NATAL

Renungan Harian Misioner
Senin, 25 Desember 2023
HARI RAYA NATAL

Yes. 62:11-12; Mzm. 97:1,6,11-12; Tit. 3:4-7; Luk. 2:15-20

Kerap kali Natal dikaitkan dengan tanggal 25 Desember. Namun sesungguhnya, Natal sebagai “Peringatan Kelahiran Tuhan Yesus” mempunyai makna yang lebih mendalam. Kita tidak perlu juga terlampau menghubungkannya dengan pelbagai ‘tradisi tanggal 25’. Mari kita memusatkan perhatian pada “Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus”. Kelahiran itu menjadi ‘peristiwa manusiawi’ ketika seorang anak dilahirkan sebagai buah kehidupannya dengan seorang Ibu. Dengan demikian, ada suatu hubungan darah-daging antara Yesus dengan seorang manusia, yang bernama Maria. Dalam pengakuan itu, segi manusiawi-kodrati dan segi ilahi-adikodrati menjadi perpaduan. Perpaduan itu akan menjadi satu secara sosial, ketika terlaksana dalam peristiwa Betlehem, Pengungsian Mesir, kehidupan Nasaret dan perjalanan bertahun-tahun bersama di Tanah Air mereka, berikut pelbagai tradisi biasa. 

Refleksi kita: sejauh manakah kita mensyukuri berkat yang diberikan kepada kita melalui manusia dan bangsa tertentu, sehingga Yang Agung hadir dalam seorang manusia yang konkrit dan nyata ini? “Terimakasih,Tuhan: mau menjadi manusia”.

Bacaan I: Yes 62:11-12: Lama sekali Israel menantikan terpenuhinya Perjanjian, bahwa Allah akan menyelamatkan bangsa ‘kecil’ itu. Harapan itu tidak hanya mengenai ‘kecilnya’ suku mereka di tengah lautan umat manusia, namun teristimewa berkaitan dengan janji berabad-abad, bahwa mereka akan bahagia. Kebahagiaan itu diliputi oleh ‘tercukupinya kebutuhan manusiawi’, tetapi juga bahwa ‘bangsa mereka dihargai tetangga’. 

Refleksi kita: dengan anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, duka nestapa manusiawi kita mulai dipulihkan dengan hadirnya Putra Allah sebagai Manusia. 

Bacaan II: Titus 3:4-7: dengan mengikuti sejarah sejak Abraham, umat beriman menelusuri perwahyuan, bahwa Allah menghendaki manusia untuk diselamatkan, melalui liku-liku kehidupan, yang tidak ringan. Hal itu diakui melalui kesadaran akan hadirnya Yang Ilahi dalam Anak Manusia, dengan segala pasang surut kehidupannya. Sebab, begitulah memang jalan hidup manusia. Dengan demikian, umat Kristus yang perdana sudah dibimbing untuk meyakini, betapa kemanusiaan merupakan jalan, yang diambil oleh Tuhan demi keselamatan semua manusia. Namun hal itu terjadi bukan karena kemampuan kemanusiaan dan keperkasaan mereka, melainkan melalui Kebijaksanaan Ilahi. 

Refleksi kita: kemampuan kita sebagai manusia maupun kecakapan kita dapat saja menghasilkan sejumlah bentuk kesejahteraan, namun pada akhirnya, kebahagiaan kekal diperoleh dengan kehadiran Yang Ilahi, bersatu dengan darah dan daging kemanusiaan. Maka: “Syukur pada-Mu, Tuhan” .  

Bacaan Injil: Lukas 2:15-20: Penyelamatan dianugerahkan Allah kepada manusia seluruhnya, tanpa diskriminasi. Siapa pun diberi kebahagiaan demi penyelamatan, yang dikaruniakan Allah kepada manusia hanya karena kemurahan hati Allah. Iman kepada Kebaikan Hati Allah itulah yang menyebabkan keselamatan manusia yang menyeluruh. Dalam iman itulah manusia, dalam situasi apa pun dan dengan kemampuan seberapa pun serta dengan semua orang yang berjalan bersamanya, akan disatukan dengan Allah dan seluruh alam semesta. Oleh sebab itu, marilah kita berdoa: “Allah dan Bapa kami yang Maha Bijaksana, kami bersyukur bahwa Engkau sudi memberi Sang Putra menyatu dengan kami, berkat kekudusan Roh Yang Suci. Perkenankanlah kami menyerahkan diri kami, keluarga kami, para sahabat kami serta semua handai taulan kami”. 

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Untuk mereka yang berkebutuhan khusus – Kita berdoa untuk mereka yang hidup dalam berkebutuhan khusus, semoga mereka menjadi pusat perhatian masyarakat dan lembaga-lembaga dapat memberikan program-program bantuan inklusif yang menghargai partisipasi aktif mereka. 

Ujud Gereja IndonesiaPerubahan iklim – Kita berdoa, semoga kita bersyukur bahwa Tuhan telah berkenan menjadi manusia yang hidup di dunia, dan karena rasa syukur itu kita terdorong untuk secara individual maupun kelompok ikut mengatasi masalah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kini mengancam bumi sebagai rumah kita bersama. 

Amin

Tinggalkan komentar