Hari Ke-22
Minggu Biasa XXIX, 22 Oktober 2023
HARI MINGGU MISI SEDUNIA KE-97
Peringatan: S. Yohanes Paulus II, Paus
Bacaan: Yes. 45:1,4-6; 1Tes. 1:1- 5b
Injil: Mat. 22:15-21
“Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.”
(1 Tesalonika 1:3)
Sahabat misioner terkasih,
Tahun depan pada 14 Februari 2024, kita rakyat Indonesia akan memilih presiden baru (bdk. Injil: “kaisar”). Hari-hari ini tahapan pemilu sudah berada pada tahap pendaftaran calon presiden dan wakil presiden. Sudah sejak awal tahun ini gelanggang perpolitikan Indonesia menghangat. Mesin-mesin partai mulai panas saling berkonsolidasi, berkoalisi dan bermanuver. Mereka saling tarik-menarik mencari dukungan. Masyarakat pun ikut dihangatkan dan ditarik-tarik ke ranah politik dengan survei-survei bakal capres-cawapres. Seperti kebiasaan yang sudah-sudah di negeri ini, agama pun tidak akan dilepaskan dari kancah perpolitikan Indonesia. Agama bagai gula-gula yang sangat manis menarik, dan bagai obat mujarab untuk membius rakyat yang pendek akal. Agama diagungkan, tapi sekaligus direndahkan dengan diperalat untuk kepentingan tertentu. Agama dan Tuhan dipakai sembarangan bagai barang dagangan yang dijual sana-sini demi meraup keuntungan kelompok tertentu. Agama dan Tuhan sudah dicampur-adukkan terlalu jauh dengan urusan politik. Akibatnya rakyat terprovokasi dan terpecah-belah karena negeri kita yang bhineka dinodai dengan penyalahgunaan agama untuk kepentingan kekuasaan.
Dalam Injil Minggu ini, Yesus menasihatkan kita supaya tidak mencampuradukkan agama dan politik. Kita tidak membuat agama dan politik saling mengintervensi, tapi juga tidak memisahkan begitu saja hingga tidak saling peduli. Kita wajib bersikap dan bertindak konsekuen, penuh tanggung jawab baik sebagai warga negara maupun sebagai umat beragama. Tidak berlaku oportunis, mengambil keuntungan sendiri, tapi lepas tanggung jawab. Kita, warga negara aktif, memang seharusnya berpolitik sebagai orang beriman yang bermoral. Maksudnya, sebagai warga negara yang beriman kita harus aktif andil dalam kemajuan bangsa dan negara dengan landasan moral dan iman yang inklusif, tidak picik dan fanatik sempit.
Dalam Injil hari ini, dikisahkan bagaimana orang Farisi memprovokasi dan menjebak Yesus dengan bertanya, “Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Kalau dijawab, “Harus membayar pajak kepada kaisar,” Yesus akan berbenturan dengan kelompok nasionalis bangsa-Nya sendiri dan dipandang menjadi antek penjajah. Sebaliknya, kalau dijawab, “Tidak perlu membayar pajak kepada kaisar,” Ia akan dituduh provokator, pembelot atau pemberontak oleh pemerintah penjajah Romawi. Yesus tidak mau terprovokasi dan masuk dalam jebakan Farisi. Ia menyelami hati dan pikiran orang-orang yang mau menjerat-Nya itu. Yesus tidak menjawab langsung, melainkan lebih dahulu mengenali maksud tersembunyi dari pertanyaan mereka yang mau menjebak-Nya. Ia meminta keping mata uang dinar yang mereka gunakan sehari-hari. Pada mata uang dinar itu, terlihat jelas ada gambar dan tulisan kaisar. Dengan kata lain, orang-orang itu menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah yang notabene mereka benci. Maka, Yesus menghadapkan mereka dengan konsekuensi perilakunya yang menggunakan fasilitas yang disediakan pemerintah itu: jangan mereka mengambil keuntungan tanpa mau membayar. Mereka tidak menyukai dan membenci pemerintah, tetapi mau menikmati yang disediakan pemerintah dan mengambil keuntungan darinya. Ini tidak konsekuen dan bertanggung jawab. Siapa yang ikut menikmati harus ikut menanggung. Oleh karena itu, Yesus menjawab, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”
Sebenarnya hak (apa yang wajib diberikan kepada) kaisar sangatlah terbatas. Selebihnya yang lain atau bisa dikatakan semuanya adalah hak (apa yang wajib diberikan kepada) Allah yang telah menciptakan dan mengasihi kita. Dengan kata lain, kaisar atau pemerintah hanyalah berhak untuk menyelenggarakan dan mengatur hidup bersama demi kesejahteraan umum. Sejauh kaisar atau pemerintah menyelenggarakan dan memenuhi kesejahteraan umum ini, para warga wajib hormat, mendukung dan menaatinya. Sebaliknya, jika pemerintah bertindak di luar itu atau melanggar hak konstitusinya, para warga bebas untuk tidak menaatinya. Bahkan, para warga wajib untuk secara kritis mengkritisi dan mengoreksinya.
