Renungan Harian Misioner
Minggu, 24 Desember 2023
HARI MINGGU ADVEN IV
2Sam. 7:1-5,8b-12,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38
Pada hari minggu ke-IV di masa Adven, kita masih diajak untuk menyiapkan diri guna menyambut Pesta Natal secara tepat. Kesabaran itu diperlukan, agar bagi kita sungguh jelas, bahwa Kedatangan Sang Putra benar-benar perlu disiapkan secara bersungguh-sungguh, sampai mendalam. Hal itu perlu kita perhatikan, walaupun di beberapa waktu terakhir ini, tidak sedikit orang, yang mau cepat-cepat mulai merayakan Natal: bahkan di awal ‘Bulan Terakhir’. Apa pun alasannya, tidaklah baik, kalau Pesta Natal disempitkan hanya dengan menyiapkan baju atau makanan atau lagu-lagu atau hal-hal ritual dan hiasan apa pun. Pertanyaan yang dapat diajukan kepada perseorangan, keluarga, kelompok, lingkungan atau paroki: seberapa mendalamkah Natal ini sudah kita siapkan, baik dari sisi lahiriah atau batiniah? Adven perlu diperlakukan sama dengan Masa Prapaskah, yaitu: sejauh manakah kita mendengarkan ucapan Gabriel “Engkau terpuji karena dirahmati Allah”. Dalam darah dan daging Kanak-kanak Yesus itu, kita sambut Kehendak Bapa dalam menghadirkan Kemurahan Hati-Nya.
Bacaan I: 2 Samuel 7:1-5.8b-12,16: memaparkan dengan jelas, betapa “anak Daud” dihadirkan melalui perpaduan antara “Kemanusiaan dan Keilahian Yang Maha Agung”. Dengan demikian, Alkitab Perjanjian Lama sudah mengarahkan iman Israel, kepada keyakinan, betapa Allah melibatkan dunia dan kemanusiaan dalam “KEDATANGAN-ADVENTUS” Sang Putra. Dengan demikian, Penjelmaan bukanlah sesuatu yang samar-samar atau ‘perlambangan’ belaka, melainkan “suatu peristiwa yang nyata terjadi”. Hal itu nanti akan dijelaskan dengan amat serius oleh Paulus dalam surat-suratnya, sebagai kelanjutan dengan Injil. Dengan demikian, Natal tidak dikehedaki hanya ditempelkan pada sejumlah simbol dan hiasan-hiasan belaka, melainkan benar-benar merupakan perpaduan antara Yang Manusiawi dan Yang Ilahi secara terbuka dan nyata. Oleh sebab itu, pantaslah kita dengan rendah hati berdoa: “Tuhan terima kasih atas kedatangan-Mu, yang sungguh-sungguh jadi saudara kami”.
Bacaan II: Roma 16:25-27: umat diajak untuk menyadari oleh Paulus, bahwa Rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dan menguduskan umat dari segala dosa, bukanlah sekadar lambang-lambang sebagaimana sering dimaklumkan dalam aneka perumusan Perjanjian Lama, tetapi sungguh merupakan peristiwa nyata, yang benar-benar nyata serta dihayatinya secara sepenuh iman. Pewartaan para nabi sudah lama sering dimaklumkan, namun Sang Rasul tidak jemu-jemunya menegaskannya lagi. Oleh sebab itu, sekarang, di zaman sekarang, kita juga perlu untuk menyatakan secara bersungguh-sungguh sampai ke lubuk hati yang terdalam. Oleh sebab itu, seyogianya, kita berseru: “Terima kasih ya Bapa, bahwa Engkau sudi Mengutus Sang Putra, untuk menyatukan Diri-Nya dengan Manusia, supaya dapat menjadi perwujudan nyata Kerahiman-Mu”.
Bacaan Injil: Lukas 1:26-38: kelahiran Yesus dipaparkan oleh Lukas, melalui kisah yang sekaligus manusiawi dan ilahi. Manusia Maria, disapa secara amat manusiawi dengan percakapan manusiawi berikut kebingungannya yang juga manusiawi namun disempurnakan dengan pewartaan Kabar Baik mengenai karunia Roh Yang Agung. Dengan demikian, Keagungan Perwahyuan Penjelmaan dan cara manusia menyambut-Nya dengan iman dipaparkan dengan indah. Dengan kata lain, umat diajak menyongsong Berita Kelahiran Sang Mesias, dengan iman mendalam, di tengah kemanusiaan, yang diwarnai oleh Misteri Ilahi. Dalam peristiwa Agung itu, umat manusia menyambut Sang Putra untuk dipenuhi Roh Kudus yang menyucikan segalanya.
Marilah kita berdoa: “Allah yang Maha Agung, perkenankan kami mensyukuri kemurahan hati-Mu demi Penebusan”.
(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk mereka yang berkebutuhan khusus – Kita berdoa untuk mereka yang hidup dalam berkebutuhan khusus, semoga mereka menjadi pusat perhatian masyarakat dan lembaga-lembaga dapat memberikan program-program bantuan inklusif yang menghargai partisipasi aktif mereka.
Ujud Gereja Indonesia: Perubahan iklim – Kita berdoa, semoga kita bersyukur bahwa Tuhan telah berkenan menjadi manusia yang hidup di dunia, dan karena rasa syukur itu kita terdorong untuk secara individual maupun kelompok ikut mengatasi masalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kini mengancam bumi sebagai rumah kita bersama.
Amin

Therimakasih Padree…
SukaSuka