Renungan Harian Misioner
Senin, 27 November 2023
P. S. Yakobus dr Persia
Dan. 1:1-6,8-20; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Luk. 21:1-4
Para Pembaca Renhar KKI yang terkasih: Shalom!
Kemarin kita merayakan Puncak Tahun Liturgi A/I yaitu Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Semesta Alam; dan sepanjang hari-hari dalam Pekan XXIV Tahun A/I ini menjadi kesempatan bagi kita untuk merenungkan pertanyaan yang mengalir dari Hari Raya kemarin, “Apakah Tuhan Yesus Kristus, Raja Semesta Alam itu, juga menjadi Raja di dalam kehidupan kita?” Bacaan-bacaan Firman Tuhan pada hari ini: Senin, 27 November 2023 ini, memberikan kepada kita sejumlah kriteria para pemilik Kerajaan Allah, yaitu orang-orang yang menempatkan kepetingan Allah sebagai prioritas utama di dalam hidup mereka. Mari kita kenali mereka supaya dapat mengikuti teladan hidup mereka!
Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya
Keempat orang ini hidup pada zaman Yoyakim, raja Yehuda. Pada masa ini, Yehuda ditaklukkan oleh Nebukadnezar, dan terjadilah Pembuangan Babel, di mana Raja Babel membawa Yoyakim berikut perkakas-perkakas rumah Allah, dan sejumlah orang Yehuda ke kerajaannya di Babilonia. Di antara orang-orang yang dibawa ke pembuangan itu, ada keempat orang ini: Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya.
Apa yang istmewa dari keempat orang ini? Mereka dipekerjakan di istana raja Nebukadnezar, dan untuk itu mereka harus belajar tulisan dan bahasa orang Kasim, dan bahkan harus berganti nama: Daniel menjadi Beltsazar, Hananya menjadi Sadrakh, Misael menjadi Mesakh, dan Azarya menjadi Abednego (Daniel 1: 6-7).
Perubahan identitas melalui pergantian nama serta asimilasi budaya dan bahasa membawa tantangan bahwa orang-orang Yehuda ini akan kehilangan identitas asli mereka plus hubungan mereka dengan Allah. Namun kita membaca ketetapan hati keempat orang ini: ”Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya” (Daniel 1:8).
Ketaatan dan kesetiaan Daniel dan ketiga kawannya untuk tindak menajiskan dirinya dengan makanan dan minuman di istana raja, maka “Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi,” (Daniel 1:17). Demikian, ketika seseorang memberikan dirinya untuk taat-setia hidup menurut kehendak dan hukum-hukum Allah, maka Allah menjaga dan melindungi serta memberi hikmat dan kesehatan kepada mereka (Daniel 1:15. 19).
Selain taat-setia kepada Allah, Daniel dan kawan-kawannya ini juga menjaga dan merawat hubungan mereka dengan Allah melalui tradisi doa dan ibadah, di mana mereka senantiasa mencari kesempatan untuk memuji dan memuliakan Tuhan (Tambahan Daniel 3:52-56).
Janda miskin & persembahannya
Penginjil Lukas dalam bacaan Injil menulis tentang Yesus yang masuk ke Bait Allah, dan memberikan wejangan kepada para murid-Nya tentang persembahan. Dan tokoh yang diangkat sebagai contoh adalah seorang janda miskin, yang “memberi persembahan dari kekurangannya, dari semua yang dia miliki, dibanding dengan persembahan orang-orang kaya” (Lukas 21:3-4). Mengutip pengajaran Yesus dalam Injil Lukas ini, janda miskin ini sesungguhnya, memberikan seluruh hidup dan nafkahnya demi kemuliaan Tuhan. Hidupnya adalah hidup yang dibaktikan kepada Tuhan, dan Tuhan menjadi andalan nafkahnya sehingga perempuan janda ini tidak ragu-ragu memberikan semua yang dia miliki sebagai persembahan bagi kemuliaan Tuhan. Dalam teks Injil yang lain, janda miskin ini memenuhi kriteria sebagai orang yang berbahagia, karena dengan cara hidupnya, dia menjadi pemilik Kerajaan Surga (bdk. Matius 5:3).
Resep untuk memiliki Kerajaan Allah
Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, semoga kehidupan yang bersandar pada Allah, seperti yang ditunjukkan oleh Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya dalam bacaan pertama, berikut janda miskin dalam bacaan Injil hari ini, juga kita usahakan dalam kehidupan kita, karena dengan cara hidup seperti itulah kita membuktikan diri sebagai orang-orang yang taat setia kepada Allah dan hukum serta perintah-Nya. Pada cara hidup Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya berikut janda miskin itu, kita menemukan resep untuk mewarisi Kerajaan Allah. Maka, mari gunakan resep mereka ini dalam kehidupan kita, supaya kitapun dapat menjadi pewaris Kerajaan Allah. Amin.
(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Bapa Suci – Kita berdoa untuk Bapa Suci, semoga dalam menjalankan tugas perutusannya, Beliau dapat terus menemani umat yang dipercayakan kepadanya dengan pertolongan Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Kekerasan seksual – Kita berdoa, semoga institusi-institusi gerejani dapat menciptakan suasana dan rasa aman serta mampu menegakkan protokol yang bisa menjauhkan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka-mereka yang lemah dan rentan.
Amin
