Renungan Harian Misioner
HARI RAYA PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
Kamis Pekan Biasa XXX, 02 November 2023
2Mak. 12:43-46; Mzm. 143:1-2, 5-6, 7ab, 8ab, 10; 1Kor. 15:20-24a; Yoh. 6:37-40
Sahabat misioner terkasih,
Hari ini dan setiap tanggal 2 November, Gereja yaitu kita bersama ini merayakan Pengenangan Arwah semua orang beriman. Kita berdoa bagi keselamatan abadi dan kedamaian kekal keluarga, saudara-saudari dan kenalan kita serta semua orang beriman yang telah meninggal. Cinta dan kasih kita tidak mengenal batas-batas ruang dan waktu sehingga memungkinkan kita untuk mengasihi mereka yang telah meninggalkan dunia ini. Sesudah kematian, relasi cinta kita dengan semua yang sudah mendahului kita tidak terputuskan. Cinta kita terus terpatri dan terpelihara melampaui batas kematian. Cinta ini melibatkan Tuhan. Dialah yang tetap menyatukan kita, yang hidup dan yang mati, dalam ikatan kasih. Terdorong oleh kasih dan cinta itulah kita berdoa bagi keluarga, saudara-saudari kita dan semua orang beriman.
Kita mengimani bahwa Allah yang belas kasih dan kerahiman-Nya tak terbatas akan mengampuni segala dosa dan menganugerahkan kehidupan abadi kepada setiap orang beriman yang telah meninggal. Berdasar iman akan Allah yang berbelas kasih dan penuh kerahiman inilah Gereja – yang dikerjakan oleh imam dalam Doa Syukur Agung – berdoa, “Ingatlah akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.”
Belas kasih dan kerahiman Allah ditunjukkan dengan kehendak-Nya untuk menyelamatkan semua orang yang datang dan percaya kepada Yesus Kristus, Putera-Nya. Injil Yohanes mencatat kata-kata Yesus kepada orang banyak saat di rumah ibadat Kapernaum, “Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” Yesus Kristus, Sang Putera, datang untuk menyelamatkan manusia. Kehadiran Kristus ini terlaksana atas kehendak Bapa-Nya. Oleh karena itu, kita diminta untuk mempercayakan diri kepada Kristus demi keselamatan kita.
Iman akan keselamatan Allah yang dipenuhi dalam diri Yesus Kristus Putra-Nya itu senantiasa menghidupkan harapan akan hidup kekal. Yesus Kristus menjadi pokok harapan, entah bagi kita yang masih hidup maupun mereka yang sudah mati. Di dalam Kristus, semua orang akan dibawa kepada Allah dan memperoleh kehidupan. Keyakinan dan harapan ini diwartakan oleh Santo Paulus kepada jemaat di Korintus seperti kita dengarkan pada bacaan kedua misa hari ini. Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
Harapan akan keselamatan Allah menjadi landasan mendoakan orang yang meninggal. Yudas, panglima Israel, memberikan teladan kepada kita akan hal ini seperti dikisahkan dalam Kitab Kedua Makabe yang kita dengarkan sebagai bacaan pertama misa hari ini. Harapan akan keselamatan Allah juga menjadi motivator dan kekuatan kita untuk berjuang di dunia ini. Kitab Kedua Makabe mengatakannya demikian, “Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagi pula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh.” Harapan akan keselamatan Allah inilah yang mengarahkan dan memberi kekuatan kepada kita untuk terus bersyukur kepada Allah dengan menjalankan laku kebaikan dan kesalehan, untuk terus berjuang demi kesejahteraan hidup, serta untuk mendoakan orang yang sudah meninggal.
Sahabat misioner terkasih,
Dalam cinta, iman dan harapan akan belas kasih dan kerahiman Allah tersebut, kita disatukan dengan orang-orang yang telah berpulang ke hadirat Allah. Mereka mengasihi kita dan kita kasihi. Tugas kita yang masih berjuang di dunia ini mendoakan dan berderma bagi yang sudah meninggal serta bertindak kebaikan dan kesalehan.***NW
(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Bapa Suci – Kita berdoa untuk Bapa Suci, semoga dalam menjalankan tugas perutusannya, Beliau dapat terus menemani umat yang dipercayakan kepadanya dengan pertolongan Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Kekerasan seksual – Kita berdoa, semoga institusi-institusi gerejani dapat menciptakan suasana dan rasa aman serta mampu menegakkan protokol yang bisa menjauhkan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka-mereka yang lemah dan rentan.
Amin
