yesus. Saat Yesus memecahkan roti, mereka langsung mengenali-Nya. Dan seketika itu juga Yesus pun menghilang. Dia tak lagi terlihat. Dia yang memecahkan roti, pada saat yang sama menjadi Roti yang terpecah bagi kita. Saat kita menyantap-Nya dalam perjamuan Ekaristi, Yesus masuk ke dalam hati kita. 

Iman akan Yesus Kristus, yang memecahkan Roti sekaligus menjadi Roti yang dipecahkan dan dibagikan kepada para murid, mendorong kita semua untuk bisa menjadi seperti Dia. Kita jangan hanya tahu menerima dan menyantap Roti yang disediakan-Nya bagi kita. Tetapi mengikuti jejak-Nya, dengan kehadiran-Nya yang hidup di dalam diri kita, maka kita semua dipanggil untuk menjadi roti-roti yang dipecahkan dan dibagi-bagikan untuk dunia. 

Lihatlah, jika sepotong roti dipecahkan, roti itu tak lagi menjadi utuh. Saat dibagi-bagikan, roti itu bukan lagi milik dirinya sendiri, tetapi menjadi milik banyak orang. Seperti itulah Yesus. Dan seperti itu jugalah diri kita. Diri dan hidup kita tidak utuh lagi dan bukan lagi milik diri kita sendiri. Meneladani Yesus, ada pengorbanan yang harus dilakukan. Butuh keikhlasan dan ketulusan dalam pemberian diri yang utuh. Akhirnya, ada iman akan Tuhan dan cinta yang besar, hingga rela membagikan diri dan hidup, untuk dunia. 

Misi kita hari ini: memiliki dasar iman yang benar akan Kristus sebagai Roti Hidup yang telah dipecahkan dan dibagikan untuk kita.

(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalUntuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia. 

Ujud Gereja IndonesiaPemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. 

Amin

ROSARIO MISIONER
PERISTIWA TERANG

  1. Yesus dibaptis di sungai Yordan

“Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat. 3:16-17)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon terang kasih-Mu untuk benua Asia. Ribuan kasus terungkap, peredaran narkoba semakin memprihatikan. Manusia diracuni oleh kenikmatan semu dan menyia-nyiakan rahmat kehidupan yang Engkau hadiahkan. Ya Bapa Maha Rahim, bebaskanlah jiwa-jiwa yang tersesat, yang kehilangan arah dalam perhambaan duniawi. Terangilah hati mereka untuk menemukan jalan kembali kepada-Mu. Semoga edukasi akan bahaya narkoba dan cara-cara menghindari pergaulan buruk terus digiatkan sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat, terutama kaum muda. Jauhkanlah juga para penegak hukum dari godaan egoisme dan ketamakan, sehingga mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan jujur dan tegas dalam menindak pemberantasan narkoba demi terciptanya masyarakat yang sehat jiwa dan raga. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menyatakan diri-Nya pada pesta perkawinan di Kana

“Atas permintaan Maria, bunda-Nya, Yesus mengatasi kekurangan anggur. Hal itu dilakukan Yesus […] sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yoh. 2:11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon berkatilah benua Australia dan Oceania agar mampu mencintai alam yang menjadi sumber makanan dan penghidupan mereka. Ajarilah mereka untuk bersyukur sehingga mau memelihara dan merawat apa yang telah Engkau berikan demi kelangsungan hidup mereka. Jauhkanlah mereka dari egoisme, keinginan untuk menguasai dan godaan ketamakan yang mengarah pada eksploitasi. Berkatilah juga upaya-upaya pelestarian alam di wilayah Oceania, terutama untuk mencegah hilangnya keanekaragaman hayati. Semoga cinta dan rasa hormat terhadap alam, mendorong semua pihak untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga keindahan dan keberlanjutan alam. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan

“Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu.” (Mat. 4:17.23)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon kehadiran Roh Kudus-Mu di benua Eropa. Tuntunlah hati orang-orang untuk menjawab panggilan-Mu dengan sukacita. Bangkitkanlah kembali Roh panggilan dan semangat apostolik di kalangan para imam, biarawan/biarawati, dan semua anggota Gereja-Mu. Semoga para misionaris, awam, dan kelompok gerejawi dapat bekerjasama dan bersatu hati dalam melahirkan kembali semangat iman di benua ini. Kobarkanlah hati yang dingin dan terangilah jalan, sehingga orang-orang yang tersesat dapat kembali menemukan-Mu. Berikanlah juga hikmat pada pihak berwenang agar dapat menghargai dan merawat warisan- warisan religius yang kini telah banyak berubah menjadi tempat hiburan. Semoga Gereja Katolik di benua Eropa dapat bangkit dan berkembang demi kemuliaan nama-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya

“Yesus berubah rupa di sebuah gunung yang tinggi. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah bersabda kepada tiga rasul Yesus, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia. (Mat. 17:2.5)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon belas kasih-Mu khususnya di Benua Amerika. Kemajuan zaman dan perkembangan teknologi telah berdampak pada tingginya tekanan stres dan tuntutan kehidupan. Akibatnya banyak orang jatuh dalam kecemasan, depresi dan mengalami masalah mental. Melalui tangan dan kehadiran para ahli, sembuhkanlah hati yang terluka dan tegakkanlah kembali semangat yang patah. Singkirkanlah kegelapan dan nyalakanlah terang pengharapan-Mu. Terutama bagi kaum muda, jagalah iman dan hidup mereka, agar tak mudah jatuh dalam godaan zaman apalagi sampai melupakan-Mu. Semoga kemajuan teknologi dan komunikasi dapat dimanfaatkan para influencer untuk berbagi kabar sukacita, dan media menjadi tempat edukasi positif untuk menjaga kesehatan mental serta mempromosikan kehidupan. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menetapkan Ekaristi

Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, “Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi banyak orang.” (Mrk. 14:22-24)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami memohon perdamaian untuk benua Afrika. Konflik dan kekerasan mengakibatkan orang-orang terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan kampung halaman mereka.  Sebagaimana dahulu Engkau melindungi Putra-Mu saat hidup dalam pengungsian, lindungilah juga mereka dalam perjalanan mereka. Cukupkanlah hidup mereka di tanah asing, sehingga mereka mampu bertahan secara fisik, mental dan juga dalam iman, percaya bahwa Engkau takkan pernah meninggalkan mereka. Tumbuhkanlah kasih dan rasa kemanusiaan, sehingga banyak orang mau menjadi Roti yang terpecah dan dibagikan untuk meringankan penderitaan mereka. Semoga akar kejahatan, yaitu: supplai senjata tajam dan bahan peledak, dapat segera dihentikan sehingga benua Afrika dapat kembali menjadi tempat yang aman dan damai. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan komentar