Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XXXI, 09 November 2023
Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran
Yeh. 47:1-2,8-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; 1Kor. 3:9b-11,16-17; Yoh. 2:13-22
Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Pemberkatan Basilika Lateran di Roma, yang merupakan Basilika agung yang pertama/tertua yang ada di Eropa pada masa Kaisar Konstantinus Agung (306-377 Masehi). Basilika Lateran yang diberi gelar Omnium Urbis et Orbis Ecclesiarum Mater et Caput: induk atau “ibu” dari semua Gereja di Kota Roma dan di seluruh dunia. Sebagai lambang kemerdekaan dan terjadinya perdamaian dalam Gereja setelah melewati masa penganiayaan oleh beberapa kaisar Romawi yang kafir. Basilika Lateran menjadi Katedral resmi bagi Sri Paus sebagai Uskup Agung Roma sampai sekarang.
Pada kedua tepi sungai itu tumbuh berbagai macam pohon buah-buahan yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Setiap bulan pohon-pohon itu menghasilkan buah yang baru, sebab mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat (Yeh. 47:12). Seperti air yang memberi kehidupan, mengalir dari Bait Suci menuju ke segala penjuru, semoga Yesus pun senantiasa hadir memenuhi diri kita yang adalah bait Roh Kudus.
Dengan menyadari diri kita adalah Bait Allah, di mana Roh Allah tinggal maka kita harus sungguh-sungguh menjaga sikap, ucapan dan perbuatan. Menjaga agar tidak menajiskan Bait Allah dengan dosa. Senantiasa berusaha melakukan kebaikan seperti yang dikehendaki-Nya. Terus menerus berusaha hidup sesuai kehendak-Nya, bukan kehendakku, bukan suka-sukaku.
Memang tidak mudah, karena mungkin kita masih jatuh dan jatuh lagi. Tapi asalkan kita tetap bangkit dan terus bangkit, berusaha selalu menyadari bahwa Yesus menginginkan Bait Allah menjadi tempat sukacita karena belas kasih-Nya kepada kita. Jangan menyerah. Senantiasa sadari bahwa kita berjalan bersama-Nya. Yesus tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Dia selalu mau menolong di saat kita jatuh.
Mulailah menata hidup yang sesuai dengan bimbingan dan dorongan Roh Kristus yang tinggal atau hidup dalam diri kita sebagai orang Kristiani sejati. Dengan hidup sesuai martabat yang kita terima melalui sakramen baptis, pastinya kita harus berubah, menjalani hidup dalam persekutuan umat beriman di paroki, lingkungan, dalam kelompok seksi atau komunitas kategorial. Kita hadir sebagai keluarga atau rekan yang menyembuhkan, yang memiliki solidaritas dan kepedulian. Tidak mendiskreditkan apalagi iri hati yang dapat berakhir pada fitnah dan ketidakadilan.
Kita harus menjaga tubuh kita agar menjadi tempat yang bersih dan layak untuk berjumpa dengan Allah. Selain itu, kita pun harus menata hati dan pikiran agar menjadi tempat yang pantas dan layak bagi Tuhan bertakhta di dalamnya, karena kita adalah bait-Nya. Marilah kita memohon kepada Tuhan: “Yesusku, rombaklah aku dan bangunlah aku menjadi Bait Suci yang tak bercela, agar aku pantas dan layak menjadi bait-Mu yang kudus.”
(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Bapa Suci – Kita berdoa untuk Bapa Suci, semoga dalam menjalankan tugas perutusannya, Beliau dapat terus menemani umat yang dipercayakan kepadanya dengan pertolongan Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Kekerasan seksual – Kita berdoa, semoga institusi-institusi gerejani dapat menciptakan suasana dan rasa aman serta mampu menegakkan protokol yang bisa menjauhkan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka-mereka yang lemah dan rentan.
Amin