Segala-galanya di dunia ini, termasuk manusia sendiri dan juga negara, adalah hak milik Allah. Dunia diciptakan oleh Allah dan dilengkapi dengan karunia-karunia-Nya, maka harus diberikan kembali kepada Allah dengan mengelola dan memanfaatkannya sesuai kehendak Allah. Memberikan kepada Allah apa yang wajib diberikan kepada Allah sama saja dengan melakukan kehendak Allah, yaitu mewartakan dan menegakkan Kerajaan Allah.
Mewartakan dan menegakkan Kerajaan Allah inilah misi kita sebagai umat beriman. Panggilan dan komitmen misioner ini kita barui hari ini, pada hari Minggu Misi Sedunia ke-97. Paus Fransiskus telah menuntun pembaruan komitmen misioner kita dengan memberikan pesan Minggu Misi dengan tema, “Hati berkobar-kobar, kaki bergegas pergi mewartakan Injil.” Pesan ini diilhami kisah dua murid Emaus yang berjumpa dengan Yesus yang telah bangkit. Perjumpaan personal dengan Yesus dalam sabda (pengajaran di sepanjang jalan menuju Emaus) dan pemecahan roti (Ekaristi saat di rumah, di Emaus) membuat hati para murid berkobar-kobar dan mendorong mereka berangkat pergi ke Yerusalem untuk mewartakan Yesus Tuhan yang bangkit.
Pembaruan komitmen misioner kita hari ini diteguhkan juga oleh doa Santo Paulus seperti disampaikannya kepada jemaat di Tesalonika, “Sebab, kami selalu teringat akan pekerjaan imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita” (1Tes. 1:3). Komitmen misioner itu kita tunjukkan melalui tindakan kasih, kerelaan berkorban dan mempersembahkan diri dengan aktif terlibat dalam mengusahakan kesejahteraan umum.
Demikian, kita diundang untuk semakin sering masuk ke ruang batin kita menjumpai Yesus yang bangkit, mendengarkan-Nya bersabda dalam relung batin kita, dan menyambut-Nya dalam perayaan Ekaristi. Kita luangkan waktu khusus, “quality time”, untuk berada bersama Yesus, untuk membuka diri diubah dan diberdayakan-Nya menjadi murid yang siap diutus mewartakan dan menegakkan Kerajaan Allah. Kita jalankan amanat misioner Tuhan itu dalam keseharian kita dengan karunia, bakat, talenta, kelebihan dan keterbatasan kita demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar dan keluhuran martabat manusia yang lebih tinggi.***NW
Misi kita hari ini: rela berkorban mempersembahkan diri bagi karya misi demi kemuliaan Tuhan dan keluhuran dari martabat setiap manusia.
(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia.
