Hari ini juga, pikiran saya tertuju ke Israel dan Palestina. Korban terus bertambah dan situasi di Gaza sangat memprihatinkan. Tolong lakukan segala sesuatu yang mungkin untuk menghindari bencana kemanusiaan!
Yang mengkhawatirkan adalah kemungkinan meluasnya konflik, sementara begitu banyak garda depan perang sudah terbuka di dunia. Hentikanlah senjata-senjata itu! Biarlah seruan perdamaian bagi bangsa-bangsa, bagi manusia, bagi anak-anak didengar! Saudara-saudari, perang tidak menyelesaikan masalah, perang hanya menabur kematian dan kehancuran, meningkatkan kebencian dan melipatgandakan balas dendam. Perang menghapus masa depan. Saya mendorong orang beriman untuk hanya mengambil satu sisi dalam konflik ini: sisi perdamaian; tidak sebatas kata-kata, tetapi dengan doa dan dengan pemberian diri sepenuhnya.
Mengingat hal ini, saya telah memutuskan untuk menyerukan 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐩𝐮𝐚𝐬𝐚, 𝐝𝐨𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐨𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧, pada hari Jumat, 𝟐𝟕 𝐎𝐤𝐭𝐨𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟑, di dalamnya saya mengundang untuk ikut serta, menurut cara yang memungkinkan sesuai dengan keyakinan kita masing-masing, saudara-saudari dari berbagai denominasi Kristiani, penganut agama-agama lain dan semua orang yang mempunyai hati untuk upaya-upaya perdamaian dunia. Sore itu, jam 18.00, di lapangan Santu Petrus ini, kita akan melakukan bersama, dalam semangat pertobatan, satu jam dalam doa untuk memohonkan perdamaian, perdamaian bagi dunia ini. Saya meminta semua Gereja lokal untuk mengambil bagian, dengan mengupayakan hal-hal serupa, yang melibatkan Umat Allah.
