Hari Ke-30
Senin Biasa XXX, 30 Oktober 2023
Peringatan: S. Marcellus
Bacaan: Rm. 8:12-17
Injil: Luk. 13:10-17
“Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga tegaklah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”
(Lukas 13:13)
Injil hari ini mengisahkan tentang perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan yang telah sakit selama delapan belas tahun. Ia dirasuki roh. Punggungnya bungkuk, ia tak dapat berdiri tegak. Dengan kondisi seperti itu jelas hidupnya sangat menderita. Belasan tahun ia tak bisa memandang lurus ke depan atau ke atas, terbelenggu dalam rasa sakit dan ketidakberdayaan. Bukan hanya fisiknya saja, tapi martabat dirinya ikut tersakiti. Mungkin ada di antara kita yang juga diam-diam menderita seperti perempuan itu. Terbelenggu akan dosa, tak berdaya untuk meluruskan diri, iman dan hidup kita.
Belasan tahun dalam derita, tak ada pertolongan yang didapatkan perempuan itu. Ia seakan-akan “tak terlihat”. Tapi Yesus melihatnya! Di antara kerumunan orang banyak, bahkan di saat Sang Guru sedang melakukan hal penting, yaitu mengajar di rumah ibadat, Yesus melihat perempuan itu. Tak menunggu perempuan itu datang pada-Nya untuk meminta pertolongan, Yesus beraksi duluan. Ia langsung meletakkan tangan di atas perempuan itu dan menyatakan kesembuhannya. Tuhan memang selalu mengambil inisiatif!
Perempuan yang bahkan tidak diketahui namanya itu tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Nama adalah suatu tanda identitas agar seseorang dikenal. Tokoh-tokoh yang diberi nama, biasanya tanda bahwa mereka itu penting. Tidak bernama – tidak ternama. Yesus memang tidak kemudian memberinya nama, dan memanggilnya dengan sebutan “ibu”. Namun, Yesus melihatnya dan mengakui keberadaannya. Yesus bahkan menegakkan perempuan itu, fisik dan martabatnya.
Tapi hari itu Hari Sabat. Hari di mana orang-orang dilarang mengerjakan apapun termasuk menyembuhkan. Apakah Yesus lupa hari itu Hari Sabat? Tidak. Tindakan Yesus menunjukkan bahwa bagi-Nya perempuan itu penting. Selain itu, ada praktik yang keliru mengenai hari Sabat yang harus diluruskan. Sabat diartikan secara dangkal, tanpa dipahami maknanya. Larangan atau penghentian segala aktivitas fisik dimaksudkan agar orang-orang ingat untuk memuliakan Allah. Namun, apakah pemuliaan Allah itu hanya sebatas ibadah atau upacara saja, tanpa peduli pada penderitaan sesama?
Kita manusia memang sering berlaku tidak tepat. Hukum sering diterapkan sebagai konsep tanpa aplikasi nyata dalam kehidupan. Martabat manusia dipinggirkan, orang-orang yang kecil, rentan, dan menderita diabaikan, sering kali hanya demi ketaatan pada aturan-aturan. Padahal seharusnya aturan dibuat untuk menolong kehidupan manusia agar menjadi lebih baik, bukan sebaliknya mengurangi dan merampas hak manusia untuk mendapatkan kesejahteraan hidup. Yesus mengajar kita untuk mengaplikasikan kata-kata “memuliakan Allah” secara benar dan konkret. Saat kita peduli pada penderitaan sesama dan menghormati martabat mereka melalui sikap dan tindakan nyata, kita telah mewujudkan “Hari Sabat” di dalam hidup kita.
Yesus membebaskan perempuan itu. Karena hakikat hari Sabat adalah hari pembebasan, keselamatan yang sudah dijanjikan kepada semua keturunan Abraham. Dari tawanan roh, perempuan itu menjadi keturunan Abraham yang merdeka. Meskipun ia harus menderita selama 18 tahun, namun ketika Tuhan menemukan dan melihatnya, Tuhan tidak tinggal diam. Tuhan mengambil inisiatif dan langsung bertindak. Untuk itu kita tak boleh kehilangan harapan, sekalipun jika kita telah menderita lama. Asalkan Tuhan melihat dan menemukan kita, Ia pasti akan menyembuhkan kita! Karena kesembuhan manusia merupakan pemuliaan Allah.
Misi kita hari ini: yakin dan percaya bahwa Tuhan selalu berinisiatif menjangkau kita di saat kita membutuhkan- Nya.
(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia.
Ujud Gereja Indonesia: Pemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
Amin
ROSARIO MISIONER
PERISTIWA GEMBIRA
- Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:28b.30b-31)
Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami umat-Mu di benua Asia datang mengucap syukur dan pujian atas anugerah keberagaman, termasuk keberagaman dalam beragama. Kami menyadari pentingnya kerukunan umat beragama sebagai modal untuk membangun negara dan menjaga integritas nasional. Semoga tahun berahmat ini, tahun yang dicanangkan sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama dapat memperkuat toleransi, dialog dan moderasi antar umat beragama di negara dan benua kami. Sebagai saksi-saksi Kristus, mampukanlah kami untuk mewartakan Kabar Gembira akan kasih-Mu yang inklusif kepada semua orang. Karuniakanlah hikmat agar dalam keterbukaan kami pada perbedaan, kami tetap mampu menjaga iman kami pada-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Maria mengunjungi Elisabet saudaranya
“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:42-43)
Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon curahkanlah kasih dan pengampunan-Mu di benua Australia dan Oceania. Khususnya bagi anak-anak dan remaja yang terjebak dalam sistem peradilan remaja. Semoga mereka memperoleh kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri dan bertumbuh dalam cinta-Mu. Tuntunlah pihak berwenang agar menjalankan tugas mereka dengan bijaksana dan penuh belas kasih, menghindari pemakaian kekerasan dan hukuman dalam menangani anak-anak, remaja, maupun para penyandang disabilitas. Semoga para pemimpin dan seluruh masyarakat menyadari tugas mereka untuk melindungi hak dan kesejahteraan anak dan remaja, dengan terus mengembangkan program intervensi positif demi perbaikan karakter dan masa depan para generasi penerus di benua ini. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus dilahirkan di Bethlehem
Maria “melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya bayi itu dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk. 2:7)
Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk benua Eropa khususnya bagi Bapa Suci Paus Fransiskus. Dalam memimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus tak henti-hentinya mendengungkan belas kasih dan kepeduliannya bagi kaum miskin, dan juga komitmennya bagi kerukunan umat beragama di dunia. Kami mohon, anugerahkanlah kesehatan dan kekuatan bagi Paus Fransiskus, sehingga beliau mampu untuk terus memimpin seluruh umat Katolik di jalan misi yang Engkau percayakan. Semoga karya misi Kepausan di seluruh dunia dapat terus mendukung misi evangelisasi Gereja lokal maupun universal. Dan semoga kami semua Kau mampukan untuk menjadi misionaris-misionaris pembawa harapan dan impian demi pembaruan di seluruh dunia. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus dipersembahkan di Bait Allah
Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk. 2:34-35)
Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa,
kami berdoa demi persaudaraan dan perdamaian di benua Amerika. Semoga dialog dan kerjasama terus diperjuangkan sehingga seluruh warga yang berasal dari bangsa, suku, dan agama berbeda dapat hidup bersama dengan damai. Tumbuhkanlah kepedulian dan rasa saling memiliki agar keharmonisan dalam jalan bersama dapat tercipta. Sadarkanlah setiap pribadi akan peran mereka sebagai agen keadilan dan perubahan yang positif. Semoga dengan tumbuhnya kesadaran dan kecintaan akan perdamaian, perang dan krisis dalam bentuk apapun dapat dihindari. Dan untuk mereka yang saat ini menjadi korban perang, semoga mereka menemukan pertolongan sehingga dapat pulih kembali secara fisik, mental dan finansial. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
- Yesus ditemukan di Bait Allah
“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk. 2:49-50)
Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon anugerahkanlah keadilan di benua Afrika, khususnya demi kesetaraan hidup setiap orang. Perjuangan akan perlindungan bagi perempuan dan anak-anak untuk mendapatkan hak-hak mereka dalam bidang politik, sosial, ekonomi, pendidikan dan kesehatan masih terus berlangsung. Perempuan dan anak-anak sering menjadi korban pernikahan dini, perkawinan paksa, kekerasan dan pelecehan seksual serta pemerkosaan. Semoga dalam perjuangan hidup yang berat itu, mereka menemukan belas kasih-Mu yang dapat membebaskan mereka dari penderitaan dan mengangkat harkat hidup mereka. Karena Engkaulah Allah yang Hidup, yang selalu berbelas kasih kepada umat-Mu yang tertindas dan yang setia berharap akan pertolongan-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.
Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!
