TUHAN Selalu Memenuhi Janji

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXX, 04 November 2023
P. S. Karolus Borromeus

Rm. 11:1-2a,11-12,25-29; Mzm. 93:12-13a,14-15; Luk. 14:1,7-11; atau dr RUybs

Tuhan selalu memenuhi janji. Hal itu sudah jelas sejak penciptaan, ketika semua diadakan untuk kebersamaan satu sama lain, walaupun berbeda-beda. Allah Tritunggal secara terpadu menjadikan segalanya ada dalam interaksi satu sama lain dan berjanji akan senantiasa menjaga kesatuan itu; justru tanpa kehilangan perbedaan satu sama lain. Sebab, di situlah letak keindahannya. 

Refleksi: syukurilah senantiasa. Santo Karolus Borromeus, yang pernah melayani Italia Utara juga menjadi “tanda dan sarana” bahwa semua orang di keuskupannya bersatu-padu, lahir dan batin. Hal itu menyebabkan, bahwa ia memperhatikan umatnya satu sama lain rukun hidup bersama; yang sehat menjaga kesegaran mereka yang sakit, yang berkecukupan mendampingi yang berkekurangan, yang lebih sejahtera juga menolong yang berkekurangan. 

Refleksi: sejauh manakah kita membantu sesama kita yang memerlukan bantuan supaya Anda semua dapat “jalan bersama dengan saling bantu”?

Bacaan I: Rm. 11:1-2a.11-12.25-29:  Paulus, seseorang yang dipertobatkan oleh Tuhan Yesus Kristus dari kebencian tak berbatas kepada orang yang mengimani Sang Kristus, mengajak semua muridnya untuk menyadari bahwa persaudaraan mereka dilindungi oleh kerahiman dan cinta kasih satu sama lain, yang dilimpahkan tanpa henti. Dengan demikian, rahmat Tuhan memulihkannya dari “penyakit benci” menjadi “keutamaan cinta kasih” dan terus menerus saling mendukung sehingga menciptakan Umat Kristiani, yang penuh kasih sayang demi Kemuliaan Allah. Dari pertobatan itu, diwartakanlah Kabar Gembira Perjanjian Baru: untuk membangun paguyuban tanpa celah, yang setipis apa pun. 

Refleksi: sejauh manakah, keluarga kita saling menolak satu sama lain, kalau Allah tak menolak kita? Apa kita siap saling berpadu sepenuhnya? Marilah kita memohon kerendahan hati yang tulus, sehingga dapat saling menghargai satu sama lain, tanpa memandang rendah sesama kita. 

Bacaan Injil: Luk. 14:1.7-11: memperlihatkan, bagaimana Penginjil Lukas senantiasa mengajak murid lain ingat dan menyadari, betapa Guru dari Nasaret, sebagai “Jalan, Kebenaran dan Hidup” senantiasa menunjukkan “JALAN” menuju ke persahabatan para murid dengan setulus hati; mengajak semua Sahabat Yesus untuk mencari jalan yang “BENAR” dalam liku-liku hidup bersama yang sering sungguh mempersulit pencarian kerukunan; mendampingi “HIDUP” murid-Nya yang sering sarat dengan kepahitan dan karena itu membutuhkan ROH PENGGERAK, supaya senantiasa mengarah kepada Sang Kristus. 

Refleksi: maukah kita membuka hati untuk dipenuhi dengan Cahaya Kerukunan antar kita senantiasa? UNTUK HARI INI: marilah indra batin kita menengadah kepada Allah, agar senantiasa mau menyambut bimbingan Persahabatan Tuhan kita. 

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalUntuk Bapa Suci – Kita berdoa untuk Bapa Suci, semoga dalam menjalankan tugas perutusannya, Beliau dapat terus menemani umat yang dipercayakan kepadanya dengan pertolongan Roh Kudus. 

Ujud Gereja Indonesia: Kekerasan seksual – Kita berdoa, semoga institusi-institusi gerejani dapat menciptakan suasana dan rasa aman serta mampu menegakkan protokol yang bisa menjauhkan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka-mereka yang lemah dan rentan. 

Amin

Tinggalkan komentar