Hari Ke-24
Selasa Biasa XXIX, 24 Oktober 2023
Peringatan : S. Antonius Maria Claret, Uskup
Bacaan: Rm. 5:12,15b,17-19,20b-21
Injil: Luk. 12:35-38
“Namun, di mana dosa bertambah banyak, di sana anugerah menjadi berlimpah-limpah.”
(Roma 5:20b)
Orang-orang skeptis sering spontan melontarkan pertanyaan: “untuk apa?” ketika mereka melihat ada orang yang melakukan kebaikan di dunia yang sarat kejahatan ini. Atau ketika mendengar bahwa ada orang yang tetap tekun berharap dan berdoa pada Tuhan, meskipun hidupnya susah dan selalu berkekurangan. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), skeptis berarti kurang percaya, ragu-ragu – terhadap keberhasilan ajaran dan sebagainya -; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis.
Pengalaman buruk, kesulitan dan penderitaan memang bisa mengakibatkan orang menjadi kurang percaya, ragu-ragu dan sinis. Harapan perlahan-lahan memudar lalu lenyap. Hati menjadi gersang, iman pun akhirnya mati. Tanah gersang tentu saja tak dapat ditumbuhi benih yang baik. Sebaliknya benih kepahitan dapat tumbuh dengan subur di sana. Orang menjadi mudah membenci, bersikap sinis, tidak mudah percaya, gampang sakit hati dan mendengki.
Dalam dunia dan kehidupan di sekitar kita, banyak terjadi peristiwa buruk. Saat kita membuka siaran berita di pagi hari, kita langsung dibanjiri dengan berita-berita buruk dan kejahatan. Mulai dari saling fitnah hingga ke perang, terorisme, konflik antar agama, kelaparan, bencana alam, perdagangan manusia, pelecehan seksual, korupsi, dsbnya. Nilai-nilai baik kehidupan seakan-akan telah menjadi kabur. Hilangnya penghormatan atas martabat manusia membuat manusia saling melukai. Kejahatan ada di mana-mana, merusak hidup bahkan hingga sampai menghilangkan nyawa. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, maut menjalar dan semua orang berbuat dosa (bdk. Rm. 5:12).
Jika fokus kita hanya tertuju pada peristiwa buruk dan kejahatan yang terjadi di sekitar kita, mungkin kita pun lama-kelamaan ikut menjadi skeptis. Hati kita menjadi tawar dari harapan dan iman kita akan goyah atau bahkan mati. Rasul Paulus mengingatkan kita dalam suratnya kepada jemaat di Roma, “Namun, di mana dosa bertambah banyak, di sana anugerah menjadi berlimpah-limpah” (Rm. 5:20b). Ketika kita melihat peristiwa-peristiwa buruk atau bahkan mengalaminya sendiri, kita tak boleh membiarkan diri kita tenggelam dalam keputusasaan dan kepahitan. Di saat-saat seperti itulah dibutuhkan Kabar Baik. Dan kita adalah para pewarta Kabar Baik itu. Bukan hanya kepada korban, tetapi Kabar Baik juga kita wartakan kepada para pelaku kejahatan. Karena Kabar Baik berisi pertobatan, pengampunan dosa dan keselamatan bagi semua orang.
Yang perlu kita ingat adalah untuk selalu datang kepada Yesus. Perjumpaan dengan Yesus akan mengobati hati yang terluka dan menghidupkan kembali semangat yang padam. Seperti kisah kedua murid dalam perjalanan ke Emaus yang diliputi kecemasan dan kebingungan akibat kematian Guru mereka yang disalibkan. Hati mereka akhirnya bangkit kembali, terbakar dan berkobar-kobar ketika berjumpa dengan Yesus. Mereka bergegas berangkat kembali ke Yerusalem untuk mewartakan Kabar Sukacita. Demikian juga dengan kita, dalam keprihatinan, kebingungan dan kecemasan kita akan situasi dunia saat ini, kita harus pergi menjumpai Yesus. Agar hati kita juga dibangkitkan, sehingga kita mampu bergegas pergi untuk mewartakan Kabar Sukacita bagi keluarga manusia yang sedang terluka.
Misi kita hari ini: gigih mewartakan Kabar Baik akan perdamaian dan keselamatan di dalam Kristus kepada semua orang.
(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia.
Ujud Gereja Indonesia: Pemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Amin
ROSARIO MISIONER
PERISTIWA SEDIH
- Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut
“Ya, Bapa, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Mat. 26:39)
Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon berkatilah upaya kami di benua Asia dalam menjalankan Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan. Kami menyadari penuh akan tugas, peran dan tanggung jawab kami sebagai bagian dari Gereja Katolik untuk mencegah dan melawan tindak kejahatan seksual pada anak dan dewasa rentan. Berkatilah segala upaya, proses pendampingan dan pemulihan bagi para korban. Sembuhkanlah luka dan trauma para korban. Semoga semua pihak mau bekerja sama dan menyadari pentingnya protokol ini bagi penghormatan terhadap martabat manusia dan proses pemurnian Gereja, sekaligus menjadi jalan pertobatan, pembaruan spiritual dan panggilan. Semoga Gereja dapat menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus didera
“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya.” (Mrk. 15:19-20a)
Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon berkatilah benua Australia dan Oceania dengan rahmat pengharapan, kasih dan iman. Saat ini krisis hunian menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal dan sulit menemukan bantuan, terutama kaum perempuan dan anak-anak. Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Juruselamat kami, berjanji bahwa kami tidak akan dibiarkan menjadi yatim-piatu. Berikanlah pertolongan-Mu bagi mereka yang saat ini terlantar. Biarlah cahaya pengharapan-Mu tetap memancar mengalahkan keputusasaan. Ketuklah hati, agar semakin banyak orang peduli akan nasib sesamanya dan mau mengulurkan tangan untuk menolong. Semoga pihak berwenang dapat segera memberikan solusi dan layanan tempat tinggal yang layak dan terjangkau bagi semua orang. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus dimahkotai duri
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya katanya, “Salam, hai raja orang Yahudi!” (Mrk. 15:17-18)
Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mendoakan persatuan di benua Eropa. Semoga setiap orang di benua ini saling mendukung dan berjalan bersama sebagai satu keluarga manusia. Benua Eropa telah menjadi rumah yang Engkau berkati untuk disinggahi orang-orang dari berbagai suku, bangsa dan budaya berbeda. Terkadang hidup bersama dalam perbedaan tidaklah selalu mudah. Untuk itu anugerahkanlah kerendahan hati dan cinta yang besar sehingga semua orang mampu mengutamakan toleransi, penghormatan atas harkat, martabat dan hak asasi manusia. Lindungilah mereka dari kejahatan rasisme, termasuk penggunaan argumen rasis, anti-Semit, xenofobia, dalam ranah publik maupun wacana politik yang dapat mengakibatkan iklim negatif dan sentimen antar etnis. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Golgota
“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.”(Yoh. 19:16b)
Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon hikmat-Mu untuk orang-orang di benua Amerika, agar mampu menghargai nilai kehidupan yang Kau anugerahkan kepada manusia. Kejahatan yang menghilangkan nyawa manusia, seperti penembakan massal dan pembunuhan dengan senjata api terus meningkat akhir-akhir ini di benua ini. Lindungi dan luputkanlah semua orang dari bahaya. Hibur dan kuatkanlah keluarga para korban yang meninggal agar mampu mengatasi trauma dan duka yang mereka alami. Tuntunlah hati para pengambil keputusan dalam menciptakan aturan dan sanksi tegas demi mengontrol penggunaan senjata api. Semoga seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu mengupayakan keamanan umum melalui semangat persaudaraan, cinta kasih dan dialog. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus wafat di salib
“Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku. Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Luk. 23:46)
Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang pada-Mu untuk mendoakan benua Afrika. Kehidupan beragama di beberapa daerah masih terancam. Konflik politik yang berubah menjadi konflik agama menyebabkan banyak orang mengalami penganiayaan karena mempertahankan iman mereka pada-Mu. Lindungilah komunitas-komunitas Kristiani dari ancaman penculikan dan pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok teroris. Semoga belas kasih dan penyertaan-Mu turun atas benua ini, menghapus teror, ketakutan dan penindasan yang dialami oleh umat-Mu, agar mereka dapat kembali menaikkan pujian dan memuliakan nama-Mu sebagai Allah yang Mahakuasa. Sebagaimana kami percaya bahwa di mana dosa bertambah, di sana anugerah menjadi berlimpah-limpah. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