Ujud Gereja Indonesia: Pemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Amin
ROSARIO MISIONER
PERISTIWA MULIA
- Yesus bangkit dari antara orang mati
“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” (Mat. 28:5-6)
Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami memohon anugerah persatuan untuk benua Asia, khususnya negara kami Indonesia yang sebentar lagi akan menyelenggarakan pemilu. Semoga pemilu dapat dijalankan secara terbuka, transparan dan akuntabel sehingga menjadi instrumen yang mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. Pimpinlah hati dan pikiran kami untuk memilih pemimpin negara yang bijaksana dan adil, sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga iman kami pada-Mu dapat menjadi landasan yang menjadikan kami warga negara yang aktif, mau peduli dan mengambil peran dalam memajukan bangsa dan negara kami. Jauhkanlah segala konflik, kekerasan dan dampak negatif dalam pemilu ini, agar kami sungguh dapat bersukacita menyambut pemimpin baru kami. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus naik ke surga
“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. ‘Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?’ Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” (Kis. 1:9-11)
Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk benua Australia dan Oceania. Anugerahkanlah
Roh kesetiaan pada masyarakat agar dapat menghargai sejarah dan akar kehidupan. Saat ini orang-orang Aborigin, penduduk asli benua Australia, tengah menghadapi penderitaan, tekanan dan ketidakadilan karena rasisme, perbudakan, kekerasan, dan perampasan hak atas tanah mereka. Lindungilah mereka, dan kembalikanlah kebebasan hidup mereka di tanah warisan nenek moyang mereka. Terangilah akal budi semua orang untuk memaknai penghormatan akan leluhur dan sejarah sebagai wujud iman akan sejarah penciptaan-Mu. Semoga karya cinta kasih-Mu menjadi nyata melalui upaya-upaya untuk menjaga dan merawat warisan dan kekayaan budaya, termasuk kehidupan suku-suku asli. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Roh Kudus turun atas para rasul
“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk […] lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberitakan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” (Kis. 2:2.4)
Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, berkatilah benua Eropa dengan Roh persaudaraan. Bebaskanlah hati setiap orang dari ketakutan terhadap pengungsi dan pencari suaka, yang mengakibatkan stigmatisasi, sikap bermusuhan dan diskriminasi. Tanamkanlah penghargaan akan kehidupan agar keadilan dan kemanusiaan dapat ditegakkan terutama bagi kaum lemah dan terpinggirkan, yang membutuhkan rasa aman dan perlindungan. Banyak anak korban perang yang tidak dapat bertemu orang tua mereka karena aturan pembatasan. Semoga mereka segera dapat berkumpul kembali dan memperoleh hak untuk hidup bebas di bumi ciptaan-Mu ini. Dan semoga perbedaan dapat dijembatani, solusi baru dapat ditemukan untuk mencapai rekonsiliasi yang menjamin hak hidup dan perlindungan yang setara bagi semua orang. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Maria diangkat ke surga
“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita juga percaya bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (1 Tes. 4:14.17)
Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon anugerah pembebasan untuk semua orang yang menjadi korban perdagangan manusia dan perbudakan, khususnya di benua Amerika. Berikanlah keselamatan kepada para korban, karena Engkaulah Sumber keselamatan hidup kami. Semoga mereka yang pernah jatuh dalam kejahatan sesama, Kau angkat kembali dan Kau penuhi hidup mereka dengan sukacita-Mu. Bebaskanlah juga para pelaku kejahatan dari kuasa gelap dan tuntunlah mereka kepada pertobatan. Semoga kasih karunia-Mu menyertai segala upaya individu, kelompok dan organisasi, dalam memerangi perdagangan manusia dan perbudakan di mana pun juga. Sehingga suatu hari nanti penghormatan terhadap harkat dan martabat setiap manusia dapat ditegakkan di muka bumi ini. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Maria dimahkotai di surga
“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” (Why. 12:1)
Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon rahmatilah benua Afrika agar dapat terbebas dari bencana alam dan kekerasan. Krisis pangan akibat dari kekeringan, banjir dan konflik yang berkelanjutan menyebabkan angka kematian yang tinggi. Anak-anak menjadi korban: terbunuh dan meninggal karena kekurangan gizi. Curahkanlah rahmat-Mu ya Bapa Maha Pemurah dan Pengasih, berkatilah alam benua ini sehingga dapat memberi kelimpahan yang menopang kehidupan masyarakatnya. Bebaskanlah mereka dari jeratan kemiskinan dan ancaman kelaparan ekstrem yang menjadi sumber penderitaan mereka. Semoga semangat solidaritas terus tumbuh dalam diri kami semua, sehingga seluruh dunia mau peduli dan bekerjasama untuk memberikan pertolongan pada saudara-saudari kami di benua Afrika. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
