Jangan Simpan YESUS untuk Dirimu Sendiri!

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Biasa XXXIV, 30 November 2023
Pesta S. Andreas

Rm. 10:9-18; Mzm. 19:2-3,4-5; Mat. 4:18-22

Hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Andreas, Rasul.  Di dalam Injil Yohanes  diceritakan bahwa dialah satu dari dua murid yang mendengar perkataan Yohanes Pembaptis dan mengikuti Yesus. Setelah bertemu dan tinggal bersama Yesus, ia mengajak Simon Petrus saudaranya untuk bertemu Dia, dengan mengatakan, “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)” (Yoh. 1:41). Di dalam kisah-kisah lain yang diceritakan dalam Injil, Andreas juga dikenal sebagai murid yang mempertemukan orang dengan Yesus. Ketika orang-orang Yunani ingin bertemu dengan Yesus, Andreas dan Filipuslah yang menyampaikannya kepada Yesus (Yoh. 12:20-22). Dalam kisah penggandaan roti (Yoh. 6:1-5), juga dikisahkan bahwa Andreaslah yang mempertemukan anak kecil pemilik dua roti dan lima ikan itu dengan Yesus.

Ada hal menarik yang perlu kita garis bawahi dari pribadi S. Andreas Rasul ini. Ia seorang misionaris sejati! Setelah dia berjumpa dengan Yesus dan menemukan bahwa Dialah Mesias, ia tidak menyimpannya sendiri pengalaman itu melainkan mengajak orang lain untuk berjumpa dengan-Nya. Kedekatannya dengan Yesus tidak membuatnya egois melainkan ia berusaha supaya orang lain dekat dengan-Nya juga. Dalam kisah hidupnya diceritakan bahwa setelah Yesus bangkit, ia mewartakan Injil ke Yunani agar Yesus dikenal dan dicintai orang-orang di sana. Andreas melaksanakan misi yang diberikan Yesus kepadanya seperti dikisahkan Penginjil Matius hari ini (Mat. 4:18-22), untuk “menjadi penjala manusia” di tempat ini. Andreas setia kepada Yesus sebagai pewarta Injil hingga akhirnya wafat di salib berbentuk X di Akaya.

Pertanyaan refleksi untuk kita: kita yang sudah dikaruniai rahmat untuk mengenal Yesus Kristus sebagai Penyelamat dan Penebus manusia, apakah dalam hati kita sudah membara keinginan untuk membagikan-Nya kepada orang lain yang belum mengenal-Nya? Ataukah kita masih egois, dalam arti menyimpan rahmat itu hanya bagi diri kita sendiri tanpa ada keinginan untuk berbagi dengan orang lain? Kita mesti membagi rahmat yang telah kita terima ini dengan orang lain yang belum mengenal-Nya agar Kristus semakin dikenal, diimani dan dicintai oleh semakin banyak orang. ***

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalUntuk Bapa Suci – Kita berdoa untuk Bapa Suci, semoga dalam menjalankan tugas perutusannya, Beliau dapat terus menemani umat yang dipercayakan kepadanya dengan pertolongan Roh Kudus. 

Ujud Gereja Indonesia: Kekerasan seksual – Kita berdoa, semoga institusi-institusi gerejani dapat menciptakan suasana dan rasa aman serta mampu menegakkan protokol yang bisa menjauhkan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka-mereka yang lemah dan rentan. 

Amin

Tinggalkan komentar