ALLAH Memberi

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan Adven III, 22 Desember 2023

1Sam. 1:24-28; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd; Luk. 1:46-56

Menjelang Natal sering kali kita memusatkan perhatian kepada Kanak-kanak Yesus. Itu begitu biasa. Dan sering kali juga amat mengesankan. Hal tersebut kadang kala juga menarik, sehingga di beberapa tempat orang malah sudah ‘mulai’ merayakan Natal. Namun, seminggu sebelum Natal, baiklah kita menggarisbawahi satu misteri, yang dalam menyongsong Natal amat penting, yaitu, bahwa Allah Bapa, YANG MEMBERIKAN SEGALANYA. Bapa lah yang merupakan SUMBER KARUNIA. 

Refleksi: seberapa sering Bapa kita syukuri dalam Natal? 

Bacaan I: 1 Sam 1:24-28: bacaan ini menempatkan kita di samping Hana, yaitu Ibu dari Samuel, yang telah memohon kepada Allah dengan sepenuh kepercayaan sehingga dikaruniai anak. Kanak-kanak itu disambut sebagai ‘hadiah dan berkah’. Justru karena itu, Hana mempersembahkan Bayi mungil itu kepada Allah: ya waktu kecil, ya kemudian sesudah besar: demi kemuliaan Allah. Si Ibu, ya Hana itu berani mempersembahkan anaknya, agar seumur hidup “menjadi hamba Allah”. Dia juga akan mengambil tempat penting dalam Sejarah Penyelamatan Umat Manusia. 

Bahan Renungan bagi kita: seberapakah Allah kita syukuri karena telah menganugerahkan anak atau banyak karunia lain? Bagaimana kita mempersembahkan karunia Allah itu kepada Dia, sehingga agunglah Nama-Nya? Dan kita mendorongnya berbakti pada Allah? 

Bacaan Injil: Lukas 1:46-56: Bunda Maria dan Santa Elisabet saling mencintai dan bersama-sama menerima anugerah luhur, berupa anak-anak Yang Teberkati, yaitu Yohanes Pembaptis dan Yesus dari Nasaret. Kedua wanita itu penuh syukur kepada Sang Pemberi, dan sekaligus juga “saling mendukung dalam memuji Allah” karena rahmat dan berkat yang agung itu. Puji-pujian Santa Elisabet dan Doa Magnificat Maria menjadi puji-pujian yang dibawa Gereja sejak awal sampai sekarang. Betapa kita diajak bersyukur, bukan pertama-tama mendapat anugerah ‘anak’ tetapi karena “dilibatkan Allah” dalam Karya Penyelamatan Allah melalui “anak-anak kita. 

Marilah kita sekarang pun sudah sebelum Pesta Natal mensyukuri Karunia Ilahi dengan mengucapkan: 

“Bunda Maria, Engkau dipenuhi Rahmat, sebagai Bunda Allah. Santa Elisabet, Engkau diberi berkah, karena melalui Santo Yohanes, Engkau diperkenankan mempunyai Nabi Agung yang mewartakan Sang Penebus. Tuhan, syukur kepadamu, yang menganugerahkan Nabi Agung Yohanes dan Guru Mulia, Tuhan Yesus Kristus beserta Bunda Maria serta Santa Elisabet”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Untuk mereka yang berkebutuhan khusus – Kita berdoa untuk mereka yang hidup dalam berkebutuhan khusus, semoga mereka menjadi pusat perhatian masyarakat dan lembaga-lembaga dapat memberikan program-program bantuan inklusif yang menghargai partisipasi aktif mereka. 

Ujud Gereja IndonesiaPerubahan iklim – Kita berdoa, semoga kita bersyukur bahwa Tuhan telah berkenan menjadi manusia yang hidup di dunia, dan karena rasa syukur itu kita terdorong untuk secara individual maupun kelompok ikut mengatasi masalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kini mengancam bumi sebagai rumah kita bersama. 

Amin

Tinggalkan komentar