Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Biasa XXXIV, 29 November 2023
Dan. 5:1-6,13-14,16-17,23-28; MT Dan. 3:62-67; Luk. 21:12-19
Perjanjian Lama mengisahkan riwayat IMAN orang Yahudi dalam pengembaraan yaitu ziarah hidup. Mereka merasakan “Perlindungan” melalui “jalan bersama yang amat berat, selama 40 tahun”. Energi mereka habiskan bersamaan dengan pelbagai duka derita dalam menanggung beban berat berpuluh tahun. Oleh sebab itu juga banyak kesedihan dalam seluruh “ziarah itu”. Namun mereka percaya akan Janji Tuhan, bahwa akan senantiasa dilindungi: di dalamnya dirasakan CINTA Allah bagi orang-orang, yang senantiasa berbakti setulus-tulusnya kepada Allah. Dalam situasi seperti itu, Allah memberi petunjuk, untuk membangun iman.
Refleksi kita: sejauh mana kita membangun iman di tengah perjalanan hidup yang mungkin saja amat berat? Kita tetap percaya pada Allah yang bersetia?
Bacaan I: Dan 5:1-6.13-14.16-17.23-28, memperlihatkan, betapa anak cucu Abraham-Ishak-Yakub mendapat perlindungan senantiasa dari Allah. Itulah sebabnya, hal-hal yang dekat dengan Allah, seperti peninggalan para leluhur di Ruang Suci, kalau disisihkan darinya pun tetap ada dalam Penyelenggaraan Ilahi. Kejahatan manusia tak akan mengalahkannya. “Jari tangan” dalam kutipan ini mau menegaskan, betapa Tangan Tuhan senantiasa menjaga umat-Nya.
Refleksi kita: maukah kita benar-benar mempercayai bahwa Allah akan selalu melindungi Umat Allah dan keluarganya?
Bacaan Injil: Lukas 21:12-19, mengajak umat Kristus untuk mengarahkan pandangan kepada Yesus, Sang Guru, apabila menjalankan pengutusan, seperti Sang Mesias. Sari Patinya adalah senantiasa mempercayakan diri pada perlindungan waktu menjalan PENGUTUSAN dari Allah. Keyakinan akan Kehendak Ilahi itulah PERLINDUNGAN Terpenting dalam hidup mereka. Dari sana bersumbernya keyakinan bahwa Allah menyertai dan menyelenggarakan hidup merasul mereka. Maka mereka diundang untuk “menyambut pengutusan Allah tanpa khawatir”. Arahnya, perlindungan Yang Kuasa senantiasa boleh diandalkan. Wujud nyatanya adalah keselamatan kekal. Allah hadir di tengah pelayanan mereka dalam mewartakan Kerahiman Ilahi. Roh Allah meresapi hidup mereka, lahir dan batin, mengatasi segala duka derita. Sang Kristus telah memberi teladan dalam kasih setia selama pelayanan mewarta.
Refleksi kita: sejauh mana kita benar-benar mengimani Penyelenggaraan Ilahi Tuhan dan lalu melaksanakan kerasulan dalam kesetiaan yang rendah hati? Akhirnya, Daya Ilahi, yang akan menjaga keselamatan mereka. Marilah kita masing-masing dan bersama-sama berdoa: “Tuhan syukur untuk janji-Mu menjaga kami dan kami mempercayakan hidup maupun pelayanan kami semua sebagai anak-anak yang Kau jaga senantiasa”.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Bapa Suci – Kita berdoa untuk Bapa Suci, semoga dalam menjalankan tugas perutusannya, Beliau dapat terus menemani umat yang dipercayakan kepadanya dengan pertolongan Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Kekerasan seksual – Kita berdoa, semoga institusi-institusi gerejani dapat menciptakan suasana dan rasa aman serta mampu menegakkan protokol yang bisa menjauhkan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka-mereka yang lemah dan rentan.
Amin
